Review Drama Korea: Oh My Venus

Terus terang, saya menonton drama ini beberapa tahun silam hanya gara-gara melihat So Ji Sub di “My Secret Terrius”.

Sebagai pendatang baru di drakor wonderland yang hanya kenal tahu Song Joong Ki, setiap kali melihat oppa baru saya pasti akan berpikir begini:

Wow, ada oppa keren.
Ke mana aja gue?

Ya nggak ke mana-mana sih. Koleksi tontonannya saja yang belum banyak waktu itu, hehehe.

Saya suka So Ji Sub di “My Secret Terrius”. Pendiam, dingin, agen rahasia, dan babysitter yang andal pula. Dia juga punya outfit andalan: jeans hitam, sweater hitam yang digulung sampai ke setengah lengan bawah, sepatu kets, dan jam tangan besar.

Totally my cup of tea.

Penampilannya ini dipertahankan oleh karakternya di “Oh My Venus” yaitu Kim Young Ho alias John Kim, seorang (yang katanya) personal trainer buat artis-artis di Hollywood sana.

Untuk meyakinkan penonton bahwa Kim Young Ho cocok jadi personal trainer, pada episode ke-1 menit ke-10 ada scene John Kim work out intensif yang dilanjutkan dengan berendam di bathtub.

Sebuah scene yang tidak menggunakan stuntman tentunya (ya iyalah).

Itu sekilas tentang male lead dalam drama ini. Bagaimana dengan female lead-nya?

Shin Min Ah yang sekarang naik daun karena drakor “Hometown Cha-Cha-Cha” pertama kali bekerja sama dengan So Ji Sub dalam iklan untuk Giordano.

Ini buktinya:

Si geulis dan si kasep. Untung mereka nggak pernah cinlok ya. Shin Min Ah malah cinlok dengan Kim Woo Bin, model pria yang menggantikan So Ji Sub untuk iklan Giordano. Kabarnya mereka berdua akan menikah dalam waktu dekat.

Shin Min Ah yang cantik punya masalah apa sampai harus melibatkan So Ji Sub sebagai a knight in shining armor?

Berat badan, men. Masalah berat.

Kang Joo Eun (Shin Min Ah) dulunya kurus, tinggi, langsing. Dengan lesung pipi yang memesona, dia dijuluki “Venus of Daegu”, kota tempatnya lahir dan dibesarkan.

Semua pria naksir dia. Sayangnya, pada usia 18 tahun Joo Eun cepat menambatkan hati pada Woo Shik, seorang atlet renang yang berasal dari SMA yang berbeda dari kota yang sama.

Meskipun mereka pindah ke Seoul untuk kuliah, bekerja, dan meraih mimpi masing-masing, mereka tetap berpacaran. Tahu-tahu 15 tahun sudah berlalu dan Joo Eun diputuskan pada hari peringatan jadian mereka.

Seandainyaa Joo Eun menunda pacaran, melihat dunia di luar sana, bertemu banyak pria lain, dia pasti langsung mengenali tanda-tanda Woo Shik yang kehilangan minat dan berselingkuh.

Apa daya, nasi sudah menjadi bubur ayam. Seperti formula drama Korea kebanyakan yaitu “siksalah karakter utama dan buatlah nasibnya semengenaskan mungkin”, Woo Shik berselingkuh dengan Soo Jin, mantan sahabat Joo Eun ketika kuliah.

Tidak berhenti sampai di situ, Soo Jin yang dulu gendut dan sekarang langsing, juga satu kantor dengan dan menjadi atasan Joo Eun yang dulu langsing dan sekarang gendut.

Asem….

Another drakor dengan formula cinta segi empat. Kiri ke kanan: Soo Jin – Young Ho – Joo Eun – Woo Shik. Semuanya profesional muda yang tampan/cantik, keren, mapan, dan mencari cinta. Dua wanita di sini punya masalah dengan berat badan dan penerimaan diri.

Bagaimana Young Ho dan Joo Eun bertemu pertama kali?

Di pesawat dari Amerika Serikat ke Korea Selatan. Dalam keadaan darurat.

Joo Eun pingsan karena kombinasi stres, obat diet, alkohol, dan pemakaian korset yang menekan dada dan perut. Ibu melahirkan pasti tahu susahnya bernapas waktu mengenakan korset.

Pertemuan pertama mereka di pesawat. Saya ingat banget scene ini. Young Ho memarahi Joo Eun, seorang asing baginya, dengan kalimat: “Kamu hanya punya satu tubuh untuk hidup. Kenapa kamu tidak merawatnya baik-baik?”

Young Ho yang punya pengetahuan medis pun menolong Joo Eun. Dari situlah mereka berkali-kali bertemu lagi karena berbagai “kebetulan”, sampai akhirnya Joo Eun memaksa Young Ho untuk menjadi personal trainer-nya.

Salah satu kebetulan dimana Young Ho menyelamatkan Joo Eun dari dipermalukan oleh Woo Shik dan Soo Jin. Totally a knight in shining armor.

Jleb banget kata-kata Young Ho. Pas sekali dengan kondisi saya pasca melahirkan anak ke-3 yang unhealthy, unfit, and unhappy.

Demi menurunkan berat badan untuk membalas dendam pada Woo Shik yang mencampakkannya, Joo Eun sampai pindah ke rumah yang dihuni oleh Young Ho, Joon Sung (Sung Hoon), dan Ji Woong (Henry Lau).

Joon Sung adalah seorang MMA fighter, Ji Woong adalah manajernya, dan Young Ho adalah sponsornya. Young Ho menyelamatkan Joon Sung dari kehidupan jalanan setelah orang Amerika yang mengadopsi Joon Sung menelantarkannya.

Saya sangat menikmati semua proses dan tahapan yang harus dilalui Joo Eun supaya menjadi kurus lagi. Satu nasihat dari Coach-nim yang saya ingat adalah:

Menjadi kurus bukanlah tujuan akhir. Tujuan utama adalah mengembalikan kekuatan tubuhmu.

Setelah menggemuk, tubuh Joo Eun memang melemah. Lututnya sering sakit karena harus menahan berat yang lebih dari semestinya. Dia juga jatuh ke lingkaran setan: (1) tidak puas melihat diri di cermin – (2) makan banyak karena kesal – (3) bertambah gemuk – kembali ke (1), (2), (3) begitu terus ga kelar-kelar.

Untuk latihan di awal Joo Eun disuruh banyak lari dan melakukan plank untuk melatih core tubuh.

Young Ho juga menemukan masalah kesehatan lain yaitu kelenjar tiroid Joo Eun. Masalah itu membuat Joo Eun sulit menurunkan berat badan walaupun dia sudah diet dan berolahraga. Joo Eun memerlukan pengobatan yang disertai dengan usahanya untuk lebih fit.

Di mana porsi cerita cintanya?

Ya, di “witing tresno jalaran soko kulino“. Cinta tumbuh karena sering bersama-sama; cinta tumbuh karena terbiasa.

Mereka berdua (plus wingmen dari Coach-nim) sudah tinggal bersama gitu lho dengan alasan ga ribet kalau mau bangunin Joo Eun buat lari pagi. Sekalian aja bikin Coach-nim dan Joo Eun jatuh cinta, dan Joon Sung dan Ji Woong sebagai “adik ketemu gede” buat Joo Eun. Beres, deh.

Coach-nim dengan wingmen-nya yang ganteng abis.

Apakah cerita cintanya berjalan mulus?

Tentu tidak, bro and sis. Ini drama Korea, tempat dewa baper lahir dan rutin menyiksa batin penghuni drakor wonderland.

Masalah dengan kaki Coach-nim harus muncul lagi. Jadi, waktu kecil Young Ho menderita kanker tulang. Dia terus dimonitor karena khawatir kankernya bakal relapse, dan akhirnya sembuh total.

Makanya Young Ho sangat memperhatikan kebugaran tubuhnya. Dia tahu betul, tanpa tubuh yang sehat seseorang tidak akan bisa apa-apa. Tidak bisa sekolah, tidak bisa bermain, hidup sangat kesepian seperti si kecil Young Ho.

Kanker lenyap berganti dengan … kecelakaan lalu lintas. Ipar dari ayah Young Ho sangat membenci keluarga itu karena adik perempuan (ibu tiri Young Ho) dan keponakannya (saudara Young Ho dari satu ayah dan beda ibu) selalu diabaikan.

Complicated, ya?

Ibu kandung Young Ho meninggal ketika dia kecil. Setelah itu ayah Young Ho melanjutkan usaha mertuanya, tapi dia menikah lagi. Tentu saja nenek dari Young Ho nyuekin istri baru dan anak dari mantan menantunya. Mereka tidak punya hubungan darah gitu lho. Fokus si nenek hanya pada Young Ho semata.

Karena kecelakaan itu kaki Coach-nim hancur. Hatinya lebih lagi. Tak tahan karena akan membuat Joo Eun bersedih, Young Ho menghilang begitu saja tanpa janji untuk kembali.

Pertemuan kembali satu tahun kemudian. Please deh, drakor, mesti ya ada lompatan waktu begini? 😦

Anyway, lompatan waktunya masih masuk akal. Dan kali ini mereka berdua bersatu selamanya. Asyikkk….

Ah, happy ending buat semua.

Oh ya, Woo Shik dan Soo Jin bagaimana? Jadian kayaknya, ya. Mbuh, nggak inget karena mereka kurang penting, hehehe.

Casts favorit akoh. Formula 4 pria – 1 wanita yang awet dipakai mulai dari “Reply 1988” sampai dengan “Hospital Playlist”.

Ending drama ini di episode ke-16 lucu banget.

Jadi, ceritanya Young Ho pergi volunteering ke luar Korea. Joo Eun yang ditinggalkan ternyata udah tek-dung dengan bayi kembar.

Terlepas dari kondisi calon istrinya yang sedang hamil (iyes, mereka belum menikah waktu Young Ho meninggalkan Seoul), Coach-nim kelihatan panik banget karena Joo Eun menggendut lagi. Dia pun cepat-cepat mengajak Joo Eun buat lari dan work out.

Drakor “Oh My Venus” masih bisa disaksikan di Netflix ya, entah sampai kapan.

Selamat menonton!

2 thoughts on “Review Drama Korea: Oh My Venus

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s