Review Drama Korea: My Secret Terrius

Siapa yang tak kenal James Bond? Agen rahasia dengan kode 007 ini sudah naik ke layar lebar sejak tahun 1962 dan diperankan oleh 6 orang aktor, termasuk Daniel Craig. Lewat James Bond kita diperkenalkan pada ancaman akan keselamatan dunia, sikut-menyikut antar negara untuk mendapatkan kekuasaan, persenjataan canggih, mobil sport keren, dan tentu saja wanita-wanita cantik.

Nama besar James Bond dan ketegangan yang selalu mengikutinya sepertinya menjadi inspirasi sebuah drama Korea yang tayang di stasiun tv MBC 2 tahun lalu.

“My Secret Terrius” (2018) berkisah tentang Kim Bon (So Ji Sub), seorang agen rahasia yang sedang bersembunyi setelah operasi yang dia pimpin gagal total. Tiga tahun sebelumnya Kim Bon ditugaskan di Polandia untuk melindungi seorang wanita yang membelot dari Korea Utara dengan membawa rahasia besar. Operasi tersebut bocor, si wanita mati dibunuh, dan Kim Bon dituduh dan dikejar sebagai pelaku pembunuhan.

Dalam persembunyiannya Kim Bon bertetangga dengan sebuah keluarga kecil. Suatu hari sang kepala keluarga tanpa sengaja menyaksikan pembunuhan di dalam sebuah mobil. Sang pembunuh yang menyadari kalau ada saksi mata kemudian mengejar dan membunuh si suami di tempat parkir apartemennya.

Nasib membuat Kim Bon harus terlibat karena pembunuh kali ini adalah orang yang menjebaknya 3 tahun lalu. Kim Bom tahu bahwa si pembunuh pasti akan mengincar Go Ae Rin (istri dalam keluarga itu) dan kedua anak kembarnya, karena khawatir identitasnya akan terungkap lewat black box yang ada di dalam mobil almarhum suami Go Ae Rin.

Kim Bon perlu mengaitkan diri dengan si tetangga supaya bisa menangkap si pembunuh, tapi bagaimana caranya? Ternyata Go Ae Rin sedang mencari pengasuh anak karena ia harus mencari nafkah setelah kematian suaminya. Akhirnya setiap hari Go Ae Rin menitipkan anak-anaknya ke Kim Bon sebelum dia berangkat bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan yang menjual tas mewah.

Keputusannya membuat teman-teman di kompleks apartemennya resah karena menurut mereka Kim Bon terlalu misterius. Menurut mereka lelaki dewasa seperti Kim Bon seharusnya mempunyai pekerjaan tetap dan tidak menjadi pengasuh anak.

Kelompok pertemanan Go Ae Rin ini kocak sekali deh. Mereka terdiri dari seorang ibu yang mengaku fasih berbahasa Inggris (padahal tidak), seorang ibu yang kumpul kebo dengan seorang pria misterius (yang ternyata seorang penjahat), dan seorang bapak rumah tangga. Dinamika percakapan dan keseharian mereka, ditambah usaha mereka untuk ikut memberantas kejahatan, sungguh mengundang gelak tawa dari episode awal sampai akhir. Kim Bon yang menjadi pengasuh anak mau tak mau direkrut menjadi anggota baru mereka menggantikan Go Ae Rin yang bekerja di luar rumah.

Masalah mulai timbul ketika kedok perusahaan tempat Go Ae Rin bekerja pelan-pelan terbuka. Semua tas mewah yang mereka jual sebenarnya merupakan sogokan untuk pejabat-pejabat penting, dan ada kode khusus di setiap tas yang hanya diketahui oleh perusahaan dan oleh orang yang akan disogok.

Go Ae Rin yang dibiarkan menganggur saja di kantor perlahan-lahan mulai curiga dan menyelidiki tas-tas itu, karena temannya yang sangat familiar dengan barang mewah berkata bahwa merk tas yang perusahaannya jual tidak pernah terdengar. Satu-satunya alasan Go Ae Rin diberi pekerjaan sebagai sekretaris (padahal dia sudah menganggur selama 6 tahun karena mengurus keluarga) memang karena dia adalah istri dari saksi mata pembunuhan, dan bosnya di tempat kerja adalah orang yang menyewa si pembunuh.

Di tempat lain, NIS, agensi tempat Kim Bon dulu bekerja, juga menyelidiki kaitan antara kasus kematian suami Go Ae Rin dan seorang pejabat. Dua orang agen rahasia ditugaskan menyamar sebagai pemilik dan penjaga toko tas mewah yang berlokasi di dekat apartemen Go Ae Rin untuk mengamati kalau-kalau si pembunuh mencoba kembali ke sana. Setting tokonya kentara sekali product placement untuk tas mewah merk Rosa. K, hahaha.

Go Ae Rin yang mulai tidak nyaman bekerja di kantornya yang sekarang akhirnya pindah bekerja ke toko Rosa. K, dan akhirnya direkrut untuk membantu Kim Bon dan para agen rahasia untuk menangkap pembunuh suaminya.

Bagaimana seluk-beluk petualangan Go Ae Rin dalam menyelami kehidupan sebagai agen rahasia? Apakah ia bisa belajar banyak dari Kim Bon, atau malah menghambatnya? Bagaimana reaksi Kim Bon, yang selama 3 tahun terakhir merana dan sendirian, setelah mulai mendapat bantuan dari Go Ae Rin dan NIS?

Silakan saksikan sendiri ya. Yang jelas untuk sebuah drama yang ongoing waktu itu tempo dan jeda antar episodenya pas. Satu episodenya hanya 30 menit, jadi total ada 32 episode dalam 8 minggu. Di akhir setiap episode tidak ada adegan yang menggantung/membuat sangat penasaran seperti ‘Crash Landing on You’. CLoY memang keren tiada dua sih ya; ia sudah menjadi standar yang terlalu tinggi untuk sebuah drama Korea.

Ada 3 hal yang paling saya ingat dari drama ini:

1. Waktu suaminya meninggal, Go Ae Rin berbohong pada kedua anaknya dan berkata bahwa ayah mereka sedang pergi ke luar kota untuk waktu yang lama. Jadi anak-anaknya tidak menghadiri pemakaman ayah mereka sendiri (!), tidak bertanya-tanya kenapa ayah mereka tak kunjung pulang, dan terlalu mudah menyambut Kim Bon sebagai sosok pengganti.

Di situ rasanya saya ingin melempar tomat ke layar TV. Wahai penulis naskah, tidakkah ada sedikit saja sense bagaimana rasanya kehilangan seorang suami dan ayah? Bagaimana mungkin keluarga ini begitu saja melupakan sang suami/ayah begitu cepat dalam hitungan 6 bulan? Seandainya ceritanya diberi jeda dan dilanjutkan 6 tahun kemudian saya akan setuju karena masuk akal. Lah ini, 6 bulan sudah siap menyambut ayah baru? Saya murka dengan skenarionya.

2. Waktu Go Ae Rin mulai penasaran dengan aktivitas mencurigakan perusahaan tempat dia bekerja, dia meninggalkan kedua anaknya yang masih berusia 6 tahun sendirian di apartemen mereka untuk kembali ke kantor dan mulai menginvestigasi.

Dalam dunia yang normal dengan orang-orang yang masih berpikiran waras, memangnya ada seorang ibu yang tega melakukan semua itu?

Kelihatan sekali ya kalau kehidupan Go Ae Rin sebelum peristiwa naas menimpanya ternyata KURANG HIBURAN. Rasa penasaran, senang, dan excited-nya karena merasa menjadi bagian dari sesuatu yang besar (operasi rahasia) memang bisa dimaklumi. Tetapi … sampai meninggalkan anak dan melupakan almarhum suami? Ini sudah keterlaluan. Satu lagi nilai minus untuk penulis naskah yang kurang punya common sense.

3. Waktu si pembunuh mencoba menculik kedua anak Go Ae Rin dari tempat bermain di dalam kompleks apartemen, para ibu rumah tangga di situ membuktikan satu senjata yang bisa menaklukkan bahkan seorang pembunuh berbahaya: CHATTING GROUP. Hahaha, asli, sepanjang adegan ini saya tertawa terpingkal-pingkal karena sangat relevan.

Ibu rumah tangga mana yang tidak masuk ke chat group, entah grup kompleks, grup sekolah anak, grup les anak, dll? Tidak ada bukan? Para ibu ini menggunakan chat group dengan sangat efektif dengan cara berbagi informasi live melalui foto dan video untuk mengendus jejak si pembunuh dan kedua anak Go Ae Rin.

Saat kedua anak itu sudah kembali dengan selamat dan si pembunuh kabur dari amukan massa, para ibu RT tidak tinggal diam dan meminta akses ke CCTV di kompleks dan di lokasi di sekitar apartemen untuk melihat wajah si penjahat. Benar-benar the power of emak-emak. Plus dua poin buat penulis naskah untuk plot cerita yang ini.

Sudah jelas ya bahwa drakor ini mengambil banyak unsur dari film James Bond? Kim Bon juga diceritakan memiliki koleksi mobil mewah, persenjataan canggih, uang, dan paspor dengan berbagai identitas di sebuah basement rahasia. Agen rahasia bekerja untuk negara dan dibayar dengan pajak rakyat, jadi bagaimana mungkin sebagai buronan Kim Bon masih bisa mendapatkan semua hal itu? Entahlah.

Ada perbedaan tempat mereka menunggu sebelum/selama menunaikan tugas. James Bond di tempat tersembunyi, Kim Bon di tempat umum yang dilihat publik dan berkedok sebagai pengasuh anak. Sejak teaser drama ini dikeluarkan tanggapan netizen cuma satu: mau dong nanny seperti Kim Bon! Ya jelaslah, ganteng begitu.

Kim Bon selalu berpakaian sederhana: jeans, kaos, hoodie, dan sneaker (semua serba hitam), beserta sepasang kacamata hitam. Penampilan sederhana tidak menyurutkan semangat para emak kompleks untuk melirik Kim Bon setiap kali ia datang ke halte bis untuk menjemput anak-anak Go Ae Rin. Beginilah kalau satu kompleks dengan pria bertampang Oppa di drakor, hahaha.

Hal pertama yang membuat tokoh Kim Bon semenarik James Bond adalah profesi mereka. Di dunia perfilman Amerika dan Korea mungkin James Bond dan Kim Bon bukan satu-satunya tokoh agen rahasia, namun background story, kharisma, dan tugas-tugas yang mereka kerjakan memang cukup untuk membuat kita dengan senang hati mengikuti kisah perjalanan mereka.

Hal kedua yang membuat kita menyukai cerita tentang agen rahasia adalah karena profesi ini tanpa konsekuensi. Mau terbang ke negara mana saja, selalu ada paspor dan uang. Mau membunuh orang, tidak ada keluarga korban yang menjerit pilu dan menuntut balas. Mau kebut-kebutan di jalan dan menghancurkan infrastruktur kota, pasti ada tim dari agensi yang ditugaskan untuk membereskan.

Di tengah dunia dan rutinitas kita sehari-hari ketika apapun yang kita kerjakan pasti ada akibatnya, melihat tindak-tanduk dan petualangan James Bond dan Kim Bon yang tidak memikirkan konsekuensi memang merupakan hiburan tersendiri. Cukup untuk membuat kita lupa sejenak akan kesibukan kita, tapi tidak cukup untuk membuat saya ingin menjadi seorang agen rahasia.

Kehidupan agen rahasia adalah kehidupan yang sepi; tanpa rumah, keluarga, teman, komunitas. Setidaknya itulah yang digambarkan oleh berbagai film. Tugas dan keseharian mereka tak menentu, dan pada akhir sebuah hari/sebuah tugas mereka akan kembali sendirian. Ini bukan jenis kehidupan idaman, setidaknya untuk saya.

Drama Korea ‘My Secret Terrius’ cukup menarik untuk disaksikan di Netflix sambil kita menanti aksi terbaru Daniel Craig. Nantikan film James Bond terbaru, ‘No Time to Die’ di layar lebar mulai bulan April 2020 ya.

 

3 thoughts on “Review Drama Korea: My Secret Terrius

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s