Cinta Itu…

Cinta itu aneh. Cinta bisa bikin orang berubah seketika. Dari judes jadi ramah. Dari cuek jadi pedulian. Dari pelit jadi murah hati. Dan seterusnya.

Lucunya, seminggu terakhir saya melihat bukti nyata cinta itu aneh dan demi cinta orang bisa berkomitmen di luar dugaan justru dari beberapa drama Korea.

Apa sajakah drama-drama itu? Apa yang terjadi pada tokoh utamanya sampai saya mengambil kesimpulan bahwa cinta itu aneh?

Yuk, baca terus. Kaja!

1. Hospital Playlist Season 2

Tepat seminggu telah berlalu sejak penayangan episode terakhir, episode ke-12 dari drakor hits “Hospital Playlist” Season 2. Selama seminggu terakhir penonton masih pada baper dan masih berharap akan ada season 3. Hilalnya sih belum tampak, tapi mari simak bukti nyata cinta itu aneh dari karakter Dokter Lee Ik Jun (Jo Jung Suk) dan Dokter Choi Song Hwa (Jeon Mi Do).

Cinta itu budek.

-Ik Jun-

Jadi, di episode ke-12 diceritakan Ik Jun dan Song Hwa yang sedang dinner date diganggu oleh pertama Ik Sun dan kemudian kedua oleh Jun Wan.

Setelah makan malam yang tidak jadi romantis itu, mereka berempat pergi ke tempat karaoke. Pertama-tama Ik Jun dan Ik Sun memamerkan keahlian mereka bernyanyi dan berjoget yang asli bikin ngakak-ngakak.

Setelah giliran dua bersaudara yang hiperaktif ini, datanglah Song Hwa yang juga ingin menyanyi karaoke. Pada tahu ‘kan bahwa karakter Song Hwa itu…tone deaf; tuli nada yang tidak bisa mengenali nada dan akibatnya tidak bisa menyanyi (aslinya Jeon Mi Do adalah aktris teater yang sangat terkenal di Korea dan pandai menyanyi).

Jadi, waktu Song Hwa mulai menyanyi Jun Wan dan Ik Sun pasang tampang kaget saking jeleknya. Yah, namanya juga staying in the character, yekan.

Namun, di pendengaran Ik Jun, Song Hwa itu sedang menyanyi dengan merdunya untuk dia seorang. Dan memang pas syuting scene itu Jeon Mi Do benar-benar menyanyi dengan bagus. Tampang Jun Wan dan Ik Sun yang mengkeret yang membuat kita para penonton percaya bahwa suara Song Hwa terdengar bagus hanya di telinga Ik Jun dan sumbang di telinga orang lain.

Memanglah, cinta itu budek. Nada lari-lari mah nggak apa-apa. Namanya juga cinta, ya ‘kan Ik Jun Gyosunim?

Yang sudah jadian. Dunia hanya milik berdua, yang lain ngontrak.

2. Hometown Cha-Cha-Cha

Masih mengikuti drama komedi-romantis-receh-bikin baper ini? Saya masih. Setelah episode ke-8 hari Minggu lalu, animo penonton bukannya turun malah terus naik. Bagaimana tidak, semua ikut berbahagia dengan Kim Seon Ho yang dalam waktu 1 bulan sejak penayangan “Hometown Cha-Cha-Cha” sudah dikonfirmasi akan bermain dalam 3 buah film di waktu mendatang.

This year is your year, Oppa.

Nah, di episode ke-8 diceritakan Hong Banjang sakit demam, batuk, pilek karena patah hati hujan-hujanan setelah mengantar obat untuk Dokter Hye Jin.

Keesokan harinya Hye Jin datang membawa obat dan memaksa memasak bubur untuk Du Shik yang sakit parah. Hye Jin yang tiba-tiba pergi karena prit-prit-prit (tonton saja sendiri), meninggalkan pesan supaya Du Shik menghabiskan buburnya sampai sendok penghabisan.

Apakah buburnya enak? Kalau ditilik dari tampang Du Shik yang menyantap bubur dengan lahap, kayaknya sih enak. Ternyata…enggak. Du Shik bilang buburnya terasa asam. Hah? Bubur kok bisa terasa asam?

Dan kita sebagai penonton baru tahu bahwa bubur itu tidak enak sama sekali waktu Du Shik menggerutu begini:

Kok bisa salah masak bubur wong cuma masak beras dan air?

Lah, tampang Hong Banjang waktu makan bubur benar-benar mengecoh. Kalau benar-benar tidak enak, kok makannya sambil senyum-senyum dan HABIS pula?

Dari situlah saya mengambil satu kesimpulan:

Cinta itu baal.

-Hong Du Shik-

Baal dalam bahasa Sunda berarti kebas. Sakit, tapi tidak terasa nyeri. Bubur asam, tapi tetap edible; tetap bisa dimakan.

Itulah yang dialami Du Shik. Rasa cintanya pada Hye Jin membuat dia melupakan tuh segala macam standar rasa. “Pokoknya gua makan habis karena ini Hye Jin yang buat.” Eaaa…. Dan penonton saya pun baper.

Tampang boleh serius membaca pesan Hye Jin, tapi hati pasti sudah jingkrak-jingkrak bahagia.

3. Lovers of the Red Sky

Drama “Lovers of the Red Sky” yang mempertemukan (eciyeh) saya dengan Ahn Hyo Seop ini baru ditayangkan sebanyak enam episode di VIU. Dalam enam episode, karakter Ha Ram yang diperankan Ahn Hyo Seop sudah mengalami transformasi dari:

anak laki-laki berusia 9 tahun dengan penglihatan normal –>

anak laki-laki berusia 9 tahun yang dirasuk setan dan kehilangan penglihatan –>

pemuda ganteng berusia 28 tahun yang buta dan berprofesi sebagai astrologer untuk raja dan istana –>

pemuda ganteng berusia 28 tahun yang buta dan memiliki setan dalam tubuhnya yang ingin lepas sejak dia tidak sengaja bersentuhan dengan Hong Cheon Gi.

Jadi, kondisi terakhir Ha Ram adalah buta dengan indra pendengaran dan peraba yang lebih tajam sejak dia mengalami kebutaan.

Apakah dia masih memiliki sense akan dunia di sekitarnya? Menurut saya, iya, sedikit banyak dia masih ingat bagaimana dunia dan segala isinya sebelum penglihatannya diambil.

Pada suatu malam di saat Hong Cheon Gi (Kim Yoo Jung) berkeluh-kesah di istal kuda gara-gara kontes lukis, datanglah Ha Ram menawarkan untuk pergi berkuda berdua ke tepi danau.

Di situlah mereka saling menguji kemungkinan bahwa mereka berdua adalah teman satu hari (iya, beneran, mereka itu cuma bertemu dan berteman selama 1 hari dulu) yang telah terpisah selama 19 tahun.

Dan di saat itulah Ha Ram meraba wajah Cheon Gi dan terjadilah

Ha Ram and Cheon Gi

kissing under the tree.

Dari scene itu saya mengambil kesimpulan:

Cinta itu bikin melek.

-Ha Ram-

Kondisi buta tidak menghambat usaha Ha Ram untuk mencium Cheon Gi. Bayangkan, buta lho, tanpa bisa melihat kondisi di sekitarnya, tapi Ha Ram bisa dengan mudah menemukan bibir Cheon Gi hanya dengan meraba wajahnya.

-Maafkan, jika kalimat di atas terlalu vulgar.-

Hanya satu kesimpulan dari scene itu, cinta yang berkobar di dalam hati bisa membuat orang buta melek kembali.

Ha Ram dan Cheon Gi sebelum kissing under the tree (2)

Kesimpulan

Maafkan tulisan receh kali ini, tapi beneran lho, dari Ik Jun, Du Shik, dan Ha Ram saya belajar bahwa cinta itu budek, cinta itu baal, dan cinta itu bikin melek. Pokoknya cinta itu aneh dan luar biasa deh.

Kamu punya pengalaman apa soal cinta?

One thought on “Cinta Itu…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s