Review Drama Korea: Hospital Playlist Season 2

Bikin ending drama Korea tuh memang susah-susah-susah. Nggak ada yang namanya susah-susah-gampang, apalagi gampang-gampang-susah.

Bikin ending yang menjawab semua pertanyaan yang menjadi premis cerita SEKALIGUS menyenangkan hati semua netizen itu mustahil bin mustahal.

Nggak bisa memuaskan semua pihak dengan berbagai kepentingan. Screen time terbatas. Waktu syuting susah dan rempong bener karena lagi pandemi; perlu cek-ricek-riricek kondisi kesehatan semua orang (aktor utama, kru, aktor pendukung, dst, dsb).

Setelah 12 episode dan lebih dari 12 jam tayang (beberapa episode berdurasi 2 jam dan 2 jam lebih dikit), apa yang bisa disimpulkan dari drama Korea “Hospital Playlist” Season 2?

Kesan Pertama Drama Ini

Duluuu sekali pada tanggal 21 bulan Juni saya menulis kesan pertama akan drama “Hospital Playlist” Season 2. Tiga bulan berlalu sangat cepat, ya. Terasa dan tidak terasa sekaligus.

Semua orang, netizen ataupun bukan, drakorian ataupun bukan, sangat menanti-nantikan season 2. Season 1 sangat menggebrak di bawah tangan dingin Sutradara Shin Won Ho yang sukses menelurkan drama hits seperti “Reply Series” dan “Prison Playbook”.

Ide ceritanya sangat menarik.

Ada 5 orang dokter yang sudah bersahabat selama 20 tahun. Mereka dulu satu kampus dan sekarang satu kantor di Yulje Medical Center. Pada akhir pekan mereka berkumpul untuk bermain band.

Pernah mendapatkan premis cerita drakor seperti ini? Drama ini yang pertama. Dokter-dokter sibuk bisa bermain band? Wow, sungguhankah? Para aktornya beneran bisa bermain musik atau cuma berakting?

Ternyata ya, kelima aktor utama mulai belajar main alat musik demi mendalami peran mereka.

Selain Jo Jung Suk (general surgeon Lee Ik Jun) yang memang bisa bermain gitar dan bernyanyi karena dia aktor teater dan sering tampil dalam pertunjukan musikal, keempat aktor lain belajar dari dasar sekali.

Jeon Mi Do (neurosurgeon Choi Song Hwa) belajar memainkan gitar bas. Yoo Yeon Seok (pediatric surgeon Ahn Jung Won) belajar memainkan drum, sampai membeli drum dan membuat studio musik di rumahnya. Jung Kyung Ho (cardiothoracic surgeon Kim Jun Wan) belajar memainkan gitar. Dan terakhir Kim Dae Myung (obgyn Yang Seok Hyeong) belajar memainkan piano.

Sekarang kalian semua jago main musik. Semoga jadi modal untuk proyek berikutnya, ya!

Luar biasa, ya. Dedikasi dan fokus untuk peran mereka patut diacungi jempol. Sejak drama ini ditayangkan mereka berlima sudah ditenggarai akan memainkan peran masing-masing untuk jangka waktu lama.

Segitu hype dan booming-nya drakor “Hospital Playlist”. Segitu melekatnya karakter kelima dokter ini di benak penonton, penggemar drakor atau pun tidak. Dan ketika drama ini harus berakhir di season 2, kita semua merasa kehilangan….

Kapal Mana yang Berlayar

Inga-inga, genre drama ini bukan kriminal/thriller/pengadilan, dan sejenisnya yang bikin kemungkinan romansa muncul lebih tipis dari tempe mendoan.

“Hospital Playlist” ini bergenre slice of life. Dan di dalam kehidupan pasti ada cinta. Eaaaa….

Banyak yang kita (wor)ship sepanjang dua musim. Akan tetapi, kapal-kapal manakah yang saling menemukan satu sama lain dan bergandengan berlayar menuju cakrawala baru?

1. Ik Jun – Song Hwa

Saya agak curiga premis drama ini sebenarnya tentang Ik Jun dan Song Hwa yang setelah berdekade-dekade (20 tahun!), saling menyimpan rasa tapi nggak enak sama Seok Hyeong, melalui satu perceraian (Ik Jun) dan satu kali dikhianati pacar (Song Hwa), merasa kagok karena orang ketiga(?) yaitu Ahn Chi Hong, akhirnya…

jadian juga.

Iya, pemirsa, Ik Jun dan Song Hwa akhirnya jadian pada episode ke-11, sudah injury time menjelang season ini berakhir.

Cara jadiannya pun nggak main-main, bikin baper para romance junkie dan worshipper pasangan ini.

Kalau kata Drakor Class: Hujan. Kopi. Cinta.

Bagaimana rasanya jadian dengan orang yang dikenal selama 20 tahun, berteman akrab dengannya, berbagi banyak hal termasuk setengah masa hidup? Mungkin agak kagok, ya?

Pantesan Song Hwa geli sendiri waktu dia dan Ik Jun makan bersama dan Ik Jun pengen suap-suapan. Duh, sebagai orang seumuran saya juga geli melihatnya. Kayak lihat ABG yang baru pertama kali pacaran, hahaha.

Pada episode ke-12 ditunjukkan Ik Jun dan Song Hwa camping bareng tanpa U Ju, dan mereka tidur satu tenda. Oke, mari kita berharap yang baik terjadi pada mereka sesudah itu (menikah, kasih U Ju adek, dan seterusnya).

2. Jun Wan – Ik Sun

Sebenarnya ini pasangan favorit saya.

Jun Wan itu menjadi unik karena akting Jung Kyung Ho. Dengan satu wajah saja dia bisa menunjukkan akting jutek, manis, perhatian, marah, bengong, dan rakus (dia dijuluki 1 dari 2 anak babi bersama Song Hwa karena selera makan yang bikin penonton ngakak).

Akhir kisah romansa Jun Wan dengan Ik Sun tidak digambarkan dengan jelas. Progress hubungan mereka berdua setelah “kebetulan” ketemu dalam satu bis, setelah Jun Wan tahu Ik Sun sakit, setelah mereka jadi lebih sering bertemu karena Ik Jun, tidak digali mendalam.

Daku kecewa. Sedih deh, padahal Jun Wan ini kelihatan tambah cakep kalau lagi nelangsa dan galau.

Pertemuan kembali, berbaikan yang diiringi bulir air mata Ik Sun, berlatar belakang senja yang turun. Kurang indah apa, coba?

3. Jung Won – Gyeo Ul

Uri winter garden couple (Jung Won artinya garden,Gyeo Ul artinya winter. Cakep, ya?) adalah salah satu alasan orang-orang sangat menantikan season 2.

Bayangkan, season 1 diakhiri dengan Gyeo Ul minta Jung Won Gyosunim tidak pergi ke Italia untuk menjadi pastor, dan permintaan ini dibalas dengan ciuman oleh Andrea. Tentu penonton baper.

What’s next? Ayo, 2021 cepatlah datang.

Ternyata di season 2 hubungan mereka terlalu … manis? Andrea terlalu baik, nggak pernah marah. Gyeo Ul juga nggak seberbinar waktu masih mengagumi Andrea dari jauh di season 1.

Rasanya ada yang kurang. Bahkan scene Andrea mempersiapkan cincin untuk melamar Gyeo Ul (meskipun akhirnya gagal) ternyata kurang menggetarkan. Entah apa yang salah.

Adegan menyatakan yang saya paling sukai dari “Hospital Playlist”. Nomor satu di hatiku!

Pada akhir season 2 diceritakan Andrea mau belajar ke Amerika Serikat selama 1 tahun dan dia akan mengajak Gyeo Ul. Band Mido Parasol mau tak mau harus bubar tanpa kehadiran Andrea.

Saya lebih sedih karena kehilangan band yang super manis ini daripada karena season 3 yang kemungkinan besar (banget) tidak akan pernah ada.

4. Seok Hyeong – Chuchu

Nah ini cerita cinta yang ngenes. Saya antara kagum dan kasihan sama karakter Chu Min Ha, atau yang akrab dipanggil Chuchu, residen di Departemen Obgyn yang kacida pisan sukanya sama Seok Hyeong.

Call me old fashioned, tapi menurut saya yang namanya natur pria itu ya mengejar. Wanita yang memberi jawaban iya atau tidak. Pria yang dikejar yang saya tahu biasanya (tidak selalu ya, mungkin ada kasus lain) cenderung tidak menghargai perasaan pasangannya bahkan setelah mereka jadian.

Kalau Chuchu ‘kan selalu frontal bilang suka, nunjukin perhatian dan kekhawatiran. Ditolak mentah-mentah nggak bikin dia kapok. Dablek aja.

Berjalan sendirian dan patah hati di bawah salju sambil bawa kado Natal untuk diri sendiri. Makan sendirian di restoran mahal sambil berpura-pura ada teman makan karena Seok Hyeong tidak datang. Menyatakan cinta duluan. Nggak ada yang nggak dilakoni oleh Chuchu.

Melihat dia akhirnya jadian dengan Seok Hyeong saya tuh jadi galau. Antara ingin mengucapkan selamat karena sudah mendapatkan target operasinya, atau mengucapkan “kamu bisa berhenti mengakui perasaanmu” seperti yang diucapkan oleh Seok Hyeong.

Entahlah, tapi saya tidak seantusias netizen yang lain soal mereka berdua. Chuchu sudah di batas menyedihkan dan habis-habisan sih sama si Bear.

Saya malah cenderung ingin memarahi Chuchu:

Kayak nggak ada laki-laki lain aja di dunia ini, Chu?

Scene pacaran Seok Hyeong – Chuchu yang menutup season 2. Tak disangka Bear bisa jadi pacar yang manis. Namja-nya kelihatan banget di sini. Apa kamu termasuk yang bersorak waktu mereka kisseu? Hahaha.

Season 2 tidak menunjukkan Chuchu dikenalkan pada Mama Bear yang kolot dan nyebelin sama mantan menantu. Kalau kenalan, pasti mereka berdua kaget karena dulu mereka pernah berselisih paham di kafetaria Yulje.

Apa ini petunjuk adanya potensi season 3? Mari terus berharap.

5. Tante Rosa – Chairman Joo

Yang ini Teman Tapi Mesra. Sama-sama menduda dan menjanda, kenapa nggak jadian aja sih?

Pasti itu yang ada di benak penonton dan teman-teman Andrea, kecuali di benak Andrea sendiri. Bolak-balik Andrea ngotot.

They’re just friends. Mereka cuma teman, kok.

Yeah, right. Padahal Chairman Joo sering menginap di rumah Tante Rosa. Mereka ke mana-mana berdua, makan bersama, bahkan di akhir season 2 diceritakan berencana wisata religi berdua. Andrea ini menyadari, tapi menyangkal, atau bagaimana sih?

Tante Rosa yang sassy dan Chairman Joo yang sering cranky.

Kalau ada season berikutnya, maka semoga pasangan ini pun benar-benar berlayar. Mari terus berharap (2).

PS: Saya suka banget sama akting dan karir aktris senior Kim Hae Sook si pemeran Tante Rosa, sampai-sampai menulis profil lengkap beliau di sini.

Kasus Medis yang Ditampilkan

“Hospital Playlist” tidak semedok drama medikal produk Hollywood seperti “ER”, “Grey’s Anatomy”, dan sebagainya.

Di serial drama Barat kasus medisnya ada banyak sekali, lengkap dengan berbagai macam spesialisasi dokter. Di “Hospital Playlist” kasus-kasusnya cenderung independen, walaupun ada kasus yang dipertahankan atau dimunculkan kembali di awal dan akhir season sebagai benang merah tema.

Terus terang, kasus yang saya paling ingat hanya ada dua:

  1. Sepasang sahabat dimana sahabat yang kaya akan menjadi donor liver untuk sahabatnya yang miskin. Saya sempat was-was di episode ini. Duh, jangan sampai NF masukin unsur yang belok-belok kayak di “Racket Boys”. Untunglah tidak ada hal aneh terjadi. Dari kasus ini saya jadi tahu bahwa di Korea ada badan khusus yang memverifikasi permintaan transplantasi organ, untuk menjamin ketiadaan tekanan atau insentif dari pihak yang diuntungkan. Bagus ya, ini demi menghindari praktek perdagangan organ yang juga diangkat di dalam drama “Taxi Driver”.
  2. Seorang bapak yang overweight menerima transplantasi liver dari anaknya yang underweight. Untung Ik Jun bisa mengakali ukuran liver yang jomplang. Sedihnya, beberapa bulan kemudian si bapak harus dioperasi jantung. Ketika cerita disangka mulai tenang, eh si bapak balik lagi ke Yulje dengan kasus pendarahan otak yang mengakibatkan brain death. Kasus ini mengingatkan saya betapa rapuhnya hidup dan manusia.

Kedekatan dengan Kondisi Sebenarnya

Maksud saya adalah kedekatan dengan kondisi sebenarnya di rumah sakit di Indonesia.

Saya tidak memiliki perbandingan selain antara rumah sakit di Korea Selatan dan di Indonesia. Yang saya tahu, setelah meraih gelar sarjana ilmu kedokteran, seorang calon dokter harus menjalani ko-as. Gelar mereka bertingkat mulai dari intern-resident-fellow sebelum menjadi dokter spesialis.

Suka-duka menjadi intern/resident/fellow ditunjukkan dengan baik di sini, kalau berdasarkan sharing dari teman-teman dan adik saya yang berprofesi dokter.

Tidur di ruang jaga? Checked.

Rekan kerja stres, burned out, dan kabur tanpa penjelasan? Checked.

Tidak sempat makan dan mandi karena belajar terus? Checked.

Merasa ingin menyerah dan putus di tengah jalan menjadi dokter karena beban studi, beban kerja, dan penghasilan minim? Checked.

Cinlok karena ketemunya dia lagi, dia lagi, di situ lagi, di situ lagi. Checked. Empat dari lima dokter Yulje kesayangan kita cinlok pan?

Banyak nama karakter pendukung yang saya tidak ingat karena ada begitu banyak intern/resident/fellow. But again, “Hospital Playlist” ‘kan utamanya tentang Ik Jun dan kawan-kawan.

Udah? Gitu Doang?

Saya tadi sempat scanning media sosial seusai menonton episode 12 dan saya menemukan banyak sekali pertanyaan netizen.

Katanya episode finale akan berdurasi 2 jam 40 menit.

Kok ini hanya 2 jam? Berapa bagian signifikan yang terpaksa dipotong? Dipotong untuk membuka kemungkinan season selanjutnya, atau bagaimana?

Udah? Gitu doang?

Ini pertanyaan yang saya lihat paling banyak bertaburan di media sosial malam ini.

Banyak ketidakpuasan karena mood episode penghujung ini beda banget sama episode 11 yang bikin netizen histeris. Segala macam perasaan dalam hati; cinta, keraguan, syukur, kekhawatiran, haru, ingin melindungi, penyesalan, dan seterusnya ditampilkan dengan sangat baik di episode 11.

Melanjutkan ke episode 12 terasa seperti naik roller coaster sampai ke puncak paling atas lalu dihempaskan begitu saja ke tanah. Antiklimaksnya kurang smooth. Feeling antara kedua episode akhir ini terlalu nge-gap. Akibatnya penonton dan netizen bingung harus bereaksi seperti apa.

Bikin ending yang bagus itu memanG susah

Susah, susah, dan susah. Kembali lagi ke pernyataan saya di awal tulisan ini.

Banyak netizen yang maklum dengan ending-nya yang begitu karena di penghujung episode 12 pose mereka berlima yang menatap senja itu seperti poster promosi di awal-awal Season 1.

Pose yang ini. Kalau kata Ik Jun, “Sudah waktunya pulang.” Entah kenapa penonton mendapat kesan Ik Jun menyiratkan akting mereka sebagai dokter cukup sampai di situ. I’m so broken-hearted.

It’s like going full circle. You end up where you began in the first place.

Akan Selalu di Hati

Terlepas dari semua kekurangan, pertanyaan yang tidak terjawab, dan ketidakpastian, drama Korea “Hospital Playlist” tetap menjadi salah satu drama yang paling banyak dinantikan orang.

Saya tidak bicara tentang rating, ya. Ini hanya pengamatan sepintas terhadap animo publik yang muncul di forum-forum dan berbagai platform dari tahun 2020 sampai dengan penayangan episode terakhirnya malam ini. Data-data itu riil, meskipun mentah.

Suami saya yang sangat pemilih dalam hal menonton dan tidak suka drama Korea karena cenderung lambat, malah mengikuti season 2 dan menonton mundur season 1.

Sudah seminggu ini tiada hari berlalu tanpa pemutaran lagu-lagu OST “Hospital Playlist” di rumah, gara-gara dia menonton Ik Jun menyanyikan “It’s My Life”-nya Bon Jovi. Wah, ternyata dia kesengsem banget sama band Mido Parasol.

Akhir kata, Jun Wan, Ik Jun, Andrea, Song Hwa, dan Seok Hyeong akan selalu di hati.

이제 끝났어.

우리 의사들, 안녕히가세요.

너무 고맙다! 💜💜💜💜💜


고생했다. 수고했다. 💜💜💜💜💜

3 thoughts on “Review Drama Korea: Hospital Playlist Season 2

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s