Tentang Membuat Konten untuk Orang Lain

Pada awal tahun ini saya mengikuti tantangan membaca yang diadakan oleh sebuah penerbit besar. Oleh karena pada dasarnya saya suka membaca dan mengulas, saya memberanikan diri untuk mengikuti tantangannya. Tugasnya sederhana saja: membaca novel-novel klasik, mereviewnya, dan membagikannya di media sosial saya dengan sederet tagar. Hadiahnya? Katanya book cover dan voucher berlangganan aplikasi membaca digital. … Continue reading Tentang Membuat Konten untuk Orang Lain

Mindfulness, Multitasking, dan Kebiasaan Menunda-Nunda

Di tengah usaha saya untuk selalu mindful setiap detik dalam hidup saya tahun ini, saya jadi banyak berpikir dan mendapatkan pemahaman baru. Multitasking itu bukan lagi untuk saya. Ketika saya masih berusia 20 tahunan, multitasking terlihat keren dan feasible. Mampu menyelesaikan banyak hal dalam satu rentang waktu (kalau bisa durasi yang singkat), wow siapa yang … Continue reading Mindfulness, Multitasking, dan Kebiasaan Menunda-Nunda

Mengapa Kita Membutuhkan Keberanian?

Anak saya yang bungsu mulai bisa berjalan ketika pandemi mulai merebak di Indonesia. Sebagai anak yang tumbuh besar di masa pandemi, dia memiliki kontak minim dengan orang-orang selain keluarga dan aktivitas minim di luar rumah. Untunglah selama setahun terakhir kami memiliki tetangga baru dengan dua anak berusia 10 dan 6 tahun. Bersama kakak dan abangnya, … Continue reading Mengapa Kita Membutuhkan Keberanian?

Tentang Resolusi

Pada hari ke-2 di tahun ini (what?! sudah hari ke-2 lagi?!) saya masih memikirkan tentang resolusi. Saya teringat tulisan lama tentang resolusi, sebuah tulisan yang memberi dorongan untuk memecah-mecah target-target yang besar itu menjadi target-target kecil yang lebih terukur. Tadi malam saya berbincang-bincang dengan suami tentang ini. Sebelum diskusi kami dimulai pun saya sebenarnya sudah … Continue reading Tentang Resolusi

Dengan Sengaja Menjauhkan Diri dari HP

Hari pertama pada tahun ini saya mengejar satu hal: Mindfulness. Semalaman saya tidak tidur nyenyak, memikirkan luka lama dan harus bagaimana di tahun yang baru. Ketika bangun, matahari sudah tinggi. Hari tidak lagi pagi dan saya kembali berpikir. Apa yang harus berubah? Apa yang harus diubah? Tanpa bertekad muluk-muluk saya ingin menghargai setiap detik yang … Continue reading Dengan Sengaja Menjauhkan Diri dari HP