Mengapa Wanita Itu Tidak Mengenakan Bra?

Pada tahun 2012 kami tinggal di Swis untuk beberapa waktu dan kami berkesempatan merasakan musim semi, musim panas, dan musim gugur di sana. Ketika cuaca mulai hangat, orang-orang akan menanggalkan pakaian tebal dan mengenakan pakaian yang lebih tipis. Pada suatu hari Sabtu sore di bulan Agustus, saya berdiri di sebelah seorang wanita paruh-baya di halte … Continue reading Mengapa Wanita Itu Tidak Mengenakan Bra?

Why Wouldn’t She Wear Any Bra?

In 2012 we lived for a brief time in Switzerland, where we got the chance to experience spring, summer, and autumn there. When the weather was warmer, people started to shed thick clothing and wear lighter one. One Saturday afternoon in August, while waiting for the bus to take me home, I saw a middle-aged … Continue reading Why Wouldn’t She Wear Any Bra?

Kalimat Bersayap Politikus

Beberapa saat setelah saya meng-upload post berjudul Dikotomi Pribumi dan Nonpribumi, seorang pembaca post saya di aplikasi wordpress.com mengirimkan pesan yang isinya kurang lebih sebagai berikut: Saya sudah baca pidato gubernur anies dan kata pribumi yang dia pakai tidak menunjuk suku apa pun. Mungkin ga pribumi yang dia maksud adalah WNI? Sejujurnya, pemikiran itu sempat terlintas di benak … Continue reading Kalimat Bersayap Politikus

Dikotomi Pribumi dan Nonpribumi

Belum 24 jam sejak beliau dilantik, jagat media sosial sudah gusar dengan pemakaian istilah pribumi (dan juga kolonialisme) dalam pidato politik beliau yang pertama. Apakah pribumi? Apakah nonpribumi? Karena kita orang Indonesia, mari kita merujuk pada acuan berbahasa yang resmi di negara kita yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menurut KBBI, pribumi berarti penghuni asli; yang berasal … Continue reading Dikotomi Pribumi dan Nonpribumi

Ah Sudahlah

Sosmed dalam enam bulan terakhir udah kayak medan perang dunia gara-gara pilkada. Ga di FB, IG, dan Twitter semua orang siap dengan amunisinya masing-masing. Cara nembaknya ga melulu frontal pake pistol dan tangan kosong doang lho, cara halus nyindir-nyinyir-nyenggol-nyelekit dikit kayak orang main ketapel juga dipake. Ayolah, manusia-manusia, kapankah semua ini akan berakhir? Naga-naganya ga … Continue reading Ah Sudahlah