Bukan Kampret, Apalagi Cebong

Mamak dongkol. Menjelang debat Pilpres putaran kedua timeline di medsos mamak mulai penuh dengan orang kelahi. Sudah banyak yang ku-unfollow waktu Pilpres 2014, ada juga yang ujung-ujungnya ku-unfriend karena sudah terlalu menyebalkan. Bayangkanlah, pagi-siang-malam, politik terus bahasannya. Isi medsos-nya penuh dengan sanjungan buat capres pilihannya, tapi lucunya ga ada opini dia yang orisinil. Semuanya hasil … Continue reading Bukan Kampret, Apalagi Cebong

Wajibkah Pemerintah Menyediakan Lapangan Kerja?

Perdebatan tentang isu kedatangan (atau keberadaan?) TKA buruh kasar dari China menghiasi timeline media sosial saya (terutama Facebook) selama dua pekan terakhir. Sebagai mantan pekerja korporasi yang bergelut di bidang Human Resources sangatlah menarik untuk mengamati sudut pandang dan standpoint dari para bekas kolega, dan juga komentar-komentar yang dilontarkan oleh teman-teman mereka terhadap status-status di … Continue reading Wajibkah Pemerintah Menyediakan Lapangan Kerja?

Menyoal EBY yang Membela Dokter Terawan

Saya pertama kali mendengar nama dokter Terawan tahun lalu, sesaat setelah ibu saya mendapat serangan stroke yang pertama. Ibu saya orang yang aktif dan relatif sehat, jadi tidak ada yang menduga serangan stroke ini akan terjadi. Waktu tetangga saya tahu tentang kondisi ibu saya, dia langsung menyarankan kami untuk berobat ke dokter Terawan di RSPAD … Continue reading Menyoal EBY yang Membela Dokter Terawan

Calon Politikus: Mencari Dukungan Lewat Jaringan Pertemanan

Pada tahun 2017 lalu saya diajak mengikuti reuni dengan teman-teman kuliah untuk merayakan 17 tahun sejak pertama kali berkenalan. Sebelum reuni berlangsung saya juga diundang masuk ke group Whatsapp alumni angkatan, dimana saya masih bertahan di situ sampai sekarang. Teman-teman kuliah saya adalah orang-orang yang tidak pernah kontak/berkomunikasi dengan saya selama kurang-lebih 13 tahun sejak … Continue reading Calon Politikus: Mencari Dukungan Lewat Jaringan Pertemanan

Sebuah Cangkir Keramik dan Kebohongan yang Disengaja

Bulan lalu saya pergi ke Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua, Jakarta dengan teman saya untuk belajar membuat keramik. Teman saya sudah pernah ke sana dan berhasil membuat sebuah mangkok besar, sedangkan kali ini adalah kali pertama untuk saya. Di sana saya membuat dua buah cangkir untuk kedua anak saya dari satu kilogram … Continue reading Sebuah Cangkir Keramik dan Kebohongan yang Disengaja