Marketing dan Promosi Buku “Randomness Inside My Head”

Randomness Inside My Head adalah sebuah buku indie, kumpulan 12 cerpen dalam bahasa Inggris, yang saya terbitkan di akhir tahun 2016. Sebagai penulis indie, kegiatan marketing dan promosi buku ini digagas oleh saya dan dieksekusi dengan bantuan berbagai partner bisnis saya. Selama kurang lebih 8 bulan, kegiatan marketing dan promosi yang sudah saya jalani adalah sebagai berikut:

 

1. Menyelenggarakan Creative Writing Workshop untuk Pelajar Usia 11-18 tahun.

Workshop yang saya buat pertama kali adalah di bulan November 2016 untuk membekali siswa-siswi Sekolah Mentari Cengkareng sebelum mereka mengikuti lomba menulis prosa dan puisi dalam rangka Book Week yang diselenggarakan oleh sekolah mereka. Workshop saya bagi 2, untuk siswa kelas 6-7 dan untuk siswa kelas 8-10, untuk menyesuaikan dengan kemampuan berbahasa dan menulis mereka.

 

 

Di bulan Juni 2017 saya menyelenggarakan workshop yang sama untuk siswa SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta. Workshop kali ini adalah bagian dari serangkaian acara untuk membekali siswa SMAK 1 dengan keterampilan di luar pelajaran sekolah, seperti: fotografi, jurnalistik, make-up, dan menulis.

 

 

Passion saya adalah menulis dan mendidik, dan saya sangat senang bisa berbagi ilmu dengan dan membantu mengembangkan minat menulis dari anak-anak sekolah tersebut.

 

2. Mengadakan Book Launch.

Pada bulan April 2017 saya mengadakan book launch di Toko Buku Gramedia Mal Central Park, Jakarta Barat. Acara ini disponsori oleh Gramedia, Mal Central Park, EF English Course, O Channel TV, Goodreads Indonesia, Situs Berita Online Tempo.co, dan Tempo Store. Dalam acara ini saya mengadakan talk show dengan para pembaca RIMH versi pertama dan versi kedua yang sekarang beredar di toko buku. Saya juga roll-out secara resmi Creative Writing Workshop untuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah Jabodetabek. Sebagai acara penutup ada Reading Out Loud Competition, yaitu kompetisi membaca beberapa paragraf dari buku saya bagi para hadirin dan undangan dari sekolah-sekolah, yang disponsori oleh EF English Course.

 

 

 

3. Mengisi acara talk show di televisi.

Pada bulan Januari 2017 saya diundang ke program Daybreak di World News Channel MNCTV. Dalam program ini saya bicara tentang alasan “Randomness Inside My Head” ditulis dalam bahasa Inggris, apa yang menjadi inspirasi saya untuk menulis, dan proyek-proyek yang akan saya kerjakan setelah RIMH.

 

 

 

4. Menghadiri interview di radio.

Seorang penyiar di Radio Sindo Trijaya 104.6 FM datang ke acara book launch saya. Setelah itu saya diundang untuk menjadi nara sumber di acara Komunitas Buku yang mereka siarkan setiap hari Minggu pukul 10 – 11 pagi. Dalam acara ini saya berbagi pendapat tentang peran talenta dan kerja keras untuk menjadi seorang penulis, arah dan tujuan saya menulis cerita dan menerbitkan buku, dan bagaimana buku “Randomness Inside My Head” telah mengubah hidup saya secara pribadi dan bisa memberi sudut pandang baru terhadap makna kehilangan dan harapan bagi para pembacanya.

 

 

 

5. Berbagi lewat seminar online di TasoLt.

TasoLt didirikan oleh sekelompok anak muda Indonesia yang berkiprah profesional di luar negeri yang ingin memberikan sumbangsih positif kepada Indonesia. TasoLt mengambil format seminar online untuk memberi wadah bagi orang-orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi untuk berbagi dan menginspirasi orang lain. Dalam seminar kali ini saya berpartner dengan Sari Agustia (Tia), teman sekelas waktu kelas 3 SMA, yang sudah menulis novel Love Fate (Elex Media, 2015). Tia adalah salah satu inspirasi saya untuk menulis, dan saya sungguh senang bisa bersama Tia berbagi pengalaman kami tentang menerbitkan buku dari jalur penerbit major dan jalur independen. Untuk informasi lebih lanjut tentang seminar-seminar online yang sudah dan akan diadakan oleh TasoLt, bisa cek website-nya: http://www.tasolt.com dan channel Youtube: TasoLt.

 

 

Di bulan Agustus mendatang saya berencana mengadakan dua buah aktivitas promosi lagi. Aktivitas seperti apakah itu? Nantikan laporan selanjutnya ya!

Terima kasih sudah mengambil bagian dalam perjalanan hidup saya yang satu ini. 🙂

Creative Writing Workshop di SMAK 1 BPK Penabur Jakarta

Sejak TK sampai dengan SMP saya bersekolah di Yayasan BPK Penabur di kota Bandung. Di akhir kelas 3 SMP, wali kelas saya waktu itu menyarankan saya untuk melanjutkan sekolah ke SMAK 1 BPK Penabur di Jakarta, karena SMA itu paling bagus di antara semua SMA di bawah Yayasan BPK Penabur, dan waktu itu mama saya sedang sekolah di Jakarta. Walaupun pada akhirnya saya memilih melanjutkan sekolah ke SMAN 3 Bandung, pada suatu waktu saya pernah berada di persimpangan pilihan di mana salah satu pilihannya adalah SMAK 1 BPK Penabur Jakarta. Waktu book launch buku Randomness Inside My Head tanggal 8 April lalu, salah seorang wakil kepala sekolah SMAK 1 ikut hadir. Singkat cerita saya diundang untuk menyelenggarakan workshop Creative Writing untuk siswa SMAK 1 kelas 10 dan 11 pada tanggal 9 Juni 2017.

Workshop dimulai pukul 8 pagi dengan presentasi tentang  definisi, bentuk, elemen Creative Writing dan cara menerbitkan buku (baik secara independen ataupun melalui penerbit) yang disampaikan dalam 45 menit. Setelah itu saya mengadakan Latihan 1 (membahas 4 elemen Creative Writing dalam cerita Prince Charming dari buku RIMH), dan Latihan 2 (siswa membentuk kelompok berisi 5-6 orang untuk menulis cerpen dalam waktu 30 menit).

Saya sangat mengagumi kreativitas siswa SMAK 1. Saya hanya memberikan 6 buah karakter fiksi dan mereka bisa mengembangkannya menjadi 3 buah cerita kriminal dan 3 buah cerita drama. Dalam 30 menit mereka bisa menulis cerpen di 1 lembar kertas B5 dengan bahasa Indonesia yang bagus. Dan walaupun cerita yang mereka buat banyak yang belum selesai ditulis, tapi siswa yang mempresentasikan setelah sesi kerja kelompok bisa menjelaskan secara lisan apa tujuan akhir dari cerita mereka (mengacu pada 4 elemen Creative Writing: Karakter – Lokasi – Plot – Tujuan).

Enam karakter fiksi yang saya berikan adalah sebagai berikut:

 

1. Mikayla yang sedang duduk di taman sekolah (KRIMINAL)

Pencerita di cerpen ini adalah sahabat Mikayla yang bercerita dari sudut pandang orang ke-3 (POV 3). Mikayla adalah siswa SMA dan suatu hari dia ditabrak mobil sampai dia lumpuh. Setelah kecelakaan itu, Mikayla mengalami depresi dan sehari-hari dia hanya duduk merenung di taman sekolah. Sampai pada akhirnya dia berniat untuk mencari tahu siapa pengemudi mobil yang telah menabraknya. Mikayla juga merasa bahwa sahabatnya (si pencerita) tidak bisa mengerti penderitaannya, sehingga pada akhir cerita dia membunuh si pengemudi mobil yang membuat dia lumpuh, sahabatnya, dan kemudian dirinya sendiri. Mikayla yang sedang duduk di taman sekolah sebelum dia bunuh diri adalah adegan terakhir dari cerpen yang dibuat oleh kelompok 1. Cerpen ini ringkas dan memiliki akhir yang tak terduga. Kisah tentang kecelakaan yang dialami dan akhir hidup Mikayla diceritakan dengan cepat oleh POV 3.

2. Pemadam kebakaran di depan sebuah ruko (KRIMINAL)

Kebetulan SMAK 1 BPK terletak dekat dengan stasiun pemadam kebakaran dan juga berseberangan dengan sebuah kompleks ruko, sehingga Kelompok 2 dengan kreatifnya menciptakan sosok seorang arsonis  (seorang yang dengan sengaja menciptakan kebakaran karena niat jahat) yang tinggal di ruko yang berseberangan dengan stasiun pemadam kebakaran. Setiap hari dia bisa melihat aktivitas para pemadam kebakaran dari jendela tempat tinggalnya. Cerpen ini menceritakan dengan detail kebiasaan sehari-hari dan kesenangan yang dirasakan oleh seorang arsonis pada saat melihat api dan mencium bau asap. Seandainya waktu latihan lebih panjang, plot di cerpen mereka bisa dikembangkan menjadi misalnya: si arsonis bertanggung jawab atas salah satu kebakaran yang baru dipadamkan oleh para petugas yang bekerja di seberang ruko tempat tinggalnya.

3. Seorang lelaki muda yang merokok sambil bersandar pada tiang infus (DRAMA)

Kelompok 3 membuat lelaki muda yang merokok itu bersandar pada tiang infus yang sedang dipakai untuk menyelamatkan pacarnya yang masuk rumah sakit. Cerpen dari kelompok ini adalah tentang sepasang kekasih dimana si wanita hamil di luar nikah dan mengalami keguguran. Yang membuat saya penasaran, si lelaki muda merokok karena lega atau karena frustasi sudah kehilangan jabang bayi? Anyway, kelompok ini menggunakan sudut pandang orang ke-1 (POV 1) secara bergantian, si lelaki dan kekasihnya. Walaupun penjabaran pikiran dan perasaan setiap tokoh jadi mendalam, tapi pendengar presentasi perlu menebak-nebak dulu siapa tokoh yang sedang mendapat giliran untuk bercerita.

4. Seorang wanita berpakaian serba biru (DRAMA)

Kelompok 4 mengambil lokasi sebuah kota di masa depan yang tertutup polusi dan hanya berwarna abu-abu. Penduduk kota tersebut juga punya mood yang sama dengan kotanya, sehingga pakaian mereka selalu berwarna gelap. Tersebutlah seorang lelaki yang mencoba mengubah kekelaman kotanya dengan menanam tanaman hijau dan bunga beraneka warna. Usahanya tidak kunjung membuahkan hasil walaupun dia selalu rajin menyiram dan merawat tanaman sekuat tenaganya. Suatu ketika dia melewati sebuah halte bis dan melihat seorang wanita berpakaian serba biru sedang mengamati bunga berwarna biru yang baru tumbuh di situ. Lelaki itu berhenti berjalan dan kemudian menghampiri si wanita berpakaian serba biru. Dia merasa takjub karena bunga di halte bis itu adalah bunga pertama yang dia lihat tumbuh di kotanya setelah sekian lama. Dia merasa kehadiran wanita itu adalah pertanda bahwa dia akan memiliki teman baru untuk membawa perubahan pada kotanya. Menurut saya cerpen yang mereka tulis ini sangat puitis. Waktu saya menciptakan karakter ini, saya sedang melihat anak saya yang memakai piyama biru. Saya mengagumi kemampuan kelompok ini dalam menciptakan cerita dengan elemen karakter – lokasi – plot – tujuan yang lengkap dan singkat, dan dengan pesan “harapan itu ada” yang begitu kuat.

5. Presiden dari negara termiskin di dunia (KRIMINAL)

Kelompok 5 adalah satu-satunya kelompok yang menulis cerpennya dalam bahasa Inggris (semoga mereka terinspirasi oleh buku saya, hehe). Cerpen yang mereka tulis dipenuhi dengan dialog cepat antara seorang wanita yang merupakan presiden dari negara termiskin di dunia dan panglima militernya. Lokasi yang mereka ambil adalah istana si presiden tanpa menggambarkan secara detail bagaimana penampakan sebuah istana. Hanya ada satu plot yang diceritakan, yaitu saat si presiden hendak menghalau rakyat miskin yang hendak memasuki istananya dengan cara menembakkan senjata pada orang-orang itu. Tanpa disangka, orang kepercayaan si presiden yang merupakan ajudan dan panglima militernya tidak menyetujui tindakan tersebut dan alih-alih menembak si presiden (tujuan akhir cerita). Cerpen ini punya potensi yang sangat besar untuk menjadi cerita panjang ataupun novel tentang menjadi presiden dan tentang pengkhianatan oleh orang terdekat.

6. Seorang dokter yang tidak menghentikan mobilnya saat dia melewati tempat kejadian kecelakaan lalu-lintas (DRAMA)

Kelompok ini satu-satunya yang memberi nama pada karakternya. Budiman Astuti adalah seorang dokter yang sedang dalam perjalanan ke pemakaman ibunya. Di jalan tol dia melihat ada kecelakaan terjadi antara sebuah truk dan sebuah mobil. Pikirannya sedang tertuju pada ibunya dan dia tidak merasa mesti menolong korban kecelakaan itu. Dia meyakini akan ada orang lain yang datang menolong para korban. Tujuannya hanya satu, bertemu ibunya sesegera mungkin. Karena pikirannya yang kalut, Budiman Astuti tidak menyadari kalau mobil Chevrolet pinknya berjalan melebihi batas kecepatan dan akhirnya mengalami kecelakaan juga. Saat dia membuka mata, dia melihat ibunya yang sedang menatapnya keheranan. “Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya ibunya. “Di mana aku?” “Ini di pintu surga,” jawab ibunya. “Aku tadi sedang dalam perjalanan untuk menemuimu, Bu.” “Kamu sedang menemuiku sekarang.” Lalu siswa yang mempresentasikan cerpen itu menoleh ke saya dan berkata, “Mereka akhirnya bertemu, tapi bukan di pemakaman. Mereka bertemu di kematian.”

Dari 6 cerpen yang dibuat, cerpen ini jadi favorit saya. Pertama, karena mereka bisa menggali sifat karakter dokter Budiman Astuti yang tidak peduli pada orang lain (dia seorang dokter dan dia membiarkan korban kecelakaan yang terpapar di jalan tol) dan mudah kalut (kehilangan kendali atas mobilnya). Kedua, mereka menggambarkan detail lokasi di jalan tol sampai mobil yang si dokter pakai. Ketiga, mereka membuat plot twist yang sangat tidak terduga, dari sebuah perjalanan biasa seorang dokter menjadi perjalanannya menuju kematian. Keempat, mereka mencapai tujuan akhir dari cerpen itu dengan cara yang pahit-pahit-indah. Ending cerpen seperti ini sungguh merupakan gaya saya menulis dan bercerita. Oya dan kelima, kalimat penutup dari si presenter yang sukses bikin bulu kuduk saya merinding. Salah satu anggota dari Kelompok 6 pada akhir workshop mendatangi saya dan berkonsultasi tentang draft novel yang sedang dia garap bersama teman-temannya. Dari awal sampai akhir workshop saya melihat anak ini sangat antusias dan punya imajinasi yang bebas. Saya sungguh berharap karyanya akan segera terbit.

Tiga puluh dua orang siswa yang mengikuti workshop sangat atentif sepanjang workshop berlangsung; tidak ada satu orang pun yang mengobrol atau tertidur saat saya mempresentasikan materi yang padat. Para siswa bekerja cepat dalam kelompok dan juga tidak ragu-ragu untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Sesi tanya-jawab di akhir penyampaian materi diisi dengan pertanyaan unik seperti:

  1. Mengapa bahasa dalam novel Indonesia akhir-akhir ini selalu campur-sari dengan bahasa Inggris?
  2. Mengapa karakter dalam novel kebanyakan stereotype laki-laki yang tampan, kaya, dingin bertemu dengan perempuan yang miskin, cantik, dan ceria?

Terhadap dua pertanyaan itu saya hanya menjawab: itu adalah tren. Pertanyaannya sekarang adalah kamu mau mengikuti tren atau menciptakan tren baru? Saya senang karena saya memiliki kesepahaman dengan beberapa penanya bahwa karakter adalah manusia seperti kita walaupun dia hidup di dunia rekaan pikiran kita. Tidak semua karakter tampan, kaya, dan pintar, karena semua karakter punya kekurangan seperti halnya dengan manusia biasa. Saya juga menekankan tentang mengembangkan plot yang unik yang menjadi ciri khas setiap penulis.

Saya sungguh bersyukur atas kesempatan mengajar workshop Creative Writing di sekolah ini. Di tengah-tengah gempuran bahasa Inggris dalam kehidupan kita sehari-hari, siswa SMAK 1 peserta workshop berhasil menuliskan cerita-cerita dalam bahasa Indonesia yang baku tapi luwes, tidak campur-aduk dengan bahasa Inggris seperti tren yang terjadi saat ini dalam buku-buku fiksi oleh para penulis orang Indonesia. Saya melihat hasil belajar bahasa Indonesia mereka yang tidak berbeda dengan hasil belajar saya 20 tahun lalu, dan saya berharap akan ada klub menulis di sekolah ini dalam waktu dekat untuk menemukan dan menyalurkan begitu banyak talenta terpendam.

 

IMG20170609081150IMG20170609084023IMG20170609082511img20170609091224.jpgIMG20170609100424

RANDOMNESS INSIDE MY HEAD: Book Profile

Randomness Inside My Head is the first book from Rijo Tobing, an indie author based in Cikarang.

It is a collection of twelve short stories written in English published in October 2016, with themes ranging from love, family dynamics, and life in general.

Readers will join unexpected journeys in the train of thoughts of the author.

As random as the stories may seem, they have underlying spirits that are familiar to human kind since the beginning of time.

As cited from one of the readers, the women in this book are loving, independent, and decisive. Brave enough to admit their feelings, strong enough to provide support when they themselves are lacking, wise enough to notice the defeat and to walk forward without looking back. (Sandra Soetanto – Finance Professional)

 

EXCERPT FROM ONE OF THE STORIES:

His name was Ali and his life was pretty ordinary. At the moment, he was working in Datuk Lo’s shop and he slept at its terrace every night. One day when he just had dinner, a crash happened just in front of him. Two motorbikes and the men driving them fell on the sidewalk. People started to gather and watch the men argue and fight. They got impatient after a while. The motorbikes were put aside and Ali watched them with wonder.

He never rode a motorbike before, but he had seen people riding it all the time. Without thinking Ali jumped onto the red motorbike and sped up through the busy streets and the traffic jam. He directed the motorbike towards the parking lot of a shopping mall, while the people and the police were chasing after him. Their shouts sounded like roaring thunder in his ears.

As random as the crash, Ali’s decision to steal the motorbike made a turn in his life. Would the crowd catch him, or would he get away with the first crime he ever committed?

“Reading this book is like taking a journey, an imagination one.”

— Helda Manuhutu, HR Professional

 

Enjoy this book on a rainy day with a cup of coffee.

The Tug of Date

He turned to face her. “Yes?”

“What time do you get off work?”

“Why?”

“Dinner at my place. On me,” she said under her breath.

He couldn’t quite hide his smile. “Is it a date?”

“It’s a token of gratitude,” she corrected him. “Are you in or not?”

“I’ll be back at seven.”

“I don’t cook.”

He shrugged, “I don’t mind takeaways.”

 

* * *

 

“Are you sure you’re going to be okay?”

“I am. Besides, your family is waiting for you.”

“I’ll be calling you every five minutes.”

She chuckled, “Don’t. I don’t want to stare at my phone all the time, waiting for your text and call.”

“I did that when we were away from each other the last time.”

She shot him a wide grin. “I know. I did that, too.”

“I should have dropped the phone and flown to where you were,” he added.

“So, why didn’t you?”

 

#afterrandomnessinsidemyhead #thetugofdate #newnovel #englishnovel #indieauthors #jakarta #indonesia #indonesianwriter #indonesianwriters #indonesianwriteronig

 

 

 

 

 

RIMH BOOK LAUNCH: Recorded Live Videos

Here are all recorded FB live videos from yesterday’s event (BOOK LAUNCH: Randomness Inside My Head).

The quality is low, but it’s a living proof of my life. 😊

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600670403877&id=753068876

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600253428877&id=753068876

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600670403877&id=753068876

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600713568877&id=753068876

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600724818877&id=753068876

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600738248877&id=753068876

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600754338877&id=753068876

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600772498877&id=753068876

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154600815163877&id=753068876

CREATIVE WRITING WORKSHOP – The Backgrounds

Creative Writing Workshop for students age 11 – 18 years old was rolled out yesterday. The rest of 2017 and the upcoming years will be filled with roadtrips to schools in Jabodetabek area to share my knowledge and skill, and to encourage young children to pursue this field (writing). I talked about the backgrounds of CWW in the video below.

God bless my steps.