Peluncuran Podcast The Cho Sisters

Pada tanggal 1 Mei 2022 kemarin saya dan kakak kembar ketemu gede, Kak Dwi Tobing, meluncurkan kanal podcast baru berjudul:

Podcast The Cho Sisters

Life at 40 and Beyond

Karikatur tampang kami berdua dan cover untuk podcast kami bisa dilihat di pembuka artikel ini.

Mengapa kami berdua?

Mengapa jadi The Cho Sisters?

Mengapa podcast?

Mengapa umur 40?

Pertama-tama, kami adalah dua boru Tobing yang ternyata satu almamater, satu cabang pelayanan di kampus, dan punya banyak teman yang sama, yang baru bertemu dan berkenalan dua tahun lalu di komunitas KLIP.

Orang-orang memang lebih ingat nama “Tobing” dibandingkan nama “Dwi” dan “Rijo”. Meskipun nama kami berdua terpisah jauh di daftar absen, ternyata banyak yang menyangka kami bersaudara sampai-sampai dijuluki “Kembar KLIP”.

Dari KLIP kami bertemu lagi di komunitas Drakor Class karena kecintaan kami pada literasi dan drama Korea. Drakor bukan sekedar oppa dan bucin ya, yeoreobun, dari drakor kita bisa belajar banyak tentang kebudayaan dan bahasa Korea.

Keterlibatan di Drakor Class pula yang membuat saya nekat mengambil les bahasa secara offline di King Sejong Institute Korean Cultural Center Indonesia sejak awal tahun 2021 sampai sekarang.

Belajar bahasa Korea itu tidak bisa hanya dari drama dan lagu K-Pop. Nanti salah grammar dan bikin kesel orang-orang yang belajar di jalur yang benar.

Masak past tense dari bangabda (senang bertemu dengan Anda) itu bangabseoyo? Bangawosseoyo, kali, dimana “b” berubah menjadi “u” sebelum diikuti bentuk lampau “eosseoyo”. “u” ditambah “eosseoyo” menjadi “wosseoyo”.

Begono….

Kebetulan kami menyukai aktor yang sama yaitu Cho Seung Woo oppa, seorang aktor teater yang juga lihai berakting di layar kaca. Hence nama Korea kami berdua adalah Cho Rijo dan Cho Sweeney. Kami mengaku-aku sebagai adik-adik dari abang Cho Seung Woo dan melabeli diri sebagai The Cho Sisters.

In halu, we’re united, halah….

Mengapa podcast? Mau jawaban jujur atau jawaban indah?

Menurut Kak Dwi, maksud hati lebih tersampaikan ketika berbicara dibandingkan ketika menulis. Amen.

Kalau saya, saya tuh selalu ingin jadi penyiar radio. Diberkatilah mereka yang menciptakan internet, Anchor, dan Spotify. Sejak setahun lalu waktu membuat kanal podcast “Randomness Inside My Head” saya jadi bisa mewujudkan mimpi masa muda justru ketika saya sudah tua.

Mengapa umur 40? Karena pada umur ini kami berdua mengalami awakening, tercerahkan.

Katanya rata-rata manusia hidup sampai 70 tahun. Umur 40 biasa disebut-sebut sebagai puber kedua bagi pria. Namun, sebutan ini sudah banyak bergeser dalam dua dekade terakhir. Umur 40 banyak dilihat sebagai jilid kedua, pintu kedua untuk sebuah awal yang baru.

Benar atau betul?

Setiap hari bisa menjadi awal yang baru, tapi saya tidak memungkiri menjelang umur 40 saya banyak berkontemplasi tentang hidup, kematian, apa yang penting dan tidak.

Dan dari semua perenungan itu saya bertekad meninggalkan legacy untuk keluarga saya. Alangkah mengharukannya jika jejak suara saya masih ada di dunia, bahkan lama setelah saya tiada. Podcast adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.

Sejauh ini kami sudah merekam 2 episode “Pilot” dan “Cerita Liburan”. Chemistry kami terjalin baik. Kami berdua begitu berbeda sehingga saling melengkapi.

Cara pandang kami berdua terkadang sangat ekstrim sampai kami heran, kami ini dua boru Tobing yang nggak ada mirip-miripnya acan kecuali nama keluarga dan sekilas penampilan fisik.

Percakapan-percakapan kami dalam podcast bukan untuk mencari kesamaan, tapi pemahaman terhadap pihak lain. Dan semoga saja, quote unquote dari kata-kata Kak Dwi, mewakili perasaan dan pemikiran segenap khalayak.

Di bawah ini ada dua episode podcast kami yang sudah ditayangkan. Target pendengar kami niche, dan terbukti di data demografi bahwa 50% pendengar kami berusia 35-44 tahun.

Nantikan episode baru setiap hari Minggu di Spotify dan Google Podcast. Pada episode berikutnya kami akan membahas bahasa cinta.

Punya pendapat atau pengalaman tentang love languages? Bagikan yuk di kolom komentar atau email kami ke

podcast.thechosisters@gmail.com

untuk kritik, masukan, dan saran topik.

Sampai nanti!

904

Advertisement

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s