Review Drama Korea: Our Beloved Summer

Seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu, kisah cinta antara Choi Ung dan Kook Yeon Su akhirnya menemukan bentuk final dan terindahnya.

“Our Beloved Summer” adalah drama dengan premis cerita biasa, cerita yang kita temui di dalam kehidupan sehari-hari, cerita tentang pasangan yang retak dan kemudian berbaikan kembali, cerita yang mungkin saya dan kamu telah jalani.

Ini drama tentang hati manusia. Tentang keinginannya yang terpendam, tentang hasratnya yang tak tersampaikan, dan tentang rahasia-rahasia yang lebih baik dikubur dan tidak pernah dikatakan.

Ini drama tentang cinta dengan berbagai bentuknya. Cinta yang menghangatkan sekaligus membekukan, cinta yang penuh dengan kesalahpahaman dan pengorbanan, cinta tanpa syarat yang menunggu dengan sabar karena hakikat cinta itu sendiri.

Tentang Cerita

Cerita ini tentang dua orang anak SMA bernama Kook Yeon Su (Kim Da Mi), si ranking pertama di sekolah, dan Choi Ung (Choi Woo Shik), si ranking terakhir di sekolah, yang menjadi bintang utama sebuah proyek dokumenter dari sebuah stasiun televisi.

Selama musim panas mereka dibuat duduk bersebelahan dan aktivitas mereka diikuti oleh cameramen. Setelah beberapa waktu mereka mulai saling mengenali diri masing-masing, saling mengejek, menjahili, bercanda, tertawa, dan pada suatu hari di musim panas di mana hujan tiba-tiba turun deras (sonagi atau rain shower) mereka menyadari bahwa mereka telah saling jatuh cinta.

Opposites attract, kata orang, dan itulah yang terjadi pada Yeon Su dan Ung.

Yeon Su adalah tipikal gadis pintar, pekerja keras, ambisius, dan juga antisosial. Kemiskinannya membuatnya tidak bisa membalas pemberian dan pertolongan dari orang lain. Rasa rendah dirinya membuat dia sengaja menjauh dari teman-teman sebayanya dan dia berusaha berprestasi setinggi-tingginya supaya bisa percaya diri.

Ung adalah tipikal pemuda yang tahu benar apa yang dia mau: bisa menggambar sepuasnya, hidup santai dan bermalas-malasan di bawah matahari. Dia (sepertinya) tidak punya ambisi, tapi dia menekuni bidang yang dia suka. Dia tidak peduli apa kata orang lain dan hidup tenang bersama orang tua dan Kim Ji Ung, sahabatnya sejak kecil.

Yeon Su dan Ung saling tertarik karena mereka begitu berbeda. Satu kesamaan mereka adalah mereka mencintai pengetahuan dan sangat suka membaca. Tidak ada yang menyangka bahwa mereka akan jadian begitu serial dokumenter itu selesai difilmkan, termasuk sutradaranya yang seharusnya sudah melihat petunjuk letupan-letupan perasaan itu dari balik kamera.

Pada suatu hari hujan mereka jadian. Selama lima tahun sambil menjalani kehidupan di universitas mereka tetap bersama. Sifat mereka yang bertolak-belakang membuat mereka saling melengkapi. Lalu, apa yang membuat mereka berpisah? Apa yang membuat Yeon Su begitu desperate minta putus (untuk yang kesekian kali)?

Keterangan foto dari kiri atas searah jarum jam:

  1. Yeon Su dan Ung pertama kali duduk bersebelahan untuk diwawancarai dalam program dokumenter. Ekspresi enggan dan kesal di wajah mereka berdua begitu kentara.
  2. Ung menyatakan suka yang kemudian ditanggapi dengan malu-malu oleh Yeon Su. Yeon Su mengira Ung suka karena sudah menghabiskan waktu bersamanya, tapi sebenarnya Ung menyukai Yeon Su sejak pandangan pertama pada upacara penerimaan siswa baru di sekolah mereka.
  3. Yeon Su dan Ung menjalin hubungan kasih yang penuh dengan rasa pengertian. Mereka saling menunjukkan sisi lain dari diri mereka yang tidak diketahui orang lain.
  4. Yeon Su minta putus karena dia tidak bisa mengungkapkan insecurity dan semua kekhawatiran yang dia rasakan. Ung yang sakit hati hidup terpuruk selama berbulan-bulan karena tidak mengerti apa salahnya. Selain itu, Yeon Su berkata bahwa Ung adalah satu-satunya hal dalam hidupnya yang dia bisa buang begitu saja.

Tentang Hati Manusia

Hati manusia selalu mendambakan sebuah tambatan. Drama ini tentang hati yang pergi, mengembara, tersesat, dan akhirnya menemukan jalan pulang.

Siapa sangka 5 tahun setelah putus, mereka bertemu kembali karena pekerjaan Yeon Su. Dalam 5 tahun Ung telah menjadi seorang ilustrator terkenal dengan nama pena Go-oh yang hanya mau menggambar gedung.

Sedangkan Yeon Su bekerja di sebuah perusahaan media yang menyelenggarakan acara-acara berdasarkan pesanan. Kliennya ingin menghadirkan ilustrator Go-oh di acara launching toko baru mereka.

Pertemuan pertama mereka setelah 5 tahun berpisah ditandai dengan Ung menyemprotkan air ke wajah Yeon Su. Dengan lugasnya Yeon Su bertanya pada Ung, “Mana garamnya?”

Ung memang pernah berjanji akan melemparkan garam ke Yeon Su kalau mereka bertemu kembali. Garam adalah tanda penolak bala dan kesialan dalam berbagai tradisi dan kebudayaan.

Pertemuan pertama itu langsung tandem dengan permintaan dari stasiun televisi untuk melanjutkan serial dokumenter mereka selepas SMA.

(Katanya) orang-orang penasaran, setelah 10 tahun apa yang terjadi dengan Choi Ung dan Kook Yeon Su.

Ung menyanggupi hanya karena dia ingin membuat Yeon Su sengsara, dan ini ditegaskan oleh Ji Ung (Kim Sung Cheol) yang pernah merasakan kejahilan Ung sewaktu mereka kecil.

Ung dan Yeon Su sebal karena terpaksa berelasi kembali, tapi mereka berdua keukeuh bertahan. Yeon Su demi menghadirkan Ung sebagai Go-oh di acara kliennya. Ung demi membuat Yeon Su menderita, untuk membalas dendam akan sakit hatinya karena diputuskan sepihak.

Keterangan foto dari kiri atas searah jarum jam:

  1. Ung dan Yeon Su bertemu kembali di depan pintu rumah Ung 5 tahun setelah mereka putus. Mereka berdua kaget dengan pekerjaan masing-masing saat ini. Saat Ung menyemprot air ke wajah Yeon Su saya sempat gemas dan merasa itu sangat kurang ajar.
  2. Ung dan Yeon Su kembali duduk bersisian seperti 10 tahun lalu. Mereka menceritakan persepsi mereka akan diri masing-masing selepas SMA dan tahun-tahun setelahnya. Percakapan internal dalam batin keduanya ditampilkan dalam bentuk narasi yang jujur dan mengharukan bagi penonton drama ini.
  3. Ung dan Yeon Su yang diseret kembali oleh Ji Ung ketika mereka berdua, tanpa janjian lebih dulu, kabur dari filming serial dokumenter itu. Mereka berdua tidak sanggup menghadapi pergulatan perasaan dalam diri masing-masing.
  4. Ung dan Yeon Su berusaha menjadi teman biasa dan melupakan masa lalu. Salut untuk Kim Da Mi atas akting cool-nya dan simpati untuk Choi Woo Shik atas akting galau dan serba salah tingkahnya. Mantan jadi teman? Yeah, right.

Drama ini tentu harus berakhir bahagia. Cerita tentang para mantan ini tentu harus diakhiri dengan bersatu kembali. Kalau tidak, apa intinya kita mengikuti perjalanan Ung dan Yeon Su selama 16 episode?

Meskipun ada karakter second leads yang menunjukkan ketertarikan pada tokoh-tokoh utama kita (NJ (Roh Jeong Eui) yang menyukai Ung dan Ji Ung yang menyukai Yeon Su), penonton tahu akar masalah mereka adalah perkara:

pertentangan karakter dan tabiat, kemampuan untuk berkata jujur, dan keikhlasan untuk menunjukkan sisi rapuh yang disembunyikan rapat-rapat.

Ung dan Yeon Su tidak (akan) pernah berpisah karena orang ketiga, karena ada orang lain yang lebih baik. Mereka hanya akan bersatu dan berpisah karena compatibility mereka sebagai dua individu, bukan karena kehadiran orang lain.

Dan ketika Ung dan Yeon Su akhirnya menemukan jalan kembali pada satu sama lain, penonton lega luar biasa.

Penonton juga lega karena NJ menyadari bahwa yang dia rasakan adalah rasa suka yang bertepuk sebelah tangan, hanya karena dia penasaran dengan Ung yang tidak mengejar-ngejarnya seperti pria lain mengejarnya.

Penonton juga lega karena Ji Ung tidak pernah mengakui perasaannya pada Ung maupun Yeon Su. Ji Ung tahu bahwa Ung tahu, tapi demi kemashalatan bersama biarlah semua itu menjadi rahasia hati yang tak perlu diucapkan bibir. Ung dan Ji Ung tetap dapat bersahabat dan Ji Ung hanya perlu waktu menyendiri untuk menyembuhkan patah hatinya.

Tentang Cinta

Cinta adalah hal paling sederhana dan rumit dalam hubungan antarmanusia.

Dalam drama ini ada banyak sekali jenis cinta yang dijabarkan, bukan hanya cinta di antara pria dan wanita seperti yang dialami oleh Ung dan Yeon Su.

Cinta yang pertama-tama digarisbawahi adalah cinta pada diri sendiri, mau dan mampu menerima diri sendiri. Cinta ini mencakup kerelaan untuk bersikap jujur, jujur pada diri sendiri dan pada pasangan tempat menambatkan hati.

Itulah masalah utama Yeon Su dan Ung.

Selama mereka pacaran Yeon Su menunggu-nunggu pernyataan cinta dari Ung, tapi dia tidak pernah mengungkapkan keinginannya itu. Ung pun mengira tindakan dan sikap dia cukup, tanpa perlu pernyataan verbal. Keinginan kedua orang ini jadi bentrok karena asumsi masing-masing, karena ketiadaan komunikasi yang terbuka.

Padahal bukan jamannya lagi main tebak-tebak buah manggis, yekan?

Cinta yang kedua yang diangkat adalah cinta pada keluarga. Sebagai anak yang diadopsi, Ung selalu merasa ayah dan ibu yang telah merawat dan membesarkannya sebagai keluarga pinjaman.

Oleh karena itu Ung tidak pernah sungkan membagi perhatian keluarganya dengan Ji Ung yang sering ditinggal pergi ibunya. Dia tidak pernah cemburu pada Ji Ung. Bahkan ketika mereka wisuda SMA, Ung tidak masalah waktu ayahnya menyebut Ji Ung sebagai anak laki-lakinya juga.

Oleh karena itu pula selalu ada kegamangan di dalam diri Ung mengenai posisinya di dalam keluarga itu. Terutama saat ayah dan ibunya mendadak “menghilang” ke pedesaan pada waktu yang sama setiap tahun untuk berduka atas kematian anak kandung mereka yang digantikan oleh Ung.

Cinta pada keluarga juga membutuhkan kejujuran. Pada episode ke-16 ibu Ung akhirnya jujur pada anaknya tentang semua kekhawatirannya sebagai ibu angkat. Ung juga jujur pada ibunya tentang kekhawatirannya tidak menjadi anak yang cukup baik untuk keluarga itu.

Cerita lain dari cinta pada keluarga ada pada kisah di antara Ji Ung dan ibunya. Sebagai single mother, ibu Ji Ung menjalani kehidupan yang keras dan tidak sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu dia sering menghilang sepanjang hidup Ji Ung, datang dan pergi sesukanya.

Ji Ung tumbuh menjadi seorang yang selalu menekan emosinya, memendam kekecewaannya. Ketika ibunya datang terakhir kali dengan berita bahwa dia sekarat, bendungan perasaan yang tersimpan rapat di dalam diri Ji Ung roboh.

Ji Ung mengungkapkan kemarahannya dengan meluap-luap. Ibunya pun mulai jujur dengan apa yang terjadi selama dia meninggalkan Ji Ung. Ibu dan anak berbaikan lagi-lagi karena pintu komunikasi yang terbuka lebar. Indah sekali.

Cinta ketiga yang diangkat adalah cinta antarsahabat. Persahabatan yang lepas dan menerima apa adanya tergambar dengan jelas di antara Yeon Su dan Sol Yi, di antara Ung dan Ji Ung dan Eun Ho, manajer dari Ung. Sahabat-sahabat ini selalu berkata jujur, apa adanya, dan hadir ketika dibutuhkan (terutama ketika Ung dan Yeon Su putus).

Memang saling mengenal dalam waktu lama tidak menjamin sahabat mengerti kedalaman hati kita. Namun, drama ini membuat iri (dan rindu pada sahabat-sahabat masa muda saya) karena cinta pada sahabat yang ditunjukkan dengan manis, tidak berlebihan, dan tidak menggurui.

Keterangan foto:

  1. Kiri: Ung dan Yeon Su berkencan setelah jadian lagi. Semuanya seolah-olah di-reset dari awal. Mereka mulai menjajaki diri mereka pada masa kini, menyelesaikan kesalahpahaman dari masa lalu, menanggalkan prasangka, dan mulai jujur pada diri sendiri dan pasangan mereka.
  2. Kanan: dua tahun setelah itu Ung menikah dengan Yeon Su. Selama dua tahun Ung bersekolah di Paris dan menjalani hubungan jarak jauh dengan Yeon Su. Saya senang sekali karena skrip drama ini tidak membuat Yeon Su serta-merta mengikuti Ung ke luar negeri. Kepribadiannya yang kuat dan kesadarannya untuk mulai menikmati hidup membuat Yeon Su tetap tinggal di Seoul dan sabar menanti kepulangan Ung.

Plot Twist

Sebagai drama dengan genre slice of life, drama “Our Beloved Summer” tidak memiliki protagonis dan antagonis yang ekstrim. Alurnya pun sesuai dengan kehidupan kita sehari-hari, kadang lambat dan kadang cepat.

Plot twist yang saya maksud di sini hanyalah tentang Ung dan Yeon Su yang memutuskan untuk menjalani hubungan jarak jauh.

Sebagai pasangan mantan yang baru jadian lagi, keputusan seperti itu sepertinya beresiko sekali. Akan tetapi, perkembangan karakter mereka sepanjang 16 episode membuat kita percaya bahwa mereka sudah lebih dewasa dan pasti bisa melalui LDR dengan baik.

Plot twist terakhir yang sebenarnya dapat ditebak tapi tetap membuat geli adalah Ung dan Yeon Su yang menikah dan ditodong kembali oleh Ji Ung untuk melanjutkan lagi serial dokumenter yang melambungkan nama mereka berdua.

Alasannya sederhana:

Penonton (apalagi yang sudah mengikuti serial dokumenter sejak Ung dan Yeon Su masih SMA) sekarang penasaran bagaimana kehidupan mereka berdua setelah menikah.

Saya kebayang apakah orang-orang tetap akan penasaran waktu Ung dan Yeon Su punya anak, punya menantu, punya cucu, dan selanjutnya, dan seterusnya, hehehe.

Drama “Our Beloved Summer” masih bisa ditonton di Netflix, ya. Selamat menikmati, tersentuh, dan terinspirasi. ๐Ÿ’œ

2505

2 thoughts on “Review Drama Korea: Our Beloved Summer

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s