Sistem Ada untuk Membantu Kita

Manusia itu pada dasarnya menyukai atau membenci keteraturan? Kok sepertinya yang kedua ya. Kalau bisa dibikin ribet, kenapa harus simpel? Sepertinya itu prinsip kebanyakan aparat orang.

Di tengah ketidakteraturan, apa yang harus dilakukan?

Membiarkannya?

Atau… membuat sistem untuk merapikannya?

Saya kira sistem ada untuk membantu kita menegakkan aturan, tak peduli siapa yang sedang menjabat atau siapa yang menjadi kepala dinas atau siapa yang berwenang.

Contoh paling sederhana ada pada rekayasa jalan dan pengaturan lampu lalu lintas.

Di dekat rumah saya ada simpang tiga yang selalu rawan kecelakaan, atau minimal motor menyerempet motor deh.

Apa pasal?

Simpang tiga itu dipergunakan atas dasar kesepahaman dan permakluman.

Jika jumlah kendaraan dari satu arah sedang membludak, maka kendaraan dari dua arah lain wajib berhenti dan menunggu sampai semua kendaraan dari arah itu “habis”.

Harus berapa lama menunggu? Tergantung sikon dan tidak bisa diprediksi.

Masalahnya, memangnya kendaraan yang melewati simpang tiga itu bisa “habis”? Kendaraan satu bisa sangat berjarak dengan kendaraan di depan atau di belakangnya, tapi volumenya tidak akan berhenti.

Saya sudah 13 tahun tinggal di kota mandiri ini dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibuat lampu lalu lintas di simpang tiga itu.

Padahal, investasi sistem akan mempermudah hidup banyak orang.

Pergantian lampu merah, hijau, dan kuning dengan frekuensi dan durasi yang tetap akan menjadi pembatas yang sangat efektif untuk menyetop kendaraan atau membiarkannya lewat.

Sistem yang berdasarkan kesepahaman dan permakluman bersifat terlalu subjektif, dan bisa dipengaruhi oleh kondisi emosi para pengendara mobil/motor.

Bahkan bisa dipengaruhi oleh cuaca: terlalu panas membuat orang nggak sabaran, hujan angin membuat orang TIDAK SABARAN sama sekali karena mereka semua terburu-buru ke tempat tujuan.

Sistem yang melibatkan mesin dan komputasi bersifat sangat objektif dan fair untuk semua pihak yang terlibat. Sayangnya, tidak banyak orang yang berpikir demikian.

Di salah satu komunitas yang saya ikuti ada komitmen untuk menulis sekian artikel di blog yang dikelola bersama.

Dulu, penanggung jawab blog akan menagih siapa yang mau menulis apa pada tanggal berapa di grup Whatsapp. Pembicaraan cepat tergulung oleh pergantian topik dan ada yang lupa menanggapi. Akibatnya PJ pundung dan suasana jadi tidak enak.

Setelah beberapa bulan berjalan, komunitas kami mulai menerapkan sistem posting mandiri. Setiap penulis akan me-list apa yang mereka akan tulis dan pada tanggal berapa pada bulan berjalan di dalam file yang bisa diakses oleh semua anggota.

Menurut hemat saya, sistem seperti ini sudah tepat. Anggota komunitas sudah pada dewasa, bisa bertindak dan bersikap rasional, bisa bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil.

Buat saja sistem untuk mengakomodasi tanggung jawab dan kedewasaan mereka itu.

Masih berhubungan dengan dunia blog dan posting, ada featured image yang harus menjadi “kepala” di setiap artikel. Masalah baru timbul ketika tidak ada keseragaman standar ukuran foto untuk featured image.

Well, saran image seperti apa yang baik, dalam artian tidak pecah dan cepat terunggah, sih selalu ada, tapi para penulis kerap tidak memperhatikan hal itu.

Berarti kami membutuhkan satu sistem lagi.

Kak Ris membuat aturan di blog bahwa file foto yang berukuran lebih dari 200 kB untuk featured image tidak akan bisa di-upload. Dan aturan itu keluar sebagai warning ketika penulis hendak memasukkan file foto.

Daripada menegur setiap penulis setiap kali ada ketidaksesuaian dengan aturan blog, lebih baik buat sistemnya supaya satu tindakan tidak bisa dieksekusi karena tidak memenuhi sebuah syarat.

Menurut saya tindakan Kak Ris itu sangat cerdas. Dia mengakomodasi kealpaan, ketidakpedulian, dan berbagai alasan lain yang dikemukakan oleh para penulis yang memilih featured image yang berukuran terlalu besar/kecil, resolusi rendah, dan sebagainya untuk sebuah artikel.

Sistem ada untuk membantu kita, untuk membawa perlakuan adil bagi semua, untuk mengusung keteraturan.

Coba lihat di sekitar kita, mungkin ada hal-hal yang bisa diperbaiki dengan kehadiran sebuah sistem. Mungkin sesederhana sistem untuk mengingatkan kapan gorden di rumah mesti dicuci dan kusen pintu-jendela mesti dibersihkan.

Selamat mengeksplorasi.

804

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s