Kesan Pertama Drama Korea: Happiness

Cewek: “Aku pengen punya rumah. Mereka cuma kasih rumah ke yang udah married. Nikah, yuk?”

Cowok: “Oke.”

Penggalan percakapan di atas adalah inti pembuka dari drakor zombie/survival “Happiness” yang baru ditayangkan sebanyak enam episode sampai dengan akhir pekan ini.

Dibintangi oleh Han Hyo Joo dan Park Hyung Sik, “Happiness” adalah drama pertama comeback Park Hyung Sik setelah menjalani wajib militer selama dua tahun.

Lihat aja badannya yang tambah besar, pipinya yang tambah chubby, Chinguya. Kentara banget massa tubuhnya bertambah akibat latihan fisik yang pastinya super intensif.

Yang menjadi karakter cewek dalam percakapan di atas adalah Yoon Sae Bom (Han Hyo Joo) dan cowoknya adalah Jung Yi Hyun (Park Hyung Sik). Mereka berdua bertemu pertama kali di SMA ketika Sae Bom hendak mencegah Yi Hyun yang mencoba bunuh diri.

Sebenarnya sih enggak mau bunuh diri, itu semua kesalahpahaman belaka. Yi Hyun tuh lagi duduk-duduk santai di atap gedung sekolah sambil memikirkan karir baseball-nya yang terpaksa terhenti karena cedera.

Orang-orang yang tahu masalah kesehatannya mengira Yi Hyun sangat depresi dan mencoba melompat dari atap gedung. Padahal mah enggak, dia tuh lagi duduk-duduk aja sambil mikir, yeoreobun.

Bertahun-tahun berlalu Sae Bom menjadi anggota pasukan polisi antiterorisme SOU (Special Operation Unit), sedangkan Yi Hyun bekerja sebagai detektif di kepolisian. Mereka berdua masih lengket bagai perangko, walaupun waktu SMA Sae Bom menolak tawaran Yi Hyun untuk menjadi pacarnya.

Rekan kerja Yi Hyun saat ini adalah Detektif Kim Jung Kook (Lee Joon Hyuk) yang dulu banget berusaha membujuknya supaya tidak bunuh diri (enggak kok, Yi Hyun tuh NGGAK ada niat bunuh diriii). Detektif Kim bahkan mengambil foto Sae Bom dengan tangan diborgol berdiri bersisian dengan Yi Hyun. Auch.

Nah, bagaimana ceritanya Sae Bom bisa menikah dengan Yi Hyun? Dan apa hubungannya pernikahan mereka dengan premis cerita yang katanya menyangkut zombi?

Premis Cerita

Kalau ditanya apa genre dari drama ini, mungkin saya juga bingung karena terlalu campur sari. Dari empat episode saya menangkap genre action, thriller, fantasi, horor juga ada, termasuk romansanya. Soal genre terakhir, male dan female lead nggak usah lagi main kucing-kucingan, langsung aja tembak di akhir episode pertama.

Sae Bom: “Mau married nggak?”

Yi Hyun: “Oke.”

Eaaa…. Dan penonton pun baper, apalagi karena yang ngajak nikah adalah si cewek duluan? Hahaha. Langsung menginspirasi cewek-cewek di luar sana yang sedang bimbang, mengumpulkan keberanian buat nembak cowok yang mereka sukai.

Mengapa Sae Bom bisa secara random mengajak menikah?

Ini gara-gara rumah. Sae Bom tuh pengen punya rumah karena waktu kecil hidupnya berpindah-pindah terus, dari rumah besar ke rumah kecil, kecil semakin kecil sampai akhirnya dia tinggal di half-basement sebuah gedung apartemen.

Pada episode pertama diceritakan tentang ketersediaan apartemen yang disewakan jangka panjang (dan akhirnya bisa dibeli) untuk anggota kepolisian. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi supaya eligible buat melamar seperti poin dari hasil kerja dan POIN PLUS berupa status pernikahan.

Iya, mereka akan mendahulukan anggota kepolisian yang sudah menikah. Wajar sih, karena orang yang sudah menikah pasti lebih membutuhkan support seperti kejelasan tempat tinggal dibandingkan orang yang masih single.

Nah, sebelum membahas lebih dalam tentang si apartemen tersubsidi, ada kejadian di markas SOU. Salah seorang tentara trainee menggigit leher tentara lainnya. Sae Bom dan sunbae-nya berhasil mengamankan korban, tapi Sae Bom mendapat luka cakar.

Penampakan si tentara trainee seperti anjing yang kena rabies dengan bola mata pucat, gigi taring keluar, beringas, dan mulut belepotan darah. Agak mirip sih dengan zombi di serial “Kingdom” yang sangat gore.

Di tempat lain pada waktu yang bersamaan, Yi Hyun (yang kelihatan wow keren dan ganteng banget pake baju baseball) memeriksa TKP pembunuhan di sebuah motel.

Yang dibunuh adalah pegawai hotel dan yang membunuh adalah seorang tamu yang tidak ingat kejadiannya sama sekali. Di TKP Yi Hyun menemukan obat yang katanya bisa meningkatkan konsentrasi, tapi membuat si tamu menjadi buas sampai membunuh.

Pojok kiri atas searah jarum jam: Sae Bom dengan seragam SOU, Yi Hyun yang meringkus tersangka pembunuhan, dan tentara trainee yang terinfeksi. Konflik langsung dihadirkan pada episode pertama dan membuat penonton bertanya-tanya: judul “Happiness” sebenarnya merujuk ke mana, ya?
Visual yang sungguh memanjakan mata: polisi yang ganteng dan tentara yang cantik.

Sae Bom pun diamankan oleh Letnan Kolonel Han Tae Seok (Jo Woo Jin) yang mengaku pemimpin untuk penelitian akan penyakit menular yang muncul pasca Covid-19.

Di fasilitas militer yang merupakan bekas asrama sebuah universitas, telah dikumpulkan orang-orang yang menunjukkan gejala yang sama. Sae Bom baru dilepaskan ketika dia mengancam akan memberi tahu media soal penyakit yang sedang diselidiki oleh Letkol Han.

Untuk membuat Sae Bom tutup mulut, Letkol Han menjanjikan poin untuk menambah kesempatannya mendapatkan apartemen di kompleks Apartemen Le Ciel. Hmmm, kongkalingkong juga nih si Sae Bom.

Dan sekarang Sae Bom perlu orang untuk diajak menikah dan Yi Hyun muncul sebagai satu-satunya kandidat yang utama dan potensial. Wong tidak ada pria lain dalam kehidupan Sae Bom, hahaha.

Urutan peristiwa yang membawa Sae Bom pada kenekatan untuk mengajak Yi Hyun menikah. Yang imut banget dari pasangan ini adalah bagaimana mereka selalu saling menelepon, saling mengabari, selalu ada untuk masing-masing dalam keadaan apa pun, walaupun masih berstatus “teman”. Teman Tapi Menikah, nyaman buat semua, hehehe.

Bagaimana cerita bergulir selanjutnya?

Keunikan Setting Cerita

Setting dalam sebuah cerita berkenaan dengan tempat dan waktu. Waktu yang dipilih oleh drama ini adalah pascapandemi, dimana Covid-19 bisa dikendalikan, tapi masih ada dan nyata.

Ini menarik, karena drama sepanjang tahun 2020 dan 2021 yang dengan jujur mengakui kondisi dunia saat ini hanyalah “Happiness”. Setting drama-drama lain tidak menyiratkan sedikit pun bahwa ada pandemi, ada social distancing, dan ada segala macam protokol kesehatan (well, sedikit tersirat di “Hospital Playlist” season 2 sih karena product placement salah satu merk hand sanitizer).

Dari setting waktu yang jujur dan apa adanya, yang menarik juga adalah setting tempat yang menjadi lokasi syuting.

Kompleks Apartemen Le Ciel (walaupun nama aslinya pasti berbeda) benar-benar ada dan itu seperti kota tersendiri. Dengan Letkol Han membarikade kompleks apartemen untuk mengendalikan penyebaran “penyakit orang gila”, vibe drama ini langsung berubah menjadi crossover antara drama “Penthouse” yang mendiskriminasi para penghuni apartemen yang berbeda lantai dan “Sweet Home” yang memerangkap semua penghuni apartemen karena ada monster di luar.

Benar-benar tak terduga. Banyak juga yang bilang vibe-nya mirip “The Walking Dead”. Oleh karena saya cuma menonton satu season, saya tidak bisa berkomentar banyak, hehehe.

Semua ketegangan dimulai ketika di gedung apartemen yang Sae Bom dan Yi Hyun tinggali ada wanita yang terinspeksi “penyakit orang gila”. Dia tinggal di unit tepat di atas unit milik Sae Bom-Yi Hyun.

Mereka sudah bolak-balik protes dan cuma ditanggapi dengan permintaan maaf oleh suami si istri. Aktor yang memerankan si suami adalah aktor langganan peran orang jahat dan nyebelin, di “Tomorrow with You” (2017), “Taxi Driver” (2021), dan seterusnya.

Baek Hyun Jin saat bertampang tidak menyebalkan.

Pengakuan dari selingkuhan si suami membuat Yi Hyun memiliki dasar hukum untuk meringkus si dokter yang tetap merasa tidak bersalah. Dia juga tampak biasa saja ketika istrinya yang terinfeksi akhirnya meninggal di fasilitas yang dijaga Letkol Han. Istrinya itu bisa bertahan hidup hanya karena obat yang dia sudah kadung minum.

Bagaimana kelanjutan kuncitara di gedung apartemen 101? Di antara para penghuni apartemen sendiri ada diskriminasi dan mereka juga didiskriminasi oleh penghuni gedung lain. Bikin penasaran dan menarik untuk disaksikan.

Masalah Utama

Masalah utamanya ada pada obat yang telah ditarik karena ada efek samping, eh kok tapi masih beredar secara ilegal di masyarakat? Di Le Ciel obat itu beredar di gym gedung 101 dan digadang-gadang efektif untuk menurunkan berat badan bagi wanita.

Pantesan laku….

Ternyata yang menyebarkan obat itu adalah mantan atasan Letkol Han di perusahaan farmasi. Formula lama pun dipakai:

Sebarkan penyakitnya supaya orang-orang hanya bisa membeli obatnya dari saya.

Si atasan yang jahat sedang muncul juga sebagai orang jahat di drakor “Chimera”. Kejar tayang nih seperti Nenek Gamri dari “Hometown Cha-Cha-Cha” yang juga muncul sebagai nenek dari Seo Yi Kang (Jun Ji Hyun) di drama “Jirisan”.

Lee Ki Young yang justru menjadi orang baik di “Vagabond” (2019).

Penutup

Jadi, bagaimana Sae Bom dan Yi Hyun bisa mengatasi wabah “penyakit orang gila” di kompleks apartemen Le Ciel?

Bagaimana Letkol Han bisa memutus rantai penyebaran si obat terlarang dan menjalankan mitigasi untuk menghentikan penyebaran penyakit ini di Seoul dan daerah lain?

Saksikan saja di VIU setiap hari Jumat dan Sabtu, ya. Drama ini rencananya hanya dibuat sebanyak 12 episode, so we’re already halfway there.

Trio Pemberantas Zombi. Fighting!

2037

One thought on “Kesan Pertama Drama Korea: Happiness

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s