Review Drama Korea: Lovers of the Red Sky

Seperti halnya drama “Police University”, drama “Lovers of the Red Sky” ini pun terkena “kutukan” Chuseok. Kesan pertamanya begitu memikat hati saya, tapi penyelesaian konflik sampai episode penutup benar-benar bikin saya menghela napas.

Why oh why?

Mengapa plotnya kedodoran banget sih?

Mengapa tidak ada konsistensi mengenai efek kehadiran Cheon Gi terhadap Ha Ram?

Terkadang keberadaan dan sentuhan Cheon Gi membuat iblis dalam diri Ha Ram bangkit, lebih seringnya lagi tidak, apalagi pas mereka berdua sedang in de heu.

Mengapa Pangeran Yang Myung dijadikan tumbal hubungan Cheon Gi dan Ha Ram?

Ini membuat seantero dunia maya jatuh kasihan dan lebih bersimpati pada sang pangeran daripada pada Ha Ram? Duh, bener-bener second lead syndrome nih.

Mengapa Pangeran Ju Hyang jahatnya nanggung?

Mau kudeta, tapi nggak totalitas. Mau dirasuki iblis, tapi nggak punya kecerdasan sendiri, terusss aja dipengaruhi sama Mi Soo, si mantan dukun istana. Memang pangeran satu ini banyak kemauan, tapi minim kemampuan.

Mengapa penyelesaian masalah kebutaan Ha Ram dan Cheon Gi itu terlalu simple?

Kalau semua selesai dengan campur tangan Samshin, ya kagak usahlah nunggu dua anak manusia ini babak belur hidupnya, kehilangan semua anggota keluarganya, dibiarkan terpuruk oleh semua orang di sekitar mereka. Katanya deity, tapi ternyata kurang sakti. Yah, yah.

Sebelum saya mengomel mengkritik lebih lanjut, ada baiknya saya mengingatkan kamu dulu akan premis dari drama ini.

Premis Cerita

Dikisahkan dua orang bayi yang kemudian dinamai Ha Ram dan Hong Cheon Gi lahir pada hari yang sama. Pada hari itu sedang dilakukan upacara penting demon sealing di istana.

Tokoh-tokoh sentralnya adalah:

  1. Putera mahkota (yang kemudian bernama Raja Seongjo) yang ingin memerangkap iblis di lukisan raja saat itu. Dia melakukannya atas perintah bapaknya, untuk meng-contain iblis yang bikin kekacauan dan kejahatan karena merasuki Raja Yeongjong yang berkuasa. Putera mahkota adalah ayah dari Pangeran Ju Hyang dan Pangeran Yang Myung.
  2. Ha Sang Jin yaitu ayah Ha Ram, seorang petinggi istana.
  3. Hong Eun Ho yaitu ayah Cheon Gi, seorang divine painter. Jadi, untuk melukis lukisan untuk meng-contain iblis diperlukan kemampuan tingkat tinggi dan Hwacha yang merasuki/merestui. Hwacha adalah goblin yang hidup dari energi lukisan yang bagus.

Pada intinya cerita antara Ha Ram dan Cheon Gi adalah cerita yang berlanjut dari generasi orangtua mereka karena belum selesai. Anak-anak polos ini menjadi penyelesai takdir-takdir yang tak mengenakkan.

Pada hari demon sealing ceremony itu ada peristiwa kelahiran Ha Ram dan Cheon Gi, yang berlanjut ke sembilan tahun kemudian ketika Ha Ram dijadikan tumbal oleh Mi Soo untuk mendatangkan hujan.

Pada hari pengorbanan Ha Ram, Pangeran Ju Hyang dan Yang Myung yang sedang berjalan-jalan di istana tak sengaja mengeluarkan iblis dari lukisan kakek mereka. Iblis itu masuk ke tubuh Ha Ram, tapi matanya buat Cheon Gi akibat campur tangan Samshin. Samshin pula yang sealing iblis di tubuh Ha Ram dengan menaruh tato kupu-kupu di tengkuknya.

Aw nabi (kupu-kupu) lagi.

Mengingat dan menimbang Cheon Gi kecil-kecil gatel (umur 9 tahun sudah main cipok aja) dan Ha Ram punya tato kupu-kupu di tengkuk, saya jadi berprasangka jangan-jangan Ha Ram menitis menjadi Park Jae Son, si playboy bercap kupu-kupu di drama “Nevertheless” dan Cheon Gi menitis jadi Yoo Na Bi, tandingan korban si playboy.

Pada usia 9 tahun Ha Ram tidak buta dan Cheon Gi buta. Dalam satu hari nasib mereka berdua berubah 180 derajat, Ha Ram menjadi buta dan Cheon Gi bisa melihat.
Si Kang Kentang, si Kupu-Kupu, dan si Playboy Cap Kupu-Kupu. Ha Ram ‘kan bukan playboy, jadi semoga dia tidak menitis menjadi Park Jae On.

Ada apa sih dengan nabi? Jo Yi di drama anyar “Secret Royal Inspector Joy” juga ngebet banget pengen punya tanda nabi, sebagai tanda dia sudah bercerai dan bebas dan bisa jadian sama Taecyeon. Duile.

Setelah Ha Ram dan Cheon Gi bertemu kembali pada usia 28 tahun (kurang lebih) dan saling mengenali, konflik berubah menjadi bagaimana mengeluarkan iblis dari tubuh Ha Ram dan memerangkapnya kembali di lukisan Raja Yeongjo.

Di situlah Cheon Gi memegang peran krusial. Dia disangka sebagai divine painter karena dia anak dari ayahnya yang seorang divine painter. Dia ditugaskan merestorasi lukisan Raja Yeongjo yang rusak akibat kebakaran. Akan tetapi, Cheon Gi belum make a deal dengan Hwacha, jadi hasil lukisannya belum cukup buat memerangkap iblis.

Konflik Batin Para Tokoh Utama

Konflik batin Ha Ram yang pertama adalah membuat Cheon Gi tidak terlibat dengan urusannya membalas dendam pada raja dan keluarganya karena sudah menyebabkan ayahnya terbunuh dan ibunya linglung sampai akhirnya meninggal.

Kehidupan ganda Ha Ram sebagai astronomer andalan raja dan sebagai Ilwolseong, sumber informasi yang dicari banyak orang, sangat menarik untuk diulik. Keren banget gitu. Eh ternyata soal balas dendam itu diselesaikan dengan sangat malas oleh penulis skrip.

Ha Ram kecil membunuh ayahnya ketika dia dirasuki iblis pada usia 9 tahun, makanya dia tidak ingat sama sekali peristiwa naas itu dan menyalahkan Raja Seongjo dan keluarganya.

Ujug-ujug pada episode ke-13 atau berapa ya, saya tidak ingat betul, Raja menyegarkan kembali ingatan Ha Ram. Setelah itu Ha Ram nggak terlalu menyalahkan dirinya sendiri dan mendadak lupa aja sama balas dendam yang dia sudah plot bertahun-tahun, yang melibatkan gisaeng cantik tanpa peran penting bernama Mae Hyang.

Duh, satu lagi plot dan karakter yang kelupaan buat dikembangkan. Bahkan ketika Mae Hyang menyeberang ke pihak Pangeran Ju Hyang untuk ikut memberontak pada raja, perannya tidak diceritakan lagi. Yah, yah.

Kalau konflik batin Cheon Gi adalah seputar pengobatan ayahnya. Eun Ho menjadi setengah linglung dan setengah gila akibat upacara demon sealing ketika Cheon Gi lahir. Cheon Gi tumbuh besar mandiri dan berusaha untuk menemukan obat penyembuh sakit mental ayahnya.

Semua pekerjaan dilakoni, mulai dari menjadi pelukis resmi di lingkungan Baekyu Painters Society, menjadi pelukis peniru lukisan terkenal, sampai mengikuti kontes melukis Maejukheon yang diselenggarakan oleh Pangeran Yang Myung, demi mendapatkan uang untuk membeli obat yang kelewat mahal.

Dia juga berusaha membantu Ha Ram mengeluarkan iblis dari tubuhnya dengan cepat-cepat bekerja merestorasi lukisan Raja Yeongjo, dengan mengetahui resiko dia akan kehilangan akal sehat setelah menyelesaikan lukisan raja.

Soal lukis melukis, akting Kim Yoo Jung sebagai Hong Cheon Gi memang patut diacungi jempol.

Kim Yoo Jung yang cantik klasik khas Korea. Pantas dia diberi gelar Peri Sageuk.

Konflik batin Pangeran Yang Myung adalah mengamankan tahta yang sudah diberikan diam-diam oleh ayahnya, Raja Seongjo, dan tetap merangkul abangnya, Pangeran Ju Hyang, yang berniat melakukan kudeta untuk merebut tahta itu.

Karakternya terlampau baik, tanpa cacat cela. Pada Ha Ram dia ramah dan perhatian, padahal mereka memperebutkan cinta yang sama. Pada Cheon Gi dia juga sangat sayang dan peduli. Pada keluarga dan rakyatnya dia juga mengayomi. Duh second lead yang cocok menjadi sandaran sejuta wanita. Eaaa….

Penyelesaian Konflik

Sama halnya dengan drama “Police University” yang juga selesai di waktu yang sama dengan jumlah episode yang sama, “Lovers of the Red Sky” mulai pick up the space pada episode ke-15 dan berakhir dengan smooth pada episode ke-16.

Satu lagi kesamaan antara “Police University” dan “Lovers of the Red Sky” adalah betapa kedua tokoh utamanya in constant denial of their true feelings.

Ha Ram: “Aku mau mengeluarkan iblis dari dalam tubuhku. Kamu (Cheon Gi) jangan dekat-dekat.”

Cheon Gi: “Aku mau membantumu. Aku mau menyelesaikan lukisan raja secepat mungkin supaya iblis itu punya rumah baru setelah keluar dari dalam tubuhmu.”

Ha Ram: “Tapi kamu perlu Hwacha untuk menyelesaikannya. Kamu bisa gila dan kehilangan kemampuan melukis sesudahnya.”

Cheon Gi: “Tidak apa-apa, semuanya demi kamu.”

Ha Ram: “Tidak usah, aku saja yang menanggung penderitaan ini.”

Cheon Gi: “Aku mencintaimu. Aku rela berkorban untukmu.”

Ha Ram: “Pergilah, Cheon Gi. Ini tiket kapal untuk kamu dan ayahmu. Pergilah sejauh mungkin dari sini, dari aku.”

Cheon Gi: “Aku tidak mauuu…!” (menangis merajuk)

Begitu aja terus sampai planet Saturnus mendekat ke matahari. Nggak kelar-kelar, persis seperti karakter Sun Ho dan Kang Hee.

Penonton lelah dan bosan.

Mbok ya diskusi, gimana cara bekerja sama dengan baik supaya tujuan keduanya tercapai. Ya Ha Ram lepas dari iblis dan bisa melihat lagi. Ya Cheon Gi mempertahankan penglihatannya dan tetap bisa melukis.

Ayah Cheon Gi mati gara-gara Pangeran Ju Hyang, by the way, jadi tujuan utama Cheon Gi sekarang hanya berkutat di diri Ha Ram.

Ha Ram dan Cheon Gi yang terperangkap intrik di antara dua bersaudara Pangeran Ju Hyang dan Pangeran Yang Myung. Perhatikan deh bagaimana Ahn Hyo Seop tambah lupa berakting sebagai orang buta (mulai dari episode ke-8 sampai ending). Orang buta nggak akan melirik dari arah mana pedang datang, Mas!

Episode ke-16 itu BAGUS BANGET!

Cheon Gi yang kehilangan penglihatan dibantu melukis dalam keadaan buta oleh roh ayahnya. Samshin dan Roh Harimau Ho Ryeong membantu Ha Ram mengunci iblis (mbok ya dari kapan tahun, nggak usah tunggu semua orang menderita dulu, huh, kzl).

Bahkan ketika Cheon Gi jadi buta lagi, Ha Ram berjanji akan bertanggung jawab dan merawatnya. ‘Kan so sweet bangettt. Setelah itu mereka berdua meninggalkan Hanyang untuk memulai kehidupan baru di tempat yang jauh.

Fast forward ke lima (atau enam tahun ya?) kemudian, ditunjukkan Pangeran Yang Myung mengunjungi Ha Ram dan Cheon Gi di rumah mereka yang jauh di pelosok, membawa kado ulang tahun untuk si “kembar” yang telah menjadi pasutri itu.

Cheon Gi ternyata…bisa melihat lagi dong!

Gara-gara campur tangan Samshin yang sungguh sekarep’e dewek mempermainkan nasib manusia. Pokoknya mereka berdua bisa melihat lagi dan akhirnya bisa menikmati kebahagiaan setelah bertahun-tahun hidup sengsara.

Hari ulang tahun yang berkesan karena status sosial Ha Ram direstorasi dan Cheon Gi mendapat peralatan lukis yang langka. Hari itu ditutup dengan mereka berdua pergi ke peach orchard dan kissing under the tree.

DISCLAIMER: Formula drakor adalah harus adanya benang merah antara masa lalu, kini, dan nanti. Pokoknya harus ada pengulangan kejadian. Tanpa itu rasanya nggak afdhal.

Episode ke-16 disimpulkan dalam satu frame. Pasangan yang berulang tahun berbahagia karena dikunjungi sahaabat mereka, Pangeran Yang Myung. Pangeran Yang Myung harus segera kembali ke Hanyang untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin oleh Pangeran Ju Hyang.

Selamat ya, Ha Ram dan Cheon Gi, akhirnya kalian berdua bersatu sejak ditakdirkan akan bersama sejak masih orok, tapi gara-gara campur tangan Samshin buyar deh rencana agar dunia segera menjadi milik berdua dan yang lain ngontrak. Anak mereka berdua cakep dan imut lagi.

Akting Ahn Hyo Seop, Kim Yoo Jung, dan Gong Myung totalitas banget di episode pamungkas. Mungkin pada lega ya karena produksi drama yang menguras tenaga dan emosi (akibat meladeni cibiran netizen pada CGI yang gitu deh, kelihatan banget minim budget), akhirnya selesai juga.

Yang Saya Paling Sukai

Saya menonton drama ini hanya karena Ahn Hyo Seop. Secara kualitas akting, masih perlu banyak perbaikanlah. Akan tetapi, sebagai sunbae dan Ilwolseong, penghayatan Ahn Hyo Seop keren kok.

Yang saya paling sukai adalah cara karakternya memanggil karakter Hong Cheon Gi.

Nangja. (낭자)

Yang diterjemahkan secara malas menjadi miss/nona, padahal makna harafiahnya adalah:

My girl.

Aw, sukses deh bikin dugeun-dugeun setiap kali Ha Ram memanggil Cheon Gi dengan istilah itu.💜

Semoga Ahn Hyo Seop mendapatkan proyek yang lebih berkualitas di masa depan dan semoga Gong Myung menjadi first lead di drama berikutnya.

“Lovers of the Red Sky” masih dapat disaksikan di VIU ya. #HidupVIU!

Scene kesukaan saya ketika mereka terlihat begitu damai, tenteram, dan saling mencintai, meskipun Ha Ram kentara banget gagal berakting sebagai orang buta. Heuheu.

2424

One thought on “Review Drama Korea: Lovers of the Red Sky

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s