Tiga Tahun Bersama Baby

Tiga tahun bersama Baby terasa terlalu cepat berlalu. Sepertinya Baby baru lahir kemarin.

Anak yang datang sebagai kejutan. Anak yang namanya diperoleh lima tahun sebelum dia lahir. Anak yang ditunggu-tunggu untuk melengkapi keluarga kecil kami.

Baby adalah anak dengan sifat kolerik dan sanguin yang dominan.

Dia seperti gabungan keteguhan hati dan kekerasan kepala Papa dan Mamanya. Setiap hari kami geleng-geleng melihat kemiripan karakternya dengan karakter kami berdua.

Baby adalah anak yang sangat komunikatif.

Dia menyukai bunyi, dia menyukai bahasa, dia menyukai nada, dia sangat suka meniru kata dan suara. Di antara ketiga anak kami, Baby adalah anak yang paling cepat bisa berbicara.

Sebagai anak yang tumbuh besar setelah pandemi melanda, Baby memiliki lingkungan bermain yang terbatas.

Teman-teman pertamanya adalah Kakak dan Abang yang selalu sabar melibatkan Baby dalam aktivitas belajar mereka sehari-hari.

Sejak beberapa bulan terakhir Baby sudah mau bermain dengan sepupu-sepupunya dan dengan dua orang anak tetangga kami.

Baby memang begitu, adaptasinya agak lama, tapi begitu sudah klik, dia pasti senang bermain bersama. Malahan dia akan menangis bombay ketika waktu bermain usai dan dia harus berpisah dengan teman-teman mainnya.

Baby selalu mengira Kakak dan Abang bersekolah di rumah.

Tahun depan dia (dan saya) pasti bingung jika rumah sepi lagi karena anak-anak mulai sekolah meskipun bergiliran. Setiap pagi, sore, dan malam hari Baby mengabsen siapa yang belum hadir. Dia tahu kapan Papanya pergi dan pulang kerja. Pasti dia kaget kenapa pada rentang waktu tertentu hanya ada saya dan dia di rumah (mulai tahun depan).

Baby sangat suka “Hospital Playlist”.

Eits, jangan julid dulu, tentu dia tidak menonton dramanya. Yang dia suka dengarkan dan ikut senandungkan adalah lagu-lagu OST-nya. Memang lagu-lagunya ringan dan asyik banget deh. Cek aja di Spotify.

Baby suka makan segala macam, tapi makanan favoritnya adalah buah-buahan.

Kakak dan Abangnya makan wafer sebagai cemilan sore hari; Baby makan salak, apel, dan jeruk. Sejak usia 2 tahun tangan Baby sudah kuat membuka pintu kulkas sendiri. Buah-buahan saya taruh di rak paling bawah supaya dia bisa memilih sendiri snack-nya. Setelah memilih dia akan datang kepada saya dan meminta piring.

Iya, ada aturan di rumah setiap kali makan harus beralaskan piring (supaya remah-remah dan segala macamnya mudah dibersihkan) dan harus duduk ketika makan. Seperti Kakak dan Abang, Baby juga cepat tahu apa itu sampah dan peruntukan tiga tempat sampah yang ada di dalam rumah kami.

Tahun depan Baby mulai sekolah.

Proses bayar-bayarannya mulai…tahun ini dong. Batas waktu pembayaran kok ya jatuh pas pada hari ulang tahunnya. Mama jadi mewek deh, nggak rela Baby sudah tambah besar dan akan segera dilepas ke dunia di luar sana.

Selamat ulang tahun, Baby.

Bungsu kami. Adeknya Kakak dan Abang yang paling manis, paling ramah, paling galak, paling keukeuh sumeukeuh, dan juga paling suka berbagi.

We love you with all we are, the Sun of our life.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s