Kolab, Collab

Collaboration dalam bahasa Indonesia adalah kolaborasi, atau simpelnya disebut “kolab”.

Sebagai individu, kita perlu kolab dengan individu lain karena kita makhluk sosial yang ga bisa sendirian.

Hal sesederhana mendapatkan makanan aja butuh kolab. Ada petani menanam padi dan menjual beras, ada mbak pembantu di rumah yang menanak nasi, baru jadi deh penganan yang hangat di piring kita.

Dalam skala besar, kolab juga perlu dilakukan antarkomunitas.

Manfaatnya hanya satu: supaya saling kenal, bisa saling membantu, demi mencapai tujuan masing-masing ataupun tujuan bersama.

Sebagai komunitas baru, Drakor Class perlu berkolaborasi dengan komunitas lain yang bergerak di bidang Hallyu atau Korean wave.

Oleh karena fondasi kami adalah drama Korea dan literasi, maka kolaborasi yang tepat adalah dengan komunitas yang bergerak di bidang kebudayaan, kesenian, bahasa, dan sastra.

Drama Korea itu produk kebudayaan ya, Gaes. Jadi, jangan julid dulu.

Drama Korea adalah produk seni peran dan dia adalah catatan sejarah, politik, sosial masyarakat Korea Selatan pada suatu masa.

Sebut saja drakor hits “Reply 1988” yang menyuguhkan masyarakat Korea Selatan pada saat menjadi tuan rumah Olimpiade.

Kebangkitan ekonomi, kesejahteraan yang meningkat, kerukunan hidup bertetangga, semuanya digambarkan dengan jelas di situ.

Menonton “Reply 1988” terasa seperti masuk ke mesin waktu dan kembali ke masa lalu, masa yang dilalui oleh sebagian besar pembaca blog ini sebagai balita.

Saya sendiri pada tahun 1988 masih berusia 6 tahun, tapi saya masih bisa relate-lah dengan kondisi masyarakat yang digambarkan oleh drama tersebut.

Sejak berdiri tepat 10 bulan lalu pada tanggal 10 Oktober 2020, komunitas yang saya pimpin yaitu Drakor Class sudah berkolaborasi dengan beberapa pihak di luar kami.

Di dalam struktur organisasi kami sendiri kolab dibuat menjadi lebih spesifik dan ditangani oleh 3 divisi yang berbeda:

  1. Divisi Subject Matter Expert (SME): bertugas mencari dan mendatangkan narasumber ke acara internal Drakor Class seperti acara rutin IG Live.
  2. Divisi Komunitas: bertugas mencari komunitas Hallyu dan mengadakan joint event. Contohnya adalah event dalam waktu dekat dengan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI). Tunggu tanggal mainnya, ya.
  3. Divisi Media Massa: bertugas menghadirkan Drakor Class di berbagai media massa. Manggung supaya dikenal khalayak adalah spiritnya. Program kerjanya adalah seperti siaran rutin di radio dan mengusahakan Drakor Class diliput di media massa.

Semakin lama kami bisa melihat semakin banyak potensi untuk kolab. Tidak harus dengan komunitas yang bergerak di bidang drama Korea dan literasi, bisa juga dengan komunitas BTS Army di Indonesia, misalnya.

Setelah menjelajah media sosial selama beberapa waktu, saya mendapatkan ide untuk kolab dan tadi saya gelontorkan di grup Whatsapp untuk Divisi Komunitas dan Media Massa.

Semoga saja bisa digarap. Kapannya tergantung ketersediaan resources. Maklum, kami semua istri dan ibu yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab utama. Tentu saja kegiatan di Drakor Class harus mempertimbangkan prioritas-prioritas yang lain.

Bucin totalitas tanpa melupakan prioritas.

Nah, eta.

Akhir kata, selamat ulang bulan ke-10 komunitas kesayangan Drakor Class.

Kami akan terus membawamu berkolaborasi dengan komunitas lain supaya kamu berdiri tegak dan berdampak.

사랑한다!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s