Review Drama Korea: Mad for Each Other

Semua Orang Butuh Cinta

Iya, semua orang. Termasuk mereka yang emosinya terganggu, habis mengalami trauma, kehilangan kepercayaan diri, dan lain sebagainya.

Semua orang butuh mencintai dan dicintai. Semua orang perlu tahu bahwa dirinya berharga.

Kata orang, drama “Mad for Each Other” ini tentang kesehatan mental. Ada juga yang berkata bahwa ini tentang dua orang yang broken yang saling menemukan dan memperbaiki diri pasangannya.

Enggak sih, kata saya.

Inti dari drama ini sebenarnya tentang dua orang yang mencari cinta dan menemukannya di tempat yang tidak disangka-sangka. Sesederhana itu.

Nah, jalan untuk menuju titik penemuan itu dan kehidupan selanjutnya dari pasangan ini yang jauh dari kata sederhana. Jauh banget.

Siapa Mereka?

Detektif polisi Noh Hwi Oh (Jung Woo) dan pengangguran Lee Min Kyung (Oh Yeon Seo) adalah dua tokoh utama dalam drama ini. Drama yang hanya menghabiskan 13 episode (yang sebenarnya bisa dirampingkan menjadi 10 episode, menurut saya) mengisahkan pertemuan mereka berdua pada suatu hari yang naas.

Sebuah pertemuan yang disangka menguntit, tapi ternyata sekedar kebetulan. Pertemuan di manakah itu? Di supermarket,? Di bank? Di subway?

Enggak, Saudara-saudara. Di tempat praktek psikiater.

Bukan drama Korea kalau tidak membuka cerita dengan alur yang menggebrak.

Detektif Noh (selanjutnya akan saya sebut Noh) adalah seorang detektif yang sedang diskors karena tidak menuruti perintah atasan soal penggerebekan sebuah sarang narkoba. Pembangkangannya membuat rekan kerjanya hampir terbunuh dan menjadi cacat.

Noh diskors dan diharuskan menemui psikiater untuk menemukan solusi mengontrol temperamen dan wataknya yang pemarah. Dia bisa kembali bertugas jika ada surat keterangan dari psikiater bahwa dia sudah “sembuh”.

Jung Woo sebagai Detektif Noh. Macho yaa. Ini kali pertama saya menonton dramanya.

Karakter wanita bernama Lee Min Kyung (selanjutnya saya sebut Min). Seorang wanita yang mengalami dating abuse dengan pria yang sudah beristri. Nah kan, pelik banget. Setelah dituduh sebagai pelakor (tidak jelas apa dia menyadari pacarnya sudah menikah), dia malah sering dianiaya oleh pria inscure dan kejam itu.

Min bersembunyi selama kasusnya masih diurus oleh pengadilan. Dia menemui psikiater untuk mengatasi masalahnya dengan PTSD (Posttraumatic Stress Disorder), OCD (Obsessive Compulsive Disorder), dan paranoia. Min selalu merasa diintai karena ya wajar saja dia sempat menjadi sasak tinju pacarnya.

Oh Yeon Seo sebagai Lee Min Kyung. Cantik yaa. Ini kali pertama saya menonton akting dari si mantan pacar Kim Bum.

Bagaimana Mereka Bertemu

Noh dan Min bertemu pada hari yang buruk menurut Noh. Hari itu hujan dan ada banyak peristiwa yang membuatnya marah-marah sebelum bertemu dengan psikiaternya dan sesudah sesi konseling itu berakhir.

Min yang paranoia berpapasan jalan berkali-kali dengan Noh, sampai-sampai ia mengira bahwa Noh menguntitnya. Padahal mereka memang menuju ke tempat yang sama yaitu kantor psikiater yang merawat mereka berdua. Dan dalam perjalanan pulang mereka juga menuju ke tempat yang sama yaitu ….

dua buah apartemen yang bersebelahan di gedung yang sama.

Jreng, jreng, cue setting klise yang sering muncul di drama Korea.

Situasi yang canggung di lift, antara orang yang ketakutan karena merasa dikuntit dan orang yang sebal karena dikira menguntit

Min tidak begitu saja percaya bahwa Noh tidak menguntitnya. Noh langsung menganggap Min gila karena memakai bunga di rambut dan kacamata hitam padahal hari gelap.

Kesan buruk pada pertemuan pertama dan ketidaksukaan mereka akan kehadiran masing-masing membuat Min merusak mobil Noh dan mereka pun berakhir di kantor polisi dengan berteriak-teriak, nada suara tinggi, dan kondisi mencak-mencak tak berujung.

Noh dan Min yang saling melaporkan satu sama lain di kantor polisi. Malem-malem masih berantem tuh capek banget.

Terus terang, setelah episode 1 selesai saya rasanya mau drop saja drama ini. Belum pernah saya menonton drama yang episode pertamanya seberisik “Mad for Each Other”. Berisik banget. Kepala saya sampai sakit dibuatnya.

Untunglah saya menonton sambil menyetrika dan ada teknologi yang namanya skip 15 seconds di remote TV. Tanpa terasa saya sudah memasuki episode ke-4 dan di sini pace ceritanya mulai terangkat.

T3 (Tetangga, Tapi Tertarik)

Sudah pastilah mereka saling tertarik. Noh itu ganteng. Min itu cantik.

Sebagai detektif, Noh memiliki naluri dan kecenderungan untuk melindungi yang lemah, dan Min masuk ke dalam kategori itu. Penampilannya yang feminin mengeluarkan aura wanita manis yang patut dilindungi sesuai dengan moto polisi: to protect and to serve.

Dimulai dari kasus eksibisionis yang meresahkan kompleks apartemen tempat mereka tinggal, Noh dan Min pun menjadi semakin dekat. Min yang salah paham mengira Noh adalah pelakunya akhirnya meminta maaf dan melunak pada Noh. Noh pun tambah menyadari bahwa wanita itu sering ketakutan tanpa sebab dan menawarkan untuk melatihnya membela diri.

Alah, alesanmu, Bang, bilang aja pengen pedekate. Wkwkwk.

Ceunah mah lagi latihan buat melawan penjahat

Oh iya, mundur sedikit. Yang pertama kali melaporkan eksibisionis itu adalah seorang kasir di convenience mart di dekat apartemen tempat Noh dan Min tinggal. Kasir itu diperankan oleh Lee Su Hyun, vokalis AKMU. Wew, aktingnya lumayan juga dan suaranya sangat luar biasa waktu dia menyanyi pada salah satu scene.

Lee Su Hyun, vokalis Akdong Musician atau AKMU

Noh dan Min pun semakin dan semakin dekat karena diminta berpatroli oleh para ketua dan dua orang dayang wakilnya di Women Association apartemen itu. Mereka berpatroli untuk menjaga keamanan lingkungan di sekitar apartemen dan menangkap si eksibisionis yang mulai meresahkan warga.

Tiga emak rese dan kebanyakan waktu luang yang berperan besar dalam memperlancar hubungan Noh dan Min

Akhirnya seperti sudah diduga, witing tresno jalaran soko kulino. Cinta tumbuh karena terbiasa. Cinta tumbuh karena ketemu terus (apalagi sama tetangga). Cinta tumbuh karena sering bareng. Cinta tumbuh karena mereka sama-sama kesepian dan tidak ingin sendirian.

Noh dan Min pun berpacaran.

Tidak ada wajah secerah wajah orang-orang yang baru jadian

Baggage from the Past

Apakah perjalanan cintanya akan mulus-mulus saja? Tentu saja tidak, Dong Hyuk (nama random, bosan kalau pakai nama Fergusso terus), pan ini drama Korea. Semakin berbelit-belit, terpelintir di sana-sini, semakin bagus dan menarik.

Ada yang namanya beban dari masa lalu. Noh dengan karir yang tertunda akibat satu pengambilan keputusan yang buruk, berusaha keras supaya bisa kembali bekerja di kepolisian. Sekarang dia punya Min yang dia cintai dan dia kira hidupnya sudah menjadi lebih stabil, tapi ternyata …

masa lalu Min lebih menyeramkan dari masa lalu Noh.

Min pernah menjadi pacar dari pria beristri. Min pernah dilabrak di kantornya oleh istri si pria. Si pria bilang bahwa dia sebenarnya akan bercerai. Min tidak percaya dan mau meninggalkan si pria. Si pria tidak terima dan menganiaya fisik Min sedemikian rupa sehingga kepercayaan diri Min hancur.

Min melaporkan pria itu ke polisi dan dia ditahan. Min diburu supaya mau berdamai di luar pengadilan dan dia berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari pria itu dan ibunya yang sama-sama sinting. Reputasi Min hancur oleh hoaks yang disebar secara online oleh ibu si pria.

Demikianlah dia berakhir menjadi seorang wanita yang rapuh, selalu mencurigai orang lain, selalu meragukan dirinya sendiri, tapi langsung takluk pada pesona Abang Noh (eaaaa).

Noh yang emosional dan tidak terima wanitanya disakiti langsung naik darah dan main pukul begitu melihat si mantan pacar Min berani mendekati apartemen mereka. Min yang tidak ingin Noh tersakiti lebih jauh langsung memilih memutuskan hubungan mereka yang baru seumur jagung.

Duh Abang Noh jadi mewek-mewek deh.

Tarik ulur soal kemampuan memercayai diri sendiri dan kemauan untuk memercayai pasangannya adalah isu utama dalam hubungan di antara Noh dan Min.

Apakah akan Happy Ending?

Iya, kok, pan drama Korea. Untuk setiap masalah ada solusinya. Badai pasti berlalu.

Meskipun episode ke-13 (final) cukup membuat saya sport jantung karena adegan kejar-kejaran antara Noh dan Min yang diculik oleh si mantan, ternyata semuanya berakhir dengan baik. Lagipula si mantan bisa-bisanya melarikan diri ke mobil polisi. Ya, itu agak dodol sih.

Eh, ternyata siksaan buat penonton belum selesai. Begitu si mantan sudah tertangkap, Noh yang babak-belur dirawat di rumah sakit dan ketika sudah membaik ia cepat-cepat pulang dengan wajah berseri-seri untuk bertemu Min, eh pujaan hatinya melarikan diri, dong. Min pindah begitu saja dari apartemennya dengan truk yang membawa semua barangnya.

Ke manakah Min akan pergi?

Mampukah Noh mengejar Min?

Mereka beneran putus atau nyambung lagi?

Tonton saja di Netflix, ya. Dramanya ringan, kok, dan satu episode tidak sampai satu jam. Kata saya sih, drama ini cocok banget buat ditonton sambil menyetrika. Ringan dan menghibur.

Sebagai penutup saya mau kasih foto Noh yang sedang pundung ditemani anjing milik Min. Mereka sedang menunggu siapa, ya?

Tidak ada wajah sesuntuk wajah yang merindukan kekasih

Kesan dan Pesan

Apakah drama ini tentang kesehatan mental seperti yang digembar-gemborkan?

Tidak, sih. Menurut saya dengan semakin bertambahnya episode terlihat bahwa setting kantor psikiater itu hanya sekedar tempelan.

Noh dan Min ditunjukkan sering berkonsultasi di sana, terutama ketika mereka sedang pendekatan dan menjelang akan jadian. Namun, sesudah mereka pacaran setting-nya lenyap begitu saja ke latar belakang.

Jadi, sebenarnya setting yang lebih kuat adalah kompleks apartemen yang mereka tinggali dengan kondisi mereka bertetangga dan keharusan menghadapi semua kelakuan ajaib penghuninya. Menurut saya itu setting yang lebih mengena.

Kesan dari drama ini: saya suka, lhooo …. Walaupun ini pertama kali saya menonton akting kedua pemeran utamanya, saya suka dan ingin menonton mereka di dalam drama-drama lain. Tidak menyangka kualitas akting mereka beyond expectation begini.

Pesan dari drama ini:

Semua orang butuh cinta.

Semua orang butuh mencintai dan dicintai.

Semua orang perlu tahu bahwa dirinya berharga.

Tah, eta.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s