Kesan Mengikuti Lomba Menulis dalam Bahasa Korea

Pertengahan Juni lalu Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) mengadakan lomba menulis (쓰기) dan berbicara (말하기) untuk para siswa semester 1/2021 dari King Sejong Institute Jakarta (KSI, 자카르타 세종 학당).

Informasi mengenai lomba ini sudah diberikan kepada para siswa baru ketika upacara penerimaan pada awal Februari lalu. Waktu itu saya tidak berani berpikir untuk ikut serta. Sedikit pun tidak berani.

Apa pasal?

Tingkatan belajar di KSI ada banyak, delapan tingkat ditambah kelas persiapan TOPIK (semacam TOEFL untuk bahasa Korea). Saya kira anak baru level 1 semacam saya mau menulis atau berbicara apa.

Apakah saya akan punya bekal yang cukup untuk bercerita sesuai dengan tema yang diberikan?

Bahasa Korea menggunakan sistem alfabet sendiri (Hangeul) dan grammar dan vocabulary-nya cukup rumit (bunyi kata sering tidak sama dengan penulisannya).

Mencoba bercerita dalam bahasa Korea (entah melalui lomba menulis atau lomba berbicara) berarti mengkoordinasikan tiga buah aspek sekaligus: Hangeul, grammar, dan vocabulary saya, yang minim sekali bagaikan setitik debu di galaksi Bimasakti.

Akan tetapi, ternyata saya belajar banyak selama empat bulan terakhir. Materinya padat dan saya mendapat guru yang bagus yang selalu memberikan tugas menulis (setiap minggu) atau berbicara (membuat video atau percakapan pura-pura via Whatsapp).

Oleh karena latihan yang terus-menerus itu, saya memiliki sedikit kepercayaan diri untuk mengikuti lomba. Ah coba saja, tidak ada ruginya.

Berhubung penilaian tidak dibedakan untuk siswa kelas dasar maupun lanjutan, sedari awal saya sudah sadar bahwa saya kalah bekal tata bahasa dan kosakata dibandingkan kakak-kakak senior saya.

Tidak apa-apa, yang penting berani coba.

Lomba berbicara (말하기)

Lomba berbicara dan menulis akan diadakan pada hari yang sama, yaitu hari ini Rabu, 30 Juni 2021. Lomba berbicara akan diselenggarakan pada pukul 14.00 dan ditayangkan secara live di Youtube KCCI.

Mendengarnya saya langsung keder ….

Bagaimana cara saya yang masih piyik ini berbicara dalam bahasa Korea secara live, disandingkan dengan murid-murid dari level yang lebih tinggi?

Meskipun calon peserta harus mempersiapkan dan mengirimkan naskahnya terlebih dahulu ke panitia, tapi saya sudah keburu panik memikirkan lidah saya yang bakal banyak keseleo kalau harus berbicara bahasa Korea.

Apalagi suami tidak bisa cuti untuk menjaga anak-anak selama saya mengikuti lomba.

Iya, suami saya sangat mendukung les saya yang satu ini. Waktu saya ujian akhir berbicara, menulis, dan mendengarkan di awal Juni, dia sengaja mengajukan bekerja dari rumah supaya bisa mengawasi anak-anak ketika saya ujian.

Dengan berbagai pertimbangan itu akhirnya saya memilih mengikuti …

Lomba menulis (쓰기)

Lomba menulis diadakan hari ini pada pukul 10 pagi melalui Zoom. Jadi, peserta akan diminta memilih satu dari dua tema yang diberikan dan menulis tentang itu dalam waktu 60 menit saja.

Sebelum lomba dimulai, Kepala KCCI, Kepala KSI, dan beberapa guru yang menjadi juri memperkenalkan diri kepada kami, 15 orang peserta lomba.

Beberapa hari lalu panitia mengirimkan form ini kepada kami untuk di-print. Kami diminta menulis karangan kami di kertas berformat khusus tersebut.

4 halaman kertas kotak-kotak
yang ekivalen dengan sekitar 500 kata

Penulisan bahasa Korea menggunakan penggalan suku kata. Jadi, satu kotak diisi dengan satu suku kata.

Misalkan nama saya Rijo yang ditulis sebagai 리조. Jika memakai kertas kotak-kotak itu, maka nama saya akan menempati dua kotak: 리 dan 조.

Tanda baca ditulis dalam kotak. Spasi antar kalimat atau setelah tanda baca juga diwakili oleh satu kotak.

Jadi terbayang ya, saya yang terbiasa menulis rapat-rapat agak siwer juga ketika harus memindahkan huruf demi huruf Hangeul ke dalam banyak sekali kotak yang sungguh menyiksa pemakai kacamata silindris seperti saya.

Lomba mana yang lebih baik?

Lomba berbicara, tentu saja. Terus terang saya menyesal memilih lomba menulis karena tata bahasa dan kosakata saya tidak cukup untuk menyampaikan maksud saya.

Selama empat bulan saya sudah menghafal sekitar 100 kata kerja, tapi … kata kerja dalam bahasa Korea itu memakai konsep word stem.

Kata kerja berbentuk word stem tidak hanya harus dihafalkan artinya, tapi juga bentuk konjugasinya, menurut tingkat kesopanan (formal (jondaetmal) atau kasual (banmal)) dan tenses (present, past, future, present continuous, dan sebagainya seperti di dalam bahasa Inggris).

Berhubung waktu sangat sedikit dan saya panik, sering kali saya ragu-ragu, apakah bentuk konjugasi ini benar atau tidak, ya. Apalagi sedari awal tulisan saya sudah memilih bentuk formal (semua kata kerja berakhiran -seumnida) yang harus konsisten sampai akhir tulisan.

Kami tidak diperbolehkan membuka kamus (online ataupun offline), jadi ada beberapa konjugasi kata kerja yang tadi saya tebak-tebak. Padahal ada banyak sekali perkecualian aturan konjugasi kata kerja di dalam bahasa Korea.

Kesimpulannya, saya menyesal telah memilih lomba menulis dan tahun depan saya mau memilih mengikuti lomba berbicara. Lomba berbicara memungkinkan naskah yang sudah matang dan kesempatan untuk latihan berbicara berulang-ulang sebelum waktu lomba.

PelajarAn dari Lomba

Yang pertama, jangan skip-skip kalau membaca Whatsapp Group untuk peserta lomba.

Saya kelewatan membaca soal harus mem-print kertas kotak-kotak dan baru menyadarinya 20 menit sebelum lomba. Walhasil saya keringat dingin, apalagi waktu printer ngadat. Mencoba mem-print dari laptop dan handphone, semuanya gagal.

Puji Tuhan untuk suami dan anak yang mau menolong. Suami video call dengan si Kakak yang mengutak-atik entah apa supaya printer bisa terhubung dengan desktop-nya. Saya cukup mengirimkan file ke si Kakak dan voila semua beres.

Masalahnya, kertas kotak-kotak baru ada 30 menit setelah lomba berjalan. Jadi, selama 30 menit pertama saya menulis di kertas biasa dan menghabiskan sisa waktu untuk memindahkan sekaligus mengoreksi tulisan.

Saya kira saya menulis banyak. Ternyata setelah tulisan dipindahkan, dua halaman pun tidak penuh terisi. Ya bye-bye deh kriteria lomba minimal 500 kata. Hiks.

Jadi itu ya pelajaran pertama, teliti lagi apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum lomba berlangsung.

Yang kedua, saya jadi teringat kata-kata Mama saya dulu sekali saat saya masih belajar bahasa Jerman.

Bahasa itu bisa karena biasa.

Eh iya ya, benar sekali. Dan untuk membiasakan diri dengan bahasa itu harus banyak: 1) eksposur dan 2) latihan.

Saya mendapat banyak eksposur bahasa Korea dari menonton drama Korea, tapi ternyata saya sangat kurang berlatih menulis dan berbicara (langsung) dalam bahasa Korea.

Oleh karena itu, mumpung besok bulan baru dan penanda setengah tahun ini sudah habis dan tinggal ada setengah tahun lagi waktu untuk mencapai semua target, saya mau memulai kebiasaan baru.

Menulis jurnal dalam bahasa Korea.

Saya ingat-ingat, dulu waktu saya mulai menonton “Sesame Street” dan belajar bahasa Inggris, Bapak menyuruh saya belajar menulis dalam bahasa Inggris juga.

Kata pertama yang saya tulis adalah honey yang berarti madu, gara-gara saya melihat Big Bird, si burung kuning besar sedang makan madu.

Kata kedua adalah welcome karena (standarlah) kata itu selalu muncul di keset kaki tahun 90-an, hehehe.

Ketika mulai serius belajar bahasa Jerman di Goethe Institut, saya juga menulis buku harian dengan bahasa itu. Sehingga saya berkesimpulan, mengapa tidak mulai menulis jurnal dalam bahasa Korea?

Sudah setengah tahun 2021 berlalu dan suami baru memberikan jurnal ini kepada saya. Sebenarnya ini pemberian dari supplier di kantornya, Lotte Chemical, yang kebetulan perusahaan dari Korea.

Baeklah, mari kita kokoriyaan to the max.

Kesimpulan

Saya bersyukur untuk pengalaman ini dengan segala ketidaksempurnaannya. Seperti kata teman saya yang tadi terpaksa mengundurkan diri karena anaknya kena Covid-19 (semoga anaknya cepat pulih):

“Tidak apa-apa jadi piyik. Piyik pun lama-lama jadi ayam.”

Fighting! 화이팅!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s