Berita 1 Mei

Pertama-tama, selamat bulan baru!

Wah, tak terasa (apa terasa ya?) 4 bulan dalam tahun 2021 sudah kita lewati begitu saja. Sudah satu caturwulan, Kawan-kawan. Apa kabar resolusi kita? Semoga kabarnya baik-baik saja, alias masih dikerjakan dengan setia sampai dengan penghujung tahun ini. #toyordirisendiri

Hari pertama di bulan Mei ini, bulan kesukaan saya by the way, dihiasi dengan tidak adanya berita unjuk rasa buruh seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya saya tidak baca/dengar berita sih, hanya berasumsi saja karena tumben banget tidak ada suara toa bertalu-talu dari kawasan industri persis di sebelah kompleks rumah.

Well, anggap saja demikian. Omong-omong, selamat Hari Buruh Internasional bagi mereka yang merayakan. Ini ada quote dadakan dari saya:

Kerja harus diiringi dengan doa.

Kerja adalah untuk memenuhi panggilan hidup.

Kerja adalah ibadah.

Pada hari pertama di bulan Mei, saya punya berita baik untuk teman-teman semua yang berkaitan dengan dua kegiatan yang penuh dengan manfaat: membaca buku dan mendengar podcast.

Mengapa bermanfaat? Karena dua kegiatan tersebut sama-sama berguna untuk menambah wawasan. Apalagi di tengah pandemi yang membuat mobilitas kita menjadi sangat terbatas. Boro-boro pergi traveling ya, pergi ke Ind*****t saja perlengkapannya mesti segudang mulai dari masker, hand sanitizer, face shield, tisu basah, tisu kering, kantong belanjaan sendiri, dst. dan bikin malas saking rempong-nya.

Daripada memaksakan bepergian untuk mengatasi kebosanan dan akhirnya jatuh sakit (knock the wood) lebih baik pikiran kita saja yang mengembara, ke tempat-tempat jauh, ke tempat-tempat yang kita belum pernah datangi, ke gagasan/ide/wawasan yang asing bagi kita.

Daripada memaksakan meet up untuk mengobrol dengan handai taulan yang kita tidak temui selama lebih dari setahun terakhir, lebih baik kita bercengkerama lewat platform. Entah secara langsung, via telepon, via conference call, atau cara lain, mengobrol tetap saja mengobrol ‘kan? Kita bisa mendengarkan dan didengarkan, kita bisa mendapatkan kembali relasi kita yang sempat terputus gara-gara pandemi.

Untuk mendukung dua kegiatan berfaedah tersebut, ada informasi menarik nih.

1. Promo “BELI 2 DAPAT 3 BUKU” di Sky Books

Sebentar lagi libur panjang menyambut Hari Raya Idulfitri akan tiba. Eh, jadi cuti bersama dan libur panjang tidak, sih? Waktu itu katanya jadi, lalu tidak jadi karena jumlah kasus terinfeksi Corona meningkat, lalu jadi lagi tapi semua moda transportasi harus berhenti beroperasi tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Yang bener yang mana? Saya pun bingung.

Anyway walaupun tidak ada busway, libur itu tetap ada. Waktunya kita beristirahat, refreshing, recharge tenaga dengan melakukan hal-hal baru atau hal-hal yang tidak sempat kita lakukan sehari-hari.

Binge watching drakor? Oke saja selama sandang dan pangan untuk sekeluarga sudah aman ya selama kita me time.

Mulai berkebun lagi? Coba cek apakah toko tanaman di dekat rumah tutup jauh sebelum Lebaran tiba. Tak ada salahnya mulai membeli tanaman lebih awal dan menggunakan waktu liburan untuk menikmati tranquility dari kegiatan bercocok tanam.

Memanggang kue? Wih, selamat mencoba, saya sih sudah pasti skip.

Membaca buku? Ini saya banget. Koleksi buku di aplikasi digital begitu berlimpah, sampai bingung harus mulai baca yang mana. Buka Gradig sebelas dua belas dengan buka NF, waktu untuk memilih bacaan/tontonan lebih lama dibandingkan waktu untuk benar-benar membaca/menonton. Why oh why?

Nah, kalau kamu juga suka membaca, saya mau menawarkan buku-buku yang saya tulis nih. Ada tiga buku yang dijual secara online di Sky Books. Informasi singkatnya adalah sebagai berikut:

1.      Randomness Inside My Head (2016)

Buku ini adalah buku pertama saya. Buku yang merupakan kumpulan 12 cerpen ini ditulis dalam bahasa Inggris. Ceritanya beragam dan berpusat di sekitar tema keluarga, persahabatan, cinta, sampai kesenjangan sosial. Benang merah dari semua cerita adalah keberadaan kehilangan dan harapan yang timbul setelah kehilangan itu terjadi.

Saya berharap cerita-cerita di dalamnya dapat menghangatkan hati kamu, apalagi kalau kamu sedang merindu. 😊

2.      The Cringe Stories (2020)

Buku yang masih fresh from the book launch. Buku yang diterbitkan pada bulan Oktober tahun lalu adalah buku ketiga saya yang merupakan kumpulan 9 cerpen dalam bahasa Indonesia. Mengapa jumlah ceritanya lebih sedikit? Karena waktu untuk berkisah di setiap judul lebih panjang, hahaha.

Jika buku “Randomness Inside My Head” menyelami perasaan-perasaan yang ada dalam relung hati terdalam manusia, maka buku “The Cringe Stories” lebih memusatkan perhatian pada konstruksi sosial di sekitar kita.

Melalui cerita-cerita di dalamnya saya mempercakapkan hal-hal yang sering kita tidak pedulikan: orang-orang biasa di sekitar kita, para pelaku pekerjaan yang kita anggap remeh-temeh, pendapat manusia tentang hak milik pribadi dan umum, dan seterusnya.

Satu kesamaan dari kesembilan cerita itu adalah naturnya yang membuat kita bergidik. Bukan karena merasa ngeri, tapi karena berpikir: “oh iya, ternyata bisa begitu juga, ya.”

Saya membuka akses ke cerpen yang berjudul “Gendut”, salah satu cerita di dalam buku “The Cringe Stories” yang menjadi favorit pembaca. Percayalah, ini bukan cerita tentang saya yang menolak gendut, hehehe. Selamat menikmati dan semoga bisa menjadi bahan pertimbangan kamu untuk membelinya. 😊

3.      Crazy Sick 2020 (2021)

Buku saya yang keempat ini adalah kumpulan 21 esai yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan masih fresh from the oven. Baru diterbitkan pada penghujung bulan Maret lalu dan dalam satu bulan sudah memasuki cetakan kedua. Tentang apakah ia?

Tentang pandemi Covid-19. Tenang saja, buku ini tidak membicarakan aspek medis, ekonomi, atau aspek lain yang berat-berat. Ia lebih berupa catatan perjalanan dari saya yang memegang banyak peran dalam kehidupan (istri, ibu, pemilik usaha, penulis, dan sebagainya) sejak pandemi merebak sampai akhir tahun lalu.

Di dalamnya saya mengajak pembaca merenungkan kemanusiaan kita, apa yang menjadi prioritas dalam hidup kita, cara kita menangani pendidikan formal anak-anak yang tiba-tiba dialihkan dari sekolah ke rumah, cara kita menjaga kesehatan mental di tengah segala ketidakpastian, dan seterusnya.

Saya juga mengajak pembaca untuk mencoba hobi baru, mengupayakan keahlian baru, dan mengerjakan hal lain yang intinya adalah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya sambil menunggu pandemi ini berakhir (atau setidaknya mereda).

Salah satu contoh esai di dalam buku “Crazy Sick 2020” adalah tulisan tentang olahraga taekwondo yang saya tekuni sejak tahun 2016, dan yang saat ini terhenti karena dojang (tempat latihannya) ditutup sejak pandemi. Saya juga menulis banyak hal lain sampai tentang cara mengolah daging kerbau, lho. Boleh beli bukunya kalau kamu ingin tahu lebih banyak. 😊

Dapatkan promo ini di bit.ly/SkyBooks

Untuk memfasilitasi keinginanmu mendapatkan buku baru dengan harga terjangkau, Sky Books menawarkan promo BELI 2 DAPAT 3 BUKU. Cukup dengan membayar Rp 160.000,00 untuk buku “Randomness Inside My Head” dan “The Cringe Stories”, kamu akan mendapatkan FREE buku “Crazy Sick 2020”.

Iya, gratis! Dengan promo ini, kamu bisa hemat sebesar Rp 62.500,00 atau sekitar 30% dari harga normal untuk total tiga buah buku. Hemat banget, ‘kan?

Jadi, tunggu apalagi? Silakan kunjungi Sky Books di Tokopedia, ya. Atau chat saya kalau kamu ada pertanyaan. Promo ini akan berlangsung mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2021.

2. Peluncuran Podcast “Randomness Inside My Head”

Mengapa podcast? Dan mengapa sekarang?

Itu adalah pertanyaan yang saya ajukan di Instagram dan Facebook Story kemarin untuk menutup rangkaian teaser yang saya unggah selama 6 hari terakhir, dan saya sudah janji untuk memberikan jawabannya hari ini.

Mengapa podcast?

Sejak pandemi merebak dan gerak-gerik kita dibatasi, banyak orang beralih ke podcast untuk menyalurkan kegemarannya mengobrol.

Mengobrol? Bukannya podcast kebanyakan berlangsung satu arah?

Tidak selalu, ‘kan. Banyak podcast yang berisi obrolan, diskusi, sampai debat mengenai berbagai tema, dan saya berani bertaruh akun-akun baru bermunculan bak jamur di musim hujan sejak kuartal kedua tahun 2020 lalu.

Kita suka mengobrol. Kita suka berbicara.

Kita suka mendengarkan suara orang lain. Kita suka orang mendengar suara kita.

Kita suka menanggapi dan ditanggapi.

Kita sangat kehilangan berbicara atau mengobrol secara langsung dengan orang lain tanpa bantuan alat. Kita merindukan ketemuan, tatap muka, dan keberadaan fisik. Conference call dan tatap layar jaman new normal tetap tidak bisa menggantikan kenormalan kebiasaan kita yang dulu itu.

Selain podcast menjamur, grup di aplikasi chat juga bertambah tak kalah banyak dan pesat. Semua orang perlu mencari mereka yang memiliki kesamaan dengan diri mereka, entah kesamaan minat, kesamaaan sekolah anak, kesamaan les online, dan sebagainya.

Di dalam chat group itu apa yang orang lakukan? Ya, mengobrol. Berbicara, walaupun dalam bentuk teks. Berbicara, walaupun topiknya berganti terlalu cepat sehingga banyak anggota grup yang merasa kewalahan dan memilih clear chat sebelum memanjat. Berbicara, walaupun ada delay sebelum kata-kata kita ditanggapi.

Kita tuh sangat senang berbicara dan mengobrol.

Saya juga. Bahkan ketika saya sedang terlihat diam, pikiran saya tidak berhenti berbicara dengan dirinya sendiri. Merenung, mengingat, merencanakan, semuanya berjalan setiap detik. Ada pikiran yang jadi perkataan dan langsung keluar dari mulut saya. Ada pikiran yang jadi tulisan, walaupun pada intinya adalah saya sedang berbicara dengan pembaca tulisan ini.

Melalui podcast, saya ingin mengobrol dengan banyak orang. Ada tiga topik yang saya akan usung:

1.      Humanities

Melalui topik “Humanities” saya ingin membicarakan hal-hal yang membuat kita menjadi manusia. What makes us human? Apa yang membentuk kita? Apa ketakutan kita? Apa yang menjadi sumber kebahagian kita? Begitu banyak aspek humaniora yang saya ingin perbincangkan dengan pendengar podcast saya.

2.      Parenting

Melalui topik “Parenting”saya ingin berbagi pengalaman dan tips, sekaligus meminta pendapat dari pendengar podcast saya tentang mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anak untuk menghadapi tantangan jaman. It takes a village to raise a child, and maybe that village can sit down together and discuss what’s right and good for the next generation.

3.      Reviews

Melalui topik “Reviews” saya akan membahas dan mengulas buku, drama, serial, film, apa pun yang bisa saya nikmati di waktu luang. Bukan untuk menjadi referensi, by the way, karena pendapat tentang bacaan/tontonan itu perkara personal. Apa yang menurut saya bagus, belum tentu bagus menurut orang lain, dan sebaliknya. Sesi “Reviews” ada untuk memberikan gambaran dan terutama inspirasi yang bisa diambil dari bacaan/tontonan tersebut.

Mengapa sekarang?

Waktunya tepat bagi saya secara pribadi. Platform-nya sudah saya pilih dari tahun lalu, tapi baru pada bulan April saya memiliki kesempatan untuk memikirkan secara lebih mendetail tentang konsep, mekanisme, dan persiapan-persiapan kecil lainnya (membuat email, menyiapkan headset yang mumpuni, termasuk mengunggah berbagai teaser dalam bentuk IGS dan FBS).

Minggu lalu saya berpikir begini: “Sekarang atau tidak sama sekali.”

Tahun 2021 sudah habis sepertiganya. Saya pikir-pikir, mumpung saat ini saya memiliki kemewahan waktu dan energi untuk mempersiapkan podcast channel “Randomness Inside My Head”, let’s roll

Episode-episode dalam podcast akan saya bawakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara bergantian karena ternyata 80% dari pendengar trailer yang sudah ada (yang masih berantakan, btw) berasal dari Amerika Serikat. Hmm, mungkin mereka berkunjung karena kata “randomness”, hehehe.

Saya tidak akan berbicara satu arah dalam podcast saya. Para pendengar berkesempatan memberikan pendapat atau usulan tema melalui email randomness.inside.myhead@gmail.com. Pada beberapa kesempatan saya juga akan membawakan podcast bersama teman mengobrol yang asyik. Tunggu saja.

Podcast “Randomness Inside My Head” (sesuai dengan judul buku saya yang pertama, “anak” pertama saya) akan diluncurkan pada hari Kamis, 6 Mei 2021 mendatang di Spotify. Teaser-nya akan dirilis pada tanggal 3 Mei 2021, dan episode terbaru dapat didengarkan setiap hari Kamis. Come hell or high water, I’m committed to do it. 😊 Stay tuned, ya!

Flyer launching Randomness Inside My Head – Podcast, 6 Mei 2021

Demikianlah berita yang saya bawakan hari ini, tentang promo buku-buku di Sky Books dan peluncuran podcast saya dalam waktu dekat. Silakan berkunjung jika berkenan. Saya menanti-nantikan mengobrol dengan kamu, lewat buku dan lewat setiap episode yang ditayangkan di Spotify.

Semoga kamu semua selalu dalam keadaan sehat, ya. XX

One thought on “Berita 1 Mei

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s