Bola Liar Gosip Artis

Duh, judul tulisan ini ala Lambe Turah banget ga sih? Maafkeun, saya tidak bermaksud sensasional, cuma ingin menganalisa fenomena terkini dari dunia entertainment Korea Selatan. Eciyeh.

Anyhow, masih inget tulisan saya yang ini tentang gosip jadiannya Kim Jung Hyun dan Seo Ji Hye, para second leads di drakor fenomenal “Crash Landing on You” (akhir 2019 – awal 2020)? Gosip tersebut dihembuskan oleh Dispatch, sebuah perusahaan media terkenal di Korea Selatan.

Dispatch Korea terkenal karena berita-beritanya sering kali menjadi tren. Mereka juga terkenal karena berita-beritanya terkadang ngasal. Sampai-sampai pernah ada tweet yang saya lihat menyarankan para wartawan Dispatch untuk menulis fiksi saja karena berita-berita yang mereka turunkan terlalu halu dan terlalu jauh dari kenyataan.

Di saat para fans masih heboh dan turut berbahagia dengan berita dating Kim Jung Hyun dan Seo Ji Hye, eh tak ada angin tak ada hujan berhembus kabar tak sedap dari masa lalu Kim Jung Hyun. Well, bukan masa lalu banget sih, cuma 3 tahun lalu waktu dia tiba-tiba berhenti berakting di dalam drama “Time” bersama Seo Hyun SNSD. Alasan pengunduran dirinya ketika itu adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkannya mengalami depresi dan insomnia.

Drama yang saya tonton sebanyak 1 episode itu menimbulkan perasaan ganjil yang membuat saya tidak meneruskannya. Entah itu akting, entah itu perasaan sebenarnya, Kim Jung Hyun terlihat sangat tidak senang berada di depan kamera. Padahal saya mau menonton drama “Time” karena cukup terhibur dengan akting Kim Jung Hyun di drama “Welcome to Waikiki” (2018).

Ternyata dari kemarin berhembus kabar tentang perilaku buruk Kim Jung Hyun selama syuting drama “Time” dan ini menyeret kekasihnya ketika itu, Seo Yea Ji. Reputasi Seo Yea Ji sendiri meroket tahun lalu setelah membintangi “It’s Okay to Not Be Okay” bersama Kim Soo Hyun. Tak sampai satu tahun sejak drama itu berakhir, nama baiknya sebagai artis tercoreng hebat. Keterlibatannya di dalam drama mendatang “Island” pun dibatalkan, padahal proses produksinya belum dimulai.

Hanya dalam waktu 5 hari lho, yeoreobun, hanya dalam waktu 5 hari warganet yang ikut berbahagia karena kehidupan percintaan Kim Jong Hyun berbalik merajamnya dengan batu virtual. Hanya dalam 5 hari Kim Jung Hyun yang dikepoin karena bisa jadian dengan co-star-nya di “CLoY” seperti Hyun Bin dan Son Ye Jin, menjadi Kim Jung Hyun yang dimaki karena (kabarnya) memperlakukan Seo Hyun SNSD like shit sewaktu syuting drama “Time”.

Terkadang saya berpikir, semua kehebohan di dunia maya ini tak terlepas dari kondisi warga dunia yang mengalami pandemic fatigue. Semua orang sudah lelah dengan intimidasi virus yang kasatmata namun membunuh jutaan orang. Semua orang sudah capek hidup terkungkung tanpa interaksi fisik dengan manusia lain. Di tengah kesepian dan keadaan kurang kerjaan, berkomentar di media sosial menjadi pelarian.

Waktu kasus klub malam “Burning Sun” terjadi pada tahun 2018 sampai 2019, saya dan seorang eonni dari kelas taekwondo iseng membuka Naver untuk melihat percakapan di sana. Aduh, komentar-komentarnya, yeoreobun, benar-benar membuat saya mengelus dada dan pesimis apakah orang-orang di masa depan yang akan dijalani oleh anak-anak saya akan bersikap lebih buruk dari ini?

Karena dari komentar-komentar yang bersliweran terpancar kebencian dan kecintaan yang sangat kuat dan membuat saya terheran-heran: memangnya mereka yang bergerak cepat dengan jempolnya ini siapanya yang terlibat kasus “Burning Sun”? Apakah keluarganya? Atau apakah sahabatnya?

Sebab yang membela mati-matian tak kalah banyak dari yang menghujat setengah mati, dan mereka saling berkelahi, saling ngotot diri masing-masing sebagai yang paling benar. Kebencian/kecintaan pada hal yang sama membuat terjalinnya perseteruan/persahabatan instan. Padahal mereka tidak saling mengenal, lho, tapi mereka rela bertengkar, menghabiskan waktu, tenaga, emosi, kuota internet untuk berdebat dengan orang asing yang hidupnya hampir tidak  mungkin saling bersinggungan.

Mendengarkan eonni menerjemahkan komentar demi komentar sukses membuat saya migrain dan akhirnya menyudahi coffee date kami.

Anonimitas saat berkomentar membuat bola panas gosip artis semakin liar bergulir. Sialnya, kebanyakan dari gosip itu memakai tameng “sumber dari orang dalam” atau “sumber dari mantan staf”. Baiklah, pengungkapan nama sumber memang membuka kemungkinan retaliation, pembalasan dendam oleh pihak yang namanya terbawa jelek oleh sebuah pemberitaan. Akan tetapi, tanpa nama sumber, ujung-ujungnya adalah dugaan bahwa berita yang begitu digembor-gemborkan ternyata adalah … fiksi. Murni khayalan dari penulis berita.

‘Kan asem kalau benar begitu?

Bermula dari percakapan di antara Kim Jung Hyun dan mantan kekasihnya, Seo Yea Ji, yang bocor ke publik, warganet pun mengait-ngaitkannya dengan pengunduran diri Kim Jung Hyun dari drama “Time” dan dengan Seo Yea Ji yang katanya/kabarnya/gosipnya kerap, atau gemar, entahlah, mengalami cinta lokasi dan berganti-ganti pasangan.

Padahal itu percakapan pribadi yang tidak seharusnya diketahui oleh pihak lain di luar si artis pria dan si artis wanita. Pertanyaan seharusnya adalah: siapa yang membocorkan dan untuk tujuan apa? Pertanyaan itu kemudian dilanjutkan dengan: apakah yang membocorkan dan menyebarkan akan kecipratan sanksi sosial atau hukum juga?

Kalau saya jadi Kim Jung Hyun atau Seo Yea Ji atau artis mana pun, saya akan langsung membawa perkaranya dan si penyebar isi chat ke kepolisian dengan tuduhan pencurian data pribadi dan pencemaran nama baik. Akan tetapi, berkaca pada kasus Ariel dan Luna Maya dulu, si penyebar berita malah diganjar ringan secara hukum dan secara sosial.

Pernah tidak sih kita sebagai penggemar artis bertanya kepada diri sendiri: why would I even care?

Maksud saya, jadilah fans profesional yang menghargai karya dan menghormati privasi seorang individu yang kebetulan berprofesi sebagai artis.

Pernah tidak sih kita memutuskan untuk mundur dan menjaga jarak dari semua berita yang mengerubungi si artis yang kita sukai, mulai dari gosip, kebenaran, sampai segala sesuatu di antaranya?

Mungkin banyak dari kita yang ingin melakukan hal itu, tetapi dunia maya yang membuat bumi ini mengkerut secara harafiah, membuat kita menjadi terlalu emotionally invested dengan kehidupan orang yang kita idolakan.

Bagaimana tidak, si idola, atau agensi yang menaunginya, memakai segala macam cara dan media untuk tetap eksis di benak publik. Mereka sangat eager dan berkomitmen untuk berinteraksi dengan penggemar mereka.

Batas-batas di antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional menjadi begitu samar. Di akun Instagram seorang chef terkenal kita bisa melihat kepalanya dilempar dengan telur oleh anaknya sendiri. Di akun yang sama, chef itu memakai setelan tuksedo yang mewah dan meresmikan restoran terbarunya di sebuah kawasan elit. Dua jenis post yang mungkin menimbulkan reaksi yang berbeda dari penggemar dan pengikut si pemilik akun membuat batas-batas antara menyanjung/mempercakapkan/nyinyir menjadi bercampur baur.

Akan tetapi, worry not, semua berita di muka bumi ini adalah hot hot chicken s**t. Hangat subuh ini, dingin sore nanti. Semua kehebohan ini pada waktunya nanti, entah cepat atau lambat, pasti berlalu. Menimbang Kim Jung Hyun yang sudah melayangkan surat permintaan maaf kepada publik, saya pikir ini langkah pertama untuk mendinginkan suasana.

Mari kita mengingat sejenak kasus yang menimpa aktor Ji Soo beberapa waktu lalu dan membuatnya mengundurkan diri dari drama yang sedang ongoing “River Where the Moon Rises”. Hangatnya kasus ini paling hanya 1-2 minggu. Pada pertengahan bulan April ini ketika kita melihat ke belakang, kita mengingat Ji Soo sebagai aktor yang sial karena masa lalunya kembali menghantui dan mendampratnya justru ketika dia sedang menaiki puncak ketenaran.

Ada kemiripan di antara kasus Ji Soo dan Kim Jung Hyun. Kim Jung Hyun walaupun sudah terkenal sebagai aktor teater, sebenarnya sedang membina jalan menuju kepopuleran untuk media sinematik berjenis lain seperti drama dan film. Perannya sebagai Cheoljong di drama “Mr Queen” (2020) sangat berkesan di benak penonton, meskipun alur ceritanya dikritik habis-habisan karena dianggap membelokkan sejarah. Ibaratnya, Kim Jung Hyun sedang menanjak dan tiba-tiba digulingkan karena sebuah kesalahan/kekeliruan/kekhilafan di masa lalu.

Ah, saya jadi teringat kata-kata seorang bijak yang saya pernah temui di Bandung:

“Baik-baiklah dengan hari ini supaya masa lalumu tidak memalukan dan masa depanmu cerah.”

Setiap hari harus dijalani dengan baik-baik, dengan penuh pertimbangan, dan dengan pemikiran panjang. Jika kita melalukan kesalahan, maka selalu ada jalan untuk mendapatkan kesempatan kedua, asalkan kita benar-benar menyesal dan mau memperbaiki diri.

Saya berharap yang terbaik saja terjadi pada para artis-artis ini. Nasi sudah menjadi bubur ketan hitam, lebih baik fokus menanak nasi yang baru. Dan untuk para warganet, coba simpan lagi batu virtual yang kamu pegang. Penghakiman bukan milikmu dan jangan menjadi bagian dari kejatuhan orang lain.

Yuk, menjadi fans yang profesional dan bijak. Bodo amat jika gosip artis terus bergerak liar seperti bola panas. Dunia entertainment memang begitu, tapi tidak berarti kita ikut menjadi orang yang kejam karenanya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s