Besi Menajamkan Besi

Dan manusia menajamkan manusia. Katanya, dan saya amini hal tersebut benar demikian.

Manusia adalah makhluk individual sekaligus makhluk sosial. Dia memerlukan komunitas, tempatnya tergabung dan merasa dimiliki. Dia membutuhkan manusia lain untuk menjadi teladan, contoh, dan refleksi dari dirinya sendiri. Sebagai makhluk individual, setiap manusia memiliki pendapat dan pendiriannya masing-masing. Sebagai makhluk sosial, setiap manusia mengkomunikasikan posisi dan peran dirinya agar selaras dengan posisi dan peran orang lain.

Sebagai makhluk sosial, manusia perlu belajar berorganisasi sejak usia dini. Dia perlu bertemu dengan orang lain supaya dia tahu dia tidak selalu benar. Ada banyak sudut pandang, pemikiran, suara yang berbeda di luar dirinya. Di dalam organisasi pasti ada tujuan, dan manusia-manusia yang tergabung di dalamnya berkomunikasi dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang sudah digariskan sebelumnya.

Sebuah komunitas adalah juga sebuah organisasi. Meskipun komunitas biasanya dibentuk atas dasar kerelaan, perlu ada aturan main, perlu ada code of conduct, supaya setiap anggotanya punya pedoman berperilaku yang menjamin hidup berkomunitas tetap langgeng dan harmonis. Di sini pengetahuan berorganisasi dapat diaplikasikan. Komunitas juga dibentuk atas dasar kecintaan. Jika seorang anggota komunitas tidak lagi mencintai hal yang menyatukan kelompoknya, maka tidak ada yang bisa menahannya pergi.

Drakor Class adalah komunitas tempat saya tergabung selama lima bulan terakhir. Sebagai komunitas, dia masih mencintai main cause, penyebab komunitas ini terbentuk. Sebagai komunitas, anggota-anggota yang tergabung di dalamnya masih saling menghormati, menghargai, dan bisa bekerja sama dengan baik. Akan tetapi, sebagai organisasi, dia memerlukan strategi, perencanaan lebih mendetail dan lebih berjangka panjang untuk menjamin kelangsungan komunitas ini.

Oleh karena itu pada bulan Februari lalu dan bulan Maret ini kami menggelar survei internal untuk memastikan para anggota komunitas masih bahagia, masih berkomitmen, dan masih mau melangkah bersama.

Pada survei pertama, pertanyaannya adalah apakah anggota Drakor Class masih bahagia berada di Whatsapp Group dimana kami tergabung sejak setahun terakhir. Seratus persen menjawab: ya. Pertanyaan berikutnya adalah apakah anggota Drakor Class masih mau mengambil bagian di dalam blog dan media sosial untuk meningkatkan presence, awareness, dan brand komunitas kami. Seratus persen juga menjawab: ya.

Berangkat dari situ kami merancang pertanyaan-pertanyaan untuk survei kedua. Satu hal yang kami amati dalam lima bulan terakhir adalah bagaimana orang-orang yang bekerja hanya itu-itu saja, hanya segelintir dari total anggota Drakor Class sebanyak 21 orang. Lu lagi, lu lagi. Yang lain ke mana?

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada survei kali ini menjadi sangat mendetail. Tentang bidang-bidang pekerjaan yang selama ini kami kerjakan, baik itu di media sosial maupun dalam hal relasi dengan pihak-pihak di luar komunitas Drakor Class. Harapannya adalah, dengan semakin mendetail pos-pos yang dibuat, minat orang-orang akan semakin mengerucut, dan orang-orang akan semakin fokus untuk mengerjakan setiap program kerja yang dicanangkan.

Memang ada orang-orang yang mengambil beberapa pos sekaligus. Akan tetapi, semua pilihan itu dibuat atas dasar kesadaran. Survei yang diisi telah diisi secara pribadi dan rahasia, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab, kami semua percaya kami akan berkomitmen terhadap pilihan-pilihan yang kami buat.

Pada malam hari ini kami mengadakan meeting via Whatsapp Group untuk memetakan kekuatan kami berdasarkan hasil survei. Dari 21 orang anggota, 17 orang anggota hadir dan berpartisipasi di dalam diskusi. Delapan puluh persen tingkat kehadiran di dalam meeting internal adalah sebuah prestasi tersendiri untuk komunitas kami yang masih seumur jagung.

Pembahasan dimulai dari hal yang paling krusial, satu dari dua kecintaan yang membuat komunitas ini didirikan, yaitu soal menulis.

KOMITMEN MENULIS

Selama beberapa bulan terakhir ada penurunan semangat untuk mengisi blog kami secara konsisten. Pada awal pendirian Drakor Class, ada rencana mengisi blog setiap hari, yang artinya satu post untuk satu hari. Seiring dengan berjalannya waktu dan keberadaan prioritas di dalam hidup setiap anggota Drakor Class, kami menemukan bahwa target tersebut tidaklah feasible lagi. Kami perlu merancang sebuah sistem baru untuk memastikan kami tetap menulis yang terinspirasi oleh drama Korea, karena semangat kami adalah drakor dan literasi.

Dari pertanyaan tentang komitmen menulis yang dijawab oleh 19 orang, 14 orang berkomitmen menyetorkan tulisan 1 kali dalam sebulan, dan 5 orang lainnya berkomitmen menyetorkan minimal 2 tulisan dalam sebulan. Dari angka minimal ini saja kami sudah bisa mendapatkan (14 x 1) + (5 x 2) = 24 tulisan sebulan. Ini bukan angka yang buruk dan kami berhenti ngotot harus mem-posting satu tulisan setiap hari. Yang penting adalah konsistensi dan daya tahan dalam jangka panjang.

Kami memilih Kak Risna untuk menjadi koordinator untuk tulisan. Ruang lingkup tugasnya yang dikomunikasikan di grup adalah: 1) mengatur jadwal tulisan naik di blog, 2) mengecek kelayakan tulisan untuk SEO dan parameter lain, 3) mengingatkan semua anggota Drakor Class akan frekuensi menulis yang sudah menjadi komitmen mereka.

Selanjutnya kami membahas tentang aktivitas kami di media sosial, sesuatu yang disetujui oleh 19 orang yang disurvei bahwa aktivitas ini sudah sejalan dengan gagasan awal pembentukan Drakor Class.

KONTEN MEDIA SOSIAL

1. Facebook Post

Yang memilih post ini adalah Teh Gita yang sayang sekali tidak dapat menghadiri meeting kami pada malam hari ini. Sampai saat ini isi akun FB personal dan akun FB Page Drakor Class adalah copy-paste dari konten di Instagram Drakor Class. Ke depannya ada harapan untuk membuat posting khusus untuk Facebook (baik akun personal maupun Page) demi meningkatkan interaksi dan engagement dengan followers Drakor Class di Facebook. Hasil meeting hari ini akan dikomunikasikan secara terpisah kepada beliau.

2. instagram post

Anggota (7): Asri, Chika, Kak Dwi, Lala, Gita, Nadya, dan Rella

Koordinator: Kak Dwi

Ruang lingkup tugas:

1. Membuat IG post untuk setiap artikel yang tayang di blog.

2. Mencari konten yang lucu-lucu untuk di-repost.

3. Membuat IG post untuk hari besar, ulang tahun artis Korea, dan event-event lain yang berkaitan dengan Indonesia dan Korea.

4. Memastikan ketersediaan image untuk setiap IG post.

5. Men-share konten di IG Story.

6. Memastikan IG post dan story ditayangkan juga di Facebook.

3. INstagram LIve

Anggota (5): DK, Kak Dwi, Ima, Litha, Kak Risna

Koordinator: DK

Ruang lingkup tugas:

1. Brainstorming ide untuk IG Live.

2. Kolaborasi dgn Public Relations untuk mencari narasumber yang memang berkompeten di bidangnya.

3. Menentukan orang-orang yang akan tampil.

4. Membuat pengumuman dan teaser sebelum IG Live.

5. Memastikan rekaman IG Live berjalan lancar.

6. Jika perlu, membuat reportase sesudah IG Live.

4. PODCAST

Anggota (9): Asri, Kak Dwi, Ima, Lendy, Litha, Nas, Rella, Rijo, Risna

Koordinator: Ima

Ruang lingkup tugas:

  1. Brainstorming ide untuk podcast.

2. Menentukan speaker dengan cara koordinasi dengan internal Drakor Class atau dibantu oleh PR untuk pihak eksternal.

3. Merekam podcast.

4. Menambahkan musik background, memberi deskripsi, dan memasang cover art pada rekaman.

5. Mem-publish podcast di platform terkait.

6. Berkoordinasi dengan tim Instagram Post untuk menjadikannya konten yang mengarahkan followers ke platform podcast.

5. YOUTUBE

Anggota (2): Litha, Risna

Koordinator: Litha, Risna

Ruang lingkup tugas: diberitahukan kemudian

6. Twitter

Anggota (6): Bunda, Dea, Ima, Nas, Rani, Kak Risna

Koordinator: Rani

Ruang lingkup tugas:

  1. Quote tweet tulisan, kasih hashtag nama oppa dan eonni.

2. Re-tweet tweet yang lucu.

3. Komentar di page akun lain.

4. Menyelenggarakan giveaway.

5. Membuat thread.

6. Meng-upload image yang diproduksi oleh tim medsos lain.

7. Meningkatkan ER Twitter.

PUBLIC RELATIONS DENGAN PIHAK EKSTERNAL

1. NARASUMBER YANG MERUPakan SUBJECT MATTER EXPERT (SME)

Anggota (5): DK, The Gita, Ima, Lendy, Nas

Koordinator: Nas

Ruang lingkup tugas:

1. Brainstorming ide untuk tema Live di media sosial.

2. Mencari narasumber yg kredibel yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

3. Mengatur jadwal untuk tampil Live.

4. Tandem dengan tim Live di media sosial untuk membuat rekaman.

5. Jika perlu, koordinasi dengan Rijo untuk mengirimkan merchandise untuk narasumber.

2. Komunitas hallyu dan literasi

Anggota (4): Chika, Dwi, Rella, Rian

Koordinator: Rella

Ruang lingkup tugas: banyak kolaborasi dan koordinasi dengan tim media sosial.

3. marketing media massa

Anggota (3): Bunda, Nadya, Rijo

Koordinator: Nadya

Ruang lingkup tugas: mencari media massa konvensional dan online untuk mengadakan interview demi memperkuat presence dan brand awareness dari drakor Class.

kesimpulan

Sejalan dengan usul dari Nas mengenai pembentukan kepengurusan Drakor Class, kami menyepakati durasi pembagian kerja yang telah kami diskusikan adalah dari 17 Maret sampai dengan 30 Juni 2020. Meeting untuk evaluasi akan diadakan pada tanggal 1 Juli 2020. Beberapa catatan lain yang kami putuskan adalah:

1. Spesialisasi. Manda akan khusus menangani desain untuk merchandise Drakor Class. Rijo adalah bendahara sekaligus penanggung jawab untuk merchandise dalam hal sourcing, bidding, procuring, dan delivering.

2. Posisi Riela dan Rosy di Drakor Class. Riela untuk sementara waktu tidak dapat aktif di Drakor Class karena kesibukan di tempat kerja. Rosy sudah beberapa bulan ini tidak dapat dihubungi. Posisi mereka di blog Drakor Class adalah sebagai kontributor artikel yang tidak bisa mem-publish sendiri.

3. Tim Hore. Menilik poin ke-2 mengenai anggota Drakor Class yang tidak aktif, dengan ini keberadaan Tim Hore didefinisikan dan diakui. Mereka yang termasuk ke dalam Tim Hore masih boleh berada di grup Whatsapp Drakor Class, tapi tidak memiliki hak atas aset Drakor Class dan tidak memiliki kewajiban apa pun terhadap komunitas ini (termasuk tapi tidak terbatas pada kewajiban membayar uang kas bulanan).

4. Setiap tim yang telah terbentuk diharapkan berkomunikasi dan bekerja secara internal melalui grup Whatsapp tersendiri. Koordinator setiap tim bertugas me-manage, tapi yang bekerja adalah semua anggota tim. Perincian ruang lingkup tugas dan program kerja setiap tim akan dikumpulkan pada tanggal 27 Maret 2020 di grup Whatsapp Drakor Class.

Dalam meeting grup Whatsapp yang berlangsung selama tiga jam, komunitas kami membahas dan memutuskan hal-hal di atas. Saya tak henti-hentinya bersyukur telah dipertemukan dengan orang-orang di Drakor Class yang berkomitmen, fokus pada tujuan, dan memiliki semangat perjuangan.

Semoga langkah kami bersama selama 3 bulan ke depan semakin seiring dan seirama.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s