Kesan Pertama Drama Korea: Vincenzo

Song Joong Ki adalah seorang aktor asal Korea Selatan dengan kepopuleran yang so-so sebelum dia membintangi drama “Descendants of the Sun” pada tahun 2016. Drama yang mempertemukannya dengan aktris papan atas Song Hye Kyo ini melambungkan namanya sebagai salah satu Hallyu Star. Tema drama yang unik adalah hasil karya penulis skrip kawakan Kim Eun Sook. Song Joong Ki mendapat sorotan karena ini adalah drama comeback setelah dia menyelesaikan wajib militer. Song Hye Kyo juga disorot karena reputasinya yang sering mengalami “cinta lokasi” dengan lawan mainnya di drama, sebut saja Hyun Bin dan Lee Byung Hun.

Di dalam drama “Descendants of the Sun”, Song Joong Ki berperan sebagai Kapten Yoo Shi Jin, seorang komandan pasukan elite yang bernama Alpha Team. Call sign-nya adalah Big Boss dan dia hadir di dalam dan menghilang seenaknya dari kehidupan Dokter Kang Mo Yeon (Song Hye Kyo) yang sehari-hari sibuk bertugas di rumah sakit. Konflik di dalam drama ini dipaparkan sejak dua episode pertama: bagaimana seorang dokter yang bersumpah untuk menyelamatkan nyawa harus mengatasi ketertarikannya pada seorang tentara yang tanpa segan menghabisi nyawa, selama pihak yang dihabisi adalah lawan dan bukan kawan.

Outcome dari drama ini sudah bisa ditebak sebenarnya: si tentara dan si dokter mengambil kompromi antara tuntutan profesi dan perasaan pribadi mereka, setelah melalui sekian banyak kejadian yang hampir merenggut nyawa, mulai dari gempa bumi, penyelundupan berlian, penculikan, kematian, dan seterusnya. Chemistry di antara Song Joong Ki dan Song Hye Kyo pun sangat terbangun, sampai meluber dan tumpah-tumpah kalau kata warganet. Tak butuh waktu lama untuk dunia menyebut mereka sebagai Song-Song Couple, walaupun rumor bahwa mereka menjalin hubungan belum bisa dipastikan kebenarannya.

Pada bulan Juli tahun 2017, sekitar setahun setelah drama “Descendants of the Sun” ditayangkan dan menciptakan pengggemar-penggemar baru bagi Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, mereka berdua mengumumkan akan menikah pada bulan Oktober pada tahun yang sama. Beberapa bulan sebelum tanggal pernikahan, Song Joong Ki membintangi sebuah film bertemakan antipenjajahan Jepang yang berjudul “The Battleship Island” bersama So Ji Sub dan aktor lainnya. Eksposur terhadap kehidupan pribadinya mau tak mau mendongkrak popularitas film tersebut, meskipun Song Joong Ki sendiri mengakui bahwa dia ingin publik melihat dirinya sebagai aktor di dalam film, bukan dirinya sebagai calon suami Song Hye Kyo.

Jodoh tak dapat disangka, perceraian tak dapat dihindari. Mungkin pikiran itulah yang muncul pada benak banyak orang setelah Song Joong Ki menggugat cerai istrinya pada bulan Juni 2019, tak sampai dua tahun setelah mereka menikah. Song Hye Kyo yang sudah diawasi dan dipergunjingkan habis-habisan oleh media massa Cina sejak bulan Januari pada tahun yang sama karena muncul ke publik tanpa cincin kawinnya, tak memberi komentar apa pun terkait gugatan cerai tersebut. Bahkan pengadilan keluarga yang memanggil kedua belah pihak untuk proses mediasi tidak berhasil menghadirkan dua orang aktor yang pernah dilanda asmara dan dielu-elukan oleh banyak fans Korean Wave di seluruh dunia.

Rumor tak sedap pun berhembus. Kedua belah pihak menyatakan bahwa perceraian adalah akibat perbedaan yang tak dapat dijembatani. Akan tetapi, gosip bahwa Song Hye Kyo berselingkuh dengan Park Bo Gum, lawan mainnya di dalam drama “Encounter” (2018), tidak dapat dihindari. Sejak awal berita perceraian Song-Song Couple diangkat, media massa bersikap tidak bersahabat pada Song Hye Kyo. Track record-nya yang hampir selalu menjalin hubungan dengan lawan mainnya seusai penayangan sebuah drama (dengan Hyun Bin setelah drama “Worlds Within” (2008), dengan Lee Byung Hun setelah drama “All In” (2003)) menguatkan dugaan publik bahwa Song Joong Ki hanyalah salah satu korban dari “permainan” Song Hye Kyo.

Karir Song Hye Kyo sepertinya tidak terpengaruh oleh perceraian yang dialaminya. Kontrak untuk iklan, brand ambassador, dan sebagainya terus berdatangan, dan akun Instagram-nya menunjukkan life and business as usual bagi aktris cantik tersebut. Sebaliknya, Song Joong Ki sepertinya lebih terpukul oleh perpisahan mereka. Dia sempat membintangi drama “Arthdal Chronicles” (2019) Season 1, dan mengundurkan diri ketika Season 2 hendak dibuat. Song Joong Ki dikabarkan mengalami rambut yang menipis dan kelelahan yang berlebihan akibat stres. Dia juga pernah kelepasan berbicara pada awak media, bahwa dia merasa rupanya memburuk. Setelah perceraian, simpati publik masih mengalir deras untuk Song Joong Ki, meskipun tidak ada yang mengetahui pasti penyebab perceraian mereka.

Kemunculan Song Joong Ki kembali ke hadapan publik pada tahun 2021 ini dinanti-nantikan sekaligus diamati dari dekat, seperti halnya kita mengamati sebuah spesimen di bawah lensa mikroskop. Film terbarunya yang berjudul “Space Sweepers” adalah film Korea Selatan pertama dengan tema luar angkasa dan bersifat futuristik. Film ini selesai diproduksi pada tahun 2019 dan rencananya akan ditayangkan di bioskop di Korea Selatan pada bulan Agustus 2020. Pandemi Covid-19 membuat film ini pada akhirnya ditayangkan di platform Netflix sejak tanggal 5 Februari 2021.

Perannya sebagai Kapten Kim Tae Ho yang mencari anak angkatnya yang menghilang di angkasa membuat publik tambah bersimpati kepada Song Joong Ki yang berstatus duda. Interaksinya yang hangat dengan aktris cilik yang berperan sebagai Kot Nim, membuat banyak warganet berkomentar bahwa Song Joong Ki sudah memiliki aura kebapakan, dan bahwa sayang sekali dia tidak mendapat kesempatan untuk membina keluarga dengan mantan istrinya, Song Hye Kyo. Perhatian dan perbincangan berlebihan di internet sudah pasti tidak memperhitungkan perasaan Song Joong Ki yang seharusnya dilihat sebagai seorang individu dengan kehidupan pribadi, bukan sekedar sebagai seorang figur publik yang dibahas seperti sebuah obyek.

Walaupun film “Space Sweepers” hanya mendapat rating 6.4/10 atau 63% dari 100% di situs-situs review online, film ini menduduki posisi nomor 1 pada penayangannya di Netflix Perancis, Malaysia, Kroasia, Korea Selatan, dan Filipina. Comeback dari Song Joong Ki tidak berhenti sampai di situ. Masih pada bulan Februari ini, dia kembali hadir di dalam drama terbaru dari stasiun kabel tvN lewat drama “Vincenzo” yang mengisi slot kosong yang ditinggalkan oleh drama “Mr Queen”. Di dalam drama ini Song Joong Ki berperan sebagai Vincenzo Cassano, seorang pengacara berdarah Korea yang bekerja untuk mafia Italia. Dia pulang ke Korea Selatan untuk mengurus emas ilegal yang ditinggalkan oleh kliennya, seorang pengusaha dari Cina yang baru saja meninggal dunia.

Saya mendapat kesan pertama yang positif dari drama ini. Setelah dikecewakan dengan dua episode pertama dari drama “Sisyphus: the Myth” yang sungguh hancur karena Park Shin Hye (baca di sini), dua episode pertama “Vincenzo” cukup menarik perhatian saya. Setting pertama drama ini adalah di Italia dengan gedung-gedung bercita rasa seni yang tinggi dan perkebunan anggur yang terhampar indah sejauh mata memandang. Sebagai seseorang yang sangat menikmati saat melancong ke Italia, menonton episode pertama “Vincenzo” terasa seperti nostalgia. Memang sejak awal “Vincenzo” sudah memiliki rasa Hollywood, seperti halnya banyak drama Korea lain yang saat ini memadati platform Netflix. Selera pasar memang ada untuk mendikte rumah produksi, dan bukan sebaliknya.

Saya tak dapat memungkiri bahwa Song Joong Ki terdengar lebih keren berbicara, apalagi memaki, di dalam bahasa Italia, lebih keren dibandingkan saat dia berbicara di dalam bahasa Inggris dan Urk di dalam drama “Descendants of the Sun”. Raut wajah, intonasi suara, dan emosi yang ingin disampaikan sangat mendekati dengan seorang pria Italia yang sedang mengamuk tak karuan, tapi tetap terdengar musikal. Bravo buat totalitas Song Joong Ki.

Kehadirannya sendiri di Italia, di tengah orang-orang dengan ras Kaukasia, sudah sangat menonjol. Satu hal yang membuat saya terkejut adalah keberadaan sentimen untuk melawan rasisme terhadap orang Asia. Ini ditunjukkan dengan makian Song Joong Ki di dalam bahasa Korea ketika dia dirujuk sebagai “kulit kuning” dan disapa dengan kata arigatou (bahasa Jepang) oleh bos mafia yang memiliki perkebunan anggur yang dibakar oleh Vincenzo.

Beralih ke Korea Selatan, kehidupan Vincenzo ternyata tidak langsung berjalan mulus. Gedung pertokoan tua bernama Geumga Plaza yang dia jadikan tempat menyembunyikan emas ilegal senilai 13 milyar Won, ternyata diincar oleh sebuah perusahaan farmasi bernama Babel yang terkenal bermain licik, kotor, dan kongkalingkong dengan para pemegang kekuasaan.

Geumga Plaza adalah satu-satunya gedung yang belum dijual di area yang dibeli oleh Perusahaan Babel. Kehadiran Vincenzo yang begitu tiba-tiba menimbulkan kecurigaan dari para tenant yang bersatu di bawah pimpinan pengacara Hong Yoo Chan (Yoo Jae Myung) untuk menentang Geumga Plaza dibeli dan dirubuhkan oleh Perusahaan Babel.

Pemilik Geumga Plaza sendiri adalah liaison antara Vincenzo dan si pengusaha orang Cina yang sudah meninggal. Dia juga bertekad untuk tidak menjual Geumga Plaza, tetapi apa daya anak dan istrinya diancam akan dibunuh. Akhirnya dia terpaksa menandatangani surat jual-beli dan ini menimbulkan kemarahan dari para tenant.

Sejak awal Vincenzo menginjakkan kaki di Geumga Plaza, saya sudah tertawa tanpa henti. Para tenant di sini sangat mengingatkan saya pada para penghuni rumah kos di dalam drama “Strangers from Hell” (2019) yang dibintangi oleh Lee Dong Wook dan Im Siwan. Mereka hadir dengan karakteristik lucu masing-masing. Ada pemilik binatu yang sangat bawel, guru piano yang berlagak seperti hantu, ibu-anak pemilik snack bar, koki restoran Italia bodong, kantor pengacara “Jipuragi” yang digawangi oleh Hong Yoo Chan, dan tak ketinggalan sebuah kuil Budha yang terletak di lantai paling bawah, tepat di atas basement tempat menyimpan emas itu.    

Karakter Vincenzo yang diperankan oleh Song Joong Ki sangat menarik karena dia seperti gabungan dari beberapa karakter yang dia pernah perankan pada tahun-tahun sebelumnya. Sikap dan tatapannya yang dingin adalah khas Kang Ma Ru (“Innocent Man”, 2013), dan caranya memegang senjata dan berurusan dengan musuh adalah khas Kapten Yoo Shi Jin (“Descendants of the Sun”, 2016). Rasanya mendekati karakter Kapten Ri Jeong Hyeok (“Crash Landing on You”, 2019) yang seperti gabungan dari beberapa karakter yang pernah diperankan oleh Hyun Bin. Mungkin ini sedang menjadi tren dalam produksi drama Korea? Entahlah.

Saya melihat jangkar untuk keseluruhan cerita ada pada diri Pengacara Hong Yoo Chan. Tak butuh waktu lama untuk dia mulai menjalin persahabatan dengan Vincenzo dan melawan Perusahaan Babel. Anak perempuannya yang bekerja di Kantor Hukum Woosang dan menjadi perwakilan Perusahaan Babel juga membuat konflik tambah menarik. Akting Yoo Jae Myung memang selalu matang dan bisa diandalkan.

Banyak fans yang menyayangkan sedikitnya screen time untuk karakter yang diperankan oleh Ok Taecyeon, seorang intern di Woosang di bawah Hong Cha Young (Jeon Yeo Bin). Akan tetapi, episode yang sudah ditayangkan baru 2 dari rencananya 20 episode. Masih ada kemungkinan karakter si intern berkembang, atau malah memiliki peran penting dalam perseteruan di antara Vincenzo/Geumga Plaza dan Perusahaan Babel/Kantor Hukum Woosang.

Ini kali pertama saya melihat akting Jeon Yeo Bin (female lead) dan saya sangat tergelitik. Aktingnya berada di garis perbatasan di antara cadas dan konyol. Sikapnya yang meledak-ledak sangat menarik untuk diikuti, walaupun terkadang saya khawatir dia seperti sedang mengalami kejang karena she’s too all over the place. Semakin ke sini drama Korea semakin dipenuhi karakter-karakter wanita yang memorable. Kalau saya ingat bagaimana lemahnya karakter Eun Soo (Song Hye Kyo, “Endless Love”, 2001), kemunculan karakter wanita yang kuat, tangguh, dan tidak menunggu male lead menyelamatkan mereka  adalah sebuah tren yang patut diapresiasi.

Semoga saja episode-episode selanjutnya dari drama “Vincenzo” masih dipenuhi dengan kejutan, meskipun beberapa simpul plot sudah dipaparkan sejak episode pertama, yaitu:

  1. Perusahaan Babel yang membahayakan dan tidak mau bertanggung jawab atas nyawa orang yang mengikuti trial obat baru yang mereka keluarkan.
  2. Kantor Hukum Woosang yang mengabaikan hati nurani demi mendapat uang dari Perusahaan Babel.
  3. Kantor Hukum Jipuragi di bawah pimpinan Hong Yoo Chan yang memiliki motivasi murni untuk menyelamatkan Geumga Plaza.
  4. Konflik ayah-anak di antara Hong Yoo Chan dan Hong Cha Young.
  5. Vincenzo dan si pemilik Geumga Plaza yang hendak menyimpan emas untuk diri mereka sendiri.
  6. Vincenzo yang hendak berdamai dengan ibunya yang sedang mendekam di penjara dan menderita kanker.
  7. Pengadilan ulang untuk ibu dari Vincenzo yang dijebloskan ke dalam penjara padahal sebenarnya dia membela diri dari pelecehan seksual yang dilakukan oleh majikannya.
  8. Sebuah agensi rahasia dengan agennya yang terlalu bersemangat (bagian yang ini saya kira terlalu mengada-ada, tapi ya sudahlah) yang mengawasi aktivitas Vincenzo di Korea Selatan karena khawatir dia akan membawa pengaruh mafia.
  9. Perjuangan para tenant di Geumga Plaza untuk mempertahankan tempat mereka tinggal, bekerja, dan hidup.

Drama “Vincenzo” bisa disaksikan di platform Netflix setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 21.00 WIB. Selamat menonton!

6 thoughts on “Kesan Pertama Drama Korea: Vincenzo

  1. Sedih banget siih…liat hubungan SJK sama Ibunya di Vincenzo.
    Tapi aku masih abu-abu niih…ini beneran Ibunya?
    Kok wajahnya SJK datar gitu waktu Ibunya divonis penjara?
    ((datar wajahnya, tapi teteup bikin penonton girang, hehehe…kangen banget akutu))

    Liked by 1 person

    1. Ceunah ibunya menyerahkan vinz (eciyeh) untuk diadopsi sejak bayi, jd emang ga pernah ketemu dan kenal setelah vinz tumbuh dewasa. Wajah datar dan dinginnya dapet banget ga sih. Jingkrak2 liat comeback-nya oppa dengan senapan dan ledakan, hahaha

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s