Kim Seon Ho, “Second Lead” Rasa “First Lead”


UPDATE:

Kim Seon Ho akhirnya membintangi drama pertamanya sebagai male lead. Kamu bisa baca di sini.

Halo, para pecinta drama Korea, annyeonghaseyo. Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia, ya. Melihat foto yang dipajang di atas, Anda pasti langsung ngeh siapa dia. Ya, betul sekali, dia adalah Kim Seon Ho, yang berperan sebagai Han Ji Pyeong, karakter yang menjadi second lead di dalam drama “Start-Up”. Drama Korea “Start Up” yang dirilis pada akhir tahun lalu menghebohkan jagat media sosial karena temanya yang tidak biasa: sangat dekat dengan anak muda yang ingin meraih mimpi dan cita-cita, dan membahas seluk-beluk investasi yang berkelindan dengan teknologi.

Kim Seon Ho lahir di Korea Selatan 35 tahun yang lalu. Dia adalah seorang aktor teater yang aktif dalam berbagai pementasan dan baru tampil di layar kaca pada tahun 2017 di dalam drama “The Good Manager”. Sampai sebelum drama “Start-Up”, Kim Seon Ho telah tampil di dalam sepuluh drama dan dua variety show. Kim Seon Ho memang tidak seterkenal cast yang lain di dalam drama “Start-Up” (Nam Joo Hyuk, Bae Suzy, dan Kang Han Na). Akan tetapi, pengalamannya berakting di teater adalah sebuah modal besar yang membuat dia meraih kepopuleran dalam waktu hanya delapan minggu sejak “Start-Up” ditayangkan.

Terus terang, saya baru pertama kali melihat Kim Seon Ho berakting di dalam drama “Start-Up”. Di dalam drama ini dia menjadi second lead, karakter sampingan yang bersama first lead (Nam Do San, yang diperankan oleh Nam Joo Hyuk) memperebutkan cinta karakter wanita utama (Seo Dal Mi, yang diperankan oleh Bae Suzy). 

Sebelum mengetahui latar belakang kiprah awalnya di dunia entertainment yaitu dunia teater, akting Kim Seon Ho sudah terlihat jauh lebih menonjol daripada rekan lainnya yang masih berusia di bawah 30 tahun. Entah karena eksposur sebelumnya terhadap berbagai peran atau karena usia, melihat Kim Seon Ho di dalam drama “Start-Up” rasanya seperti melihat seorang aktor senior yang membimbing aktor-aktor juniornya. 

Mulai dari mimik wajah, pembawaan, gerak-gerik tubuh, sampai buncahan emosi yang mencapai puncaknya dalam sebuah perkelahian dengan karakter Nam Do san, Kim Seon Ho sebagai Han Ji Pyeong memberikan penampilan maksimal dan akting yang teramat memesona. Ah, sebelum saya memuji-mujinya lebih jauh, ijinkan saya memberikan sinopsis singkat tentang drama Korea “Start-Up” dan menghemat waktu Anda menelusuri Wikipedia.

Drakor “Start-Up” berkisah tentang seorang wanita bernama Seo Dal Mi yang pada usia belasan tahun mengalami keluarga yang tercerai-berai akibat perceraian dan kemudian kematian. Ibunya yang tidak pernah puas dengan karir ayahnya pergi dengan anak perempuannya yang sulung (Seo/Won In Jae yang diperankan oleh Kang Han Na). Ayah Dal Mi tak lama kemudian meninggal dunia karena trauma akibat kecelakaan lalu-lintas. Setelah rentetan kejadian itu, Dal Mi dibesarkan oleh Choi Won Deok, neneknya dari pihak ayahnya.

Untuk menghibur Dal Mi yang dirundung malang, neneknya meminta bantuan seorang anak yatim piatu yang dia tampung tinggal sementara di tokonya. Nama anak itu adalah Han Ji Pyeong dan dia berusia beberapa tahun lebih tua dari Dal Mi. Won Deok meminta Ji Pyeong menulis surat untuk Dal Mi, untuk menjadi sahabat penanya supaya hatinya terhibur setelah kepergian ayah, ibu, dan kakak perempuannya. Ji Pyeong yang merasa berhutang budi menurut, tapi dia memakai nama lain dalam surat-menyurat itu, yaitu Nam Do San, sebuah nama yang tak sengaja dia lihat di halaman depan sebuah surat kabar.

Masalah muncul 15 tahun kemudian ketika kakaknya, In Jae, kembali ke Korea dengan keadaan kaya, sukses, dan memiliki network yang kuat karena campur tangan ayah tirinya. Kepulangannya ke Korea membuat Dal Mi iri setengah mati. In Jae menyalahkan Dal Mi yang memilih ayah mereka (yang akhirnya meninggal dunia) sehingga dia tidak memiliki kehidupan yang berkecukupan secara ekonomi. Dal Mi yang sangat menyayangi mendiang ayahnya bersikeras bahwa dia tidak memilih orang tua yang salah.

Singkat cerita, Dal Mi minta neneknya untuk menghubungi Nam Do San, supaya dia juga bisa pamer ke kakaknya bahwa hidupnya tidak gagal-gagal amat. Nenek yang kelabakan minta bantuan Ji Pyeong untuk mencari Do San yang asli. Ji Pyeong yang masih merasa berhutang budi setelah belasan tahun, menuruti permintaan Nenek, menemukan Do San, dan menyuruhnya berbohong sebagai pengirim surat untuk Dal Mi 15 tahun yang lalu.

Cerita berikutnya bergulir antara usaha anak muda untuk membuktikan diri dengan masuk ke Sand Box, sebuah inkubator perusahaan rintisan (start-up company), yang dibumbui oleh kebohongan demi kebohongan yang Ji Pyeong buat supaya Dal Mi tidak mengetahui identitas aslinya. Ji Pyeong tidak ingin Dal Mi tahu bahwa dialah yang sebenarnya mengirim banyak surat 15 tahun lalu. Ji Pyeong tidak ingin Dal Mi tahu bahwa dia bukan Nam Do San yang asli, yang juara Olimpiade Matematika, yang masih mempunyai orang tua lengkap dan berasal dari keluarga yang bahagia. Secara implisit Ji Pyeong malu dengan latar belakangnya sebagai anak yatim piatu yang tidak percaya diri, sampai-sampai mengambil identitas milik orang lain.

Nam Do San yang asli terseret ke dalam kebohongan Ji Pyeong karena tergiur dengan imbalan bantuan secara materi dan bimbingan supaya perusahaan start-up yang dia dirikan bersama kedua temannya, “Samsan Tech”, dapat memperoleh investor setelah bertahun-tahun mencoba mendapatkan investasi. Do San yang polos perlahan-lahan jatuh cinta pada Dal Mi. Demikian pula dengan Ji Pyeong yang setelah sekian tahun akhirnya menyadari bahwa dia juga menyukai Dal Mi.

Terlihat seperti kisah cinta segitiga biasa, bukan? Bisa jadi, tapi akting Kim Seon Ho membuat pertikaian dan perebutan cinta Dal Mi tidak sesederhana itu. Selama lima tahun saya menonton drama Korea, saya belum pernah melihat penonton sebuah drama terpolarisasi begitu rupa seperti pada drama “Start-Up” ini. Kubu “Tim Do San” dan “Tim Ji Pyeong” tercipta serentak. Para penonton meributkan siapa yang harus Dal Mi pilih, Ji Pyeong yang setia tapi tidak pernah menyatakan perasaan atau Do San yang belum mapan tapi berani mepet terus.

Sejujurnya, melihat “perkelahian” kedua kubu itu membuat saya teringat akan perpecahan yang terjadi di tengah bangsa kita saat pemilihan presiden (atau gubernur, atau walikota, atau jabatan kepala pemerintahan apa pun deh, karena bangsa kita entah kenapa mudah sekali terpolarisasi). Pembela kedua karakter sama-sama ngotot bahwa pilihannya adalah yang paling baik buat Dal Mi. Yang main drama anteng, yang nonton ribut. Di tengah-tengah 16 episode saya sempat meninggalkan drama ini karena faktor keributan tersebut. Pertikaian kedua kubu ini sudah sampai masuk ke semua media sosial dimana saya tergabung. Betapa sangat mengganggu.

Setelah saya pikir-pikir, yang membuat penonton sampai terpecah demikian adalah karena akting pemainnya. Akting Nam Joo Hyuk sebagai Nam Do San yah bisa dibilang on progress, masih banyak kekakuan di sana-sini yang pasti membaik seiring dengan peningkatan jumlah proyek dan usia. Kim Seon Ho sendiri berperan sangat meyakinkan sebagai Ji Pyeong yang loyal, yang mengambil posisi sebagai mentor, yang selalu siap menolong Dal Mi dan keluarganya. 

Tak heran penonton jatuh cinta pada karakter yang dia perankan dan pada dirinya sebagai aktor. Terbukti pada waktu “Start-Up” ditayangkan pengikut Kim Seon Ho di Instagram hanya berkisar 650 ribu dan angka ini melonjak tajam menjadi 4.4 juta followers hanya dalam tempo sekitar dua bulan. Melihat fenomena itu Kim Seon Ho dengan rendah hati mengatakan bahwa itu akibat followers dari Nam Joo Hyuk (14-an juta) dan Bae Suzy (15-an juta) yang akhirnya mengikuti dia di Instagram. 

Jadi dia merendah dan menganggap kepopulerannya akhir-akhir ini adalah akibat aktor-aktor yang sudah jauh lebih tenar daripadanya. Ah, saya tidak percaya teori Kim Seon Ho. Yang saya lihat dari drama “Start-Up” (dan drama-drama lainnya) adalah kemampuan akting yang matang yang membuat penonton ingin mengikuti cerita dari dramanya. Sebab hasil tidak akan mengkhianati usaha, ya ‘kan? Kim Seon Ho hebat sebagai aktor makanya dia mendapat penggemar-penggemar baru, dan followers baru di media sosial.

Saya memperkirakan Kim Seon Ho akan menjadi entertainer yang naik daun di Korea Selatan pada tahun 2021 ini. Gosipnya dalam waktu dekat dia akan membintangi drama pertama dimana dia berperan sebagai first lead. Ah, akhirnya setelah berperan sebagai second lead dalam banyak drama, Kim Seon Ho akan diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuan aktingnya yang mumpuni sebagai karakter utama di dalam sebuah produksi drama.

Saya dan teman-teman saya di http://www.drakorclass.com sangat menanti-nantikan drama dari Kim Seon Ho dimana dia berperan sebagai first lead. Rasanya screen time-nya di “Start-Up” belum cukup untuk memaparkan karakter Ji Pyeong yang dia perankan. Masih banyak pertanyaan tentang motivasi dan isi hati dari karakternya yang menjadi pertanyaan saya dan penonton lain, yang membuat kami heran mengapa dia dengan mudah melepaskan Dal Mi untuk Do San. 

Walaupun penonton sudah ikut bahagia ketika dia bahagia, ikut sedih ketika dia menangis di pelukan Nenek, ikut berdebar-debar ketika dia menyatakan perasaan kepada karakter Dal Mi, termasuk ikut merasa gemas waktu dia berkelahi dengan tangan kosong dengan Do San, saya dan teman-teman ingin melihatnya mengekspolorasi karakter baru dengan tanggung jawab baru di dalam sebuah produksi drama.

Semoga tahun 2021 menjadi tahun yang membawa keberkahan bagi Kim Seon Ho. Uri Oppa, fighting!

4 thoughts on “Kim Seon Ho, “Second Lead” Rasa “First Lead”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s