Musik Tahun 90-an: Wajah Rambo, Hati Boyband

Musik 90s adalah era keemasan dari banyak sekali boyband. Apakah boyband itu semacam band, atau kelompok orang yang bernyanyi dan sekaligus memainkan alat musik? Tentu tidak, Saudara-saudara. Boyband yang patah satu tumbuh seribu sebagai pertanda musik 90s adalah kelompok vokal yang terdiri atas sekumpulan pria dengan kegantengan berbagai level, dan kemampuan dance bervariasi. Biasanya hanya ada dua vokalis utama dengan anggota lain bertindak sebagai penyanyi bagian reff atau lirik yang berbunyi “uh” dan “ah”.

Salah satu ciri boyband pada masa itu adalah pose foto yang bermetamorfosa dari tersenyum lebar seperti Backstreet Boys di atas, sampai ke sombong menantang seperti foto grup Oasis asal Inggris di bawah ini:

sumber gambar: oasismania.co.uk

Apapun pose fotonya, dengan atau tanpa menunjukkan gigi, hal itu tidak menyurutkan jeritan gadis-gadis belia yang memuja deretan para boyband, group band, dan penyanyi solo pada era 90-an. Histeria, kegemaran mengoleksi foto idola, dan berhalusinasi suatu hari bertemu pujaan hati kurang lebih samalah dengan anak-anak sekarang yang bangga menjadi ARMY (barisan fans Bangtan Sonyeondan (BTS)), EXO-L (barisan fans EXO), NCTzens (barisan fans NCT), semuanya boyband asal Korea Selatan yang digemari oleh, literally, seluruh dunia.

Apa yang menjadi keunggulan boyband-boyband yang meramaikan dunia musik pada tahun 90-an?

Lagu-lagu mereka sangat manis dengan nada catchy yang mudah diingat dan lirik yang mudah sekali dihapalkan. Bahkan tiga dekade kemudian saya masih ingat sekitar 90% lirik lagu-lagu Backstreet Boys, Westlife, Boyzone, dan seterusnya, dan selalu ikut berdendang setiap kali radio memutar nostalgia lagu tahun 90-an.

Lirik lagu-lagu boyband tak dapat dipungkiri pernah menjadi sarana bagi saya dan teman-teman untuk belajar bahasa Inggris. Pakai kaset kosong untuk merekam lagu yang sedang disiarkan di radio, mainkan berkali-kali sambil tulis kata-kata yang didengar, saling membandingkan catatan dengan teman-teman. Lebih asyik lagi kalau ada lirik lengkap di majalah “HAI” atau “Kawanku” kala itu. Ah, indahnya jadi bagian dari generasi 90-an yang super kreatif di tengah keterbatasan.

Kali ini saya ingin membahas satu boyband yang memiliki prestasi karena masih bisa bertahan, malang-melintang di dunia musik sejak tahun 1993 sampai dengan sekarang. Walaupun mereka bukan lagi boys tapi bapak-bapak dengan anak berjumlah minimal dua, walaupun mereka tidak lagi nyengir kalau difoto untuk promosi, tapi kecintaan para gadis belia (yang sekarang sudah menjadi emak-emak) kepada mereka tidak surut juga. Termasuk saya tentu saja, hehehe. 

Backstreet Boys, atau yang lebih dikenal sebagai BSB, adalah kelompok vokal yang menjadi ciri keemasan musik 90s. Grup vokal asal Amerika Serikat ini menelurkan album debut mereka “Backstreet Boys” pada tahun 1996. Grup yang digawangi oleh Nick Carter, Brian Littrell, Kevin Richardson, Howie Dorough, dan AJ McLean ini sudah berkarir selama hampir tiga dekade! Pernah berganti formasi sekali ketika Kevin memutuskan untuk keluar pada tahun 2006, pada tahun 2012 grup ini kembali ke formasi awal yang mereka pertahankan sampai sekarang.

Walaupun Backstreet Boys tidak sefenomenal New Kids on the Block (NKOTB) yang dijuluki MOABB, Mother of All Boy Band, BSB termasuk yang paling bersinar di antara para boyband tahun 90-an. Tak lama setelah lagu-lagu mereka diputarkan di radio, di stasiun TV lokal, di MTV, pokoknya di mana-mana, lagu-lagu milik grup seperti Take That, Boyzone, A1, Code Red, NSYNC, 98 Degrees segera menyusul.

Musik dan lirik lagu-lagu mereka cenderung sama: riang, bikin gampang bergoyang, dan gombal luar biasa. Take That mengolah percintaan menjadi lagu-lagu yang “berat” dengan video klip yang serius. Sebut saja video klip lagu mereka “Babe” yang full hitam putih dan kelihatan sangat depresif. Sampai hari ini saya masih ingat kesedihan mendalam dari lagu itu.

Pada tahun-tahun awal debutnya, Backstreet Boys was all about sweet love songs. Mulai dari tembang “I’ll Never Break Your Heart” dengan video klip mereka bernyanyi di depan lima gadis yang duduk di depan perapian di sebuah tempat bersalju (asoy tenannn) sampai ke tembang “Anywhere for You” dengan video klip mereka bernyanyi di pantai dengan latar belakang senja dan burung camar beterbangan (aih, hatikuuu), semuanya manis sampai bikin saya sakit gigi. Bahkan lagu permintaan supaya kekasihnya berhenti berselingkuh “Quit Playing Games” dinyanyikan dengan musik yang cukup riang dan video klipnya menampilkan lima pria muda yang bernyanyi di bawah hujan. Wew ….

Mari kita tengok sejenak lirik lagu-lagu yang pada masa itu sukses bikin cewek-cewek mabuk kepayang ingin digombali, dan cowok-cowok kesal karena kata-kata yang dinyanyikan oleh boyband seperti BSB tidak ada yang realistis.

Mari kita ambil contoh dari bagian reff lagu pertama BSB yaitu “I’ll Never Break Your Heart”:

I’ll never break your heart

I’ll never make you cry

I’d rather die, than live without you

I’ll give you all of me

Honey, that’s no lie

Yang bener aje, Mas? Enam bulan setelah jadian terasi pun rasa cokelat, tapi setelah itu bagaimana? Setiap pasangan pasti bertengkar, pasti ada yang sakit hati, pasti ada tangisan. Kalau itu semua tidak ada, betapa membosankannya. Namanya juga memadukan dua individu yang sangat berbeda, pasti ada konflik dan perselisihan untuk menuju kepada kompromi dan kebahagiaan (duile bahasanya). Jadi, janji BSB di dalam lagu mereka untuk tidak akan pernah mematahkan hati kekasihnya adalah sebuah kegombalan yang menjurus kepada pembohongan publik.

Kawan, narasi di atas pernah benar-benar diucapkan oleh seorang teman saya, seorang cowok, yang kebetulan menjadi ketua kelas. Dengan berapi-api dia menyalahkan BSB yang memberikan harapan palsu, membuat cewek-cewek halu, dan menetapkan standar yang tidak masuk akal bagi cowok-cowok di dunia nyata. Dia sibuk berorasi karena sebenarnya dia kesal. Kekasihnya ketika itu adalah fans berat Nick Carter dan dia ingin digombali dan diperlakukan romantis seperti yang dijanjikan lagu-lagu BSB.

Duh, situ boleh aja kampanye menolak BSB, para fansnya di kelas kami (termasuk saya) waktu itu tetap menjerit-jerit histeris sambil jijingkrakan kalau ada yang bawa poster pin up para anggota Backstreet Boys dan Take That segede gaban ke sekolah, hahaha.

Lirik lagu “Anywhere for You” juga tidak kalah absurd, masih kata teman saya tadi. Mari kita tilik sejenak:

I’d go anywhere for you

Anywhere you asked me to

I’d do anything for you

Anything you want me to

Your love as far as I can see

Is all I’m ever gonna need

There’s one thing for sure I know it’s true

Baby, I’d go anywhere for you

Puncak kekesalan teman saya adalah karena lagu “Anywehere for You” itu. Waktu itu Hari Valentine dan kekasihnya ingin dibelikan cokelat Toblerone yang terbilang mahal untuk ukuran kantong anak SMP. Si ketua kelas tidak mampu membelikan sehingga akhirnya dia diputuskan. Pantas saja dia dongkol dan dendam kesumat sama Backstreet Boys dan boyband lain. Kisah kasih masa mudanya jadi pahit gara-gara campur tangan musik 90s.

Tapi, itu ‘kan cuma lagu, kok ditanggepin serius banget sih?

Mungkin kamu membatin demikian setelah membaca cerita saya di atas. Yaaaa, namanya juga anak-anak kelas tiga SMP dengan tingkat kedewasaan cetek. Kalau pakai istilah sekarang: alay, lebay, halu, baper, dsb, dst. Yang saya tahu, sekarang mereka bahagia dengan suami dan istri masing-masing.

Sampai sekarang Backstreet Boys sudah menelurkan sembilan album dalam rentang waktu 23 tahun. Saya merasa warna suara dan musikalitas mereka mulai berubah sejak album kelima “Never Gone” (2005). Ini adalah album mereka yang terakhir sebelum Kevin memutuskan keluar pada tahun 2006. Album keenam “Unbreakable” (2007) dan ketujuh “This Is Us” (2009) terasa sangat berbeda tanpa kehadiran Kevin, rasanya tidak seperti sedang mendengarkan BSB. Untunglah kekosongan dan keganjilan itu diisi kembali oleh Kevin dan album kedelapan “In A World Like This” (2013) dan “DNA” (2019) sukses merebut hati saya kembali.

Pada tahun 2011 dan 2012 BSB bergabung dengan NKOTB untuk tur dunia dengan tajuk konser “NKOTBSB”. Tur konser ini sukses besar menjangkau Amerika bagian utara, Eropa, Australia, dan Asia. Histeria para penggemar dua boyband yang sekarang berisi sekumpulan pria gaek tidak terbendung. Meskipun suara sudah ngos-ngosan dan kemampuan dance tinggal goyang-goyang kaki, tiket konser mereka ludes, laris manis untuk semua kelas.

Saya ingat sekali saya datang ke Swis pada bulan April 2012 dan hendak memesan tiket untuk konser mereka di Geneva pada awal Mei. Tidak ada tiket yang tersisa dan saya tonton di berita bagaimana kota Geneva dan area di sekitar lokasi konser sangat ramai dan meriah oleh penggemar yang datang tidak hanya dari Swis, tapi juga dari negara-negara tetangganya. Ah, sampai sekarang saya menyesal belum menonton NKOTB dan BSB berada di atas satu panggung. Pasti epic banget tuh.

Sebagai penutup, saya akan mempersembahkan bagian reff dari lagu “Drowning” (2009) yang menunjukkan karakter mereka sebagai grup musik yang kuat dan dewasa:

Every time I breathe, I take you in

And my heart beats again

Baby I can’t help it

You keep me drowning in your love

Every time I try to rise above

I’m swept away by love

Baby I can’t help it

You keep me drowning in your love

Drowning berarti tenggelam dalam bahasa Indonesia. Bayangkan seseorang yang berkata padamu: “Kamu menenggelamkan aku dalam cintamu, Sayang.” Ambyar ga tuh hati Sampeyan? Tidak ada yang bisa menandingi Backstreet Boys deh, simbol kegombalan musik 90s alias musik tahun 90-an.

Dengan rentang usia di antara 40 sampai 50 tahun (Kevin tertua (49 tahun) dan Nick termuda (40 tahun)), wajah para personil Backstreet Boys tidak bisa dibilang imut-imut lagi. Mereka semua sudah menua, mendewasa, namun musik mereka masih menjunjung tinggi semangat boyband yang menyajikan lagu-lagu manis yang membekas di hati. Jejak musik tahun 90-an masih ditinggalkan jelas oleh Backstreet Boys yang sekarang berwajah Rambo, tapi hatinya tetap boyband.

Advertisement

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s