Quote yang Terpikir Hari Ini

Quote di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kutipan, yaitu penggalan perkataan terkenal dari seseorang yang terkenal yang sering disebut di sana-sini dalam kurun waktu tertentu. Perbedaan quote dengan peribahasa adalah soal sumbernya. Quote harus jelas menyatakan diucapkan oleh siapa, sedangkan peribahasa biasanya tercipta secara anonim. Tidak ada yang tahu persis siapa yang menciptakan sebuah peribahasa pertama kali dan kapan ia diciptakan.

Apa pula perbedaannya dengan aforisme? Aforisme dulu disebut sebagai peribahasa di dalam bahasa Indonesia dan biasanya hanya terdiri atas satu kalimat. Saya tidak tahu bagaimana sejarahnya sampai aforisme berubah bentuk menjadi seperti puisi pendek. Seluk-beluknya dapat kamu baca di sini. Perbedaan dasar aforisme dan puisi adalah pada kebenaran yang terkandung di dalamnya. Aforisme harus mengandung kebenaran yang dimengerti oleh pembacanya, sedangkan puisi tidak.

Sejak gerakan humanisme dan New Age dua dekade terakhir, kita bisa menemukan quote di mana-mana. Semua orang seperti berlomba-lomba men-quote kalimat-kalimat keren dari orang-orang terkenal yang mereka anggap keren. Quote semacam “habis gelap, terbitlah terang” yang dipopulerkan oleh Kartini kini bersanding dengan quote yang diambil dari lagu-lagu yang dipopulerkan oleh boyband BTS, Bangtan Sonyeondan asal Korea Selatan.

Salah satu quote yang saya sangat sukai dari BTS adalah yang diucapkan oleh RM, Rap Monster yang berbunyi: “If you want to love others, I think you should love yourself first”.

Quote ini bagi saya pribadi adalah kutipan, lirik lagu, dan juga aforisme sekaligus. Di dalamnya terkandung kebenaran hakiki dan pelajaran untuk mereka yang berharap mendapatkan cinta orang lain supaya bisa menjadi pribadi yang utuh. Mustahil, Fergusso. Pribadi pertama yang kamu punyai adalah pribadimu. Orang pertama yang kamu harus cintai adalah dirimu sendiri, bukan pribadi di luar dirimu.

Banyak orang mencintai orang lain tanpa mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu. Ketika cinta itu tidak berbalas, dikecewakan, atau tidak bertahan, dia akan menyalahkan dirinya. Dia akan lupa bahwa perlu dua orang untuk membuat sebuah hubungan berhasil atau retak. Jika ada kesalahan, maka itu adalah kesalahan berdua. Jika ada kemenangan, maka itu adalah kemenangan bersama.

Orang yang mencintai orang lain setelah ia mencintai dirinya sendiri memiliki cinta untuk dibagikan. Ia tidak berangkat dari keadaan “minus” seperti orang yang mencari cinta karena ia merasa tidak lengkap. Bahkan ketika hubungannya tidak berhasil, ia masih memiliki cinta yang ia mau berikan kepada orang yang mau menerimanya. Ia tidak akan merasa cepat kalah oleh penolakan.

Tidak ada banyak quote yang saya sukai. Kebanyakan kutipan yang saya sukai malah berbentuk peribahasa yang diciptakan dan diucapkan secara anonim. Dua quote yang selalu melekat di kepala saya sejak dulu kala adalah:

  1. No Pain No Gain

Tidak ada hasil tanpa kerja keras. Ini penting sekali saya ingat apalagi ketika belenggu kemalasan mulai ingin memperbudak saya seperti pada tulisan saya yang ini tentang kemerdekaan. Sering sekali saya malas bukan karena saya benar-benar malas. Nah lho, bingung, ‘kan?

Sering sekali saya malas karena saya terlalu perfeksionis. Saya malas memulai sesuatu sebelum saya mendapat mood/ilham/inspirasi yang tepat. Saya malas memulai sesuatu sebelum timing-nya tepat. Saya malas memulai sesuatu jika saya tahu hasilnya tidak akan sesempurna yang saya bayangkan.

Padahal, siapa yang tahu? Siapa yang tahu pekerjaan tangan saya akan menjadi A, atau B, atau bahkan Z? Siapa yang tahu kalau saya belum mencoba? Siapa yang tahu kalau saya terus bermalas-malasan dan tidak berbuat apa-apa?

Itulah makanya quote ini harus meresap ke dalam sanubari saya, supaya saya selalu terdorong untuk terus mencoba dan bekerja. Kalau tidak bekerja, tidak akan ada hasil apa pun. Sesederhana itu.

2. People Come and Go, So Whatever

Sebenarnya quote aslinya berbunyi “people come and go”, tapi lebih dari satu dekade lalu saya menambahkan kata-kata “so whatever”. Sebenarnya saya menambahkan bagian itu untuk melindungi hati sendiri. Waktu itu saya kehilangan beberapa persahabatan secara berturut-turut karena hati kami yang sudah saling menjauh.

Saya sudah bersahabat dengan orang-orang itu selama lebih dari enam dan dua belas tahun. Kami berbagi banyak hal, suka dan duka bergantian. Saya ada untuk mereka ketika mereka berdua kehilangan ibu dalam rentang waktu yang berdekatan. Saking patah hatinya, saya mengikrarkan “so whatever”.

Terserahlah jika kami berhenti bersahabat. Peribahasa “masih banyak ikan di laut” tidak hanya berlaku untuk hubungan asmara, ia juga berlaku untuk hubungan persahabatan. Masih banyak ikan di laut, masih banyak calon teman di muka bumi.

Walaupun sampai sekarang saya masih sedih karena telah kehilangan dua orang sahabat tersebut, gara-gara quote ini saya jadi lebih santai dalam menjalin pertemanan.

Pada perkenalan pertama biasanya semua orang masih antusias dan semua hal terlihat asyik ketika dilakukan bersama. Seiring dengan berjalannya waktu baru ketahuan bahwa banyak prinsip dan nilai yang tak sejalan. Jika itu terjadi, maka apa yang harus kita lakukan?

Tetap bertahan, tapi sedikit-sedikit makan hati? Tetap bermuka manis, tapi membicarakan orang lain di belakang punggungnya? Atau bagaimana?

Ada beberapa orang yang saya tahu akan bertahan walaupun hubungan pertemanan sudah tidak harmonis lagi. Mereka biasanya bertahan dengan harapan semua orang akan berubah, semua orang akan tambah pengertian, dan pertemanan akan tetap langgeng. Akan tetapi, harapan palsu seperti itu tidak berlaku buat saya.

Yang pertama, manusia tidak berubah, mereka hanya beradaptasi terhadap situasi di sekitar mereka. Jika mereka terlihat berubah, maka yang berubah itu adalah adaptasi terhadap lingkungannya, bukan inti dari dirinya. Saya pernah menulis tentang hal ini dengan mengambil salah satu drakor populer yang dibintangi oleh Lee Min Ho sebagai contoh.

Jadi untuk saya, bertemanlah ketika ada kesempatan. Untuk semua masa ada orangnya, dan untuk semua orang ada masanya. Ketika suatu masa dengan orang-orangnya sudah usai, ya sudah, tidak apa-apa. Bersyukurlah untuk waktu yang sudah dilewati bersama dan move on ke masa-masa lain dengan orang-orang lain.

Seorang teman yang pernah berdiskusi dengan saya tentang hal ini berkata: kalau kamu terlalu cepat pergi, kamu tidak akan pernah tahu jika seseorang bisa menjadi sahabat sejatimu atau tidak. Iya, memang benar, saya tidak akan pernah tahu. Tapi buat saya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan untuk berprediksi. Saya memilih yang pasti-pasti saja. Saya tidak mau menghabiskan nafas untuk sebuah hal yang tidak pasti.

Lagipula, hubungan pertemanan yang dipenuhi prasangka, menyimpan rasa tidak enak, permintaan maaf yang tidak tulus, dan berpura-pura semua baik-baik saja hanya akan menghabiskan waktu. Lebih baik mengakhiri dan berpindah ke pertemanan yang baru.

Bagaimana dengan kamu, apa yang menjadi quote favoritmu?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s