Alunan Nada, Cerminan Cinta

Kang Ma Ru.

Maru berarti nol di dalam bahasa Jepang. Nama yang pantas ia sandang karena hidupnya yang tragis dan dramatis habis-habisan.

Ditinggal orang tua pada masa belia.

Diberi tanggung jawab membesarkan saudara yang lebih muda.

Cita-citanya hancur karena dipenjara.

Wanita yang ia bela akhirnya meninggalkannya.

Lepas dari bui, kemiskinan menghimpitnya.

Tanpa diduga jatuh cinta pada wanita yang hendak ia perdaya.

Menyerahkan nyawanya ke tangan wanita yang ingin membalas luka.

Terpisah dan akhirnya menanti bermasa-masa.

Dibenci ketika akhirnya kebenaran terbuka.

Merelakan diri ditusuk pisau dan sekali lagi menderita.

Terpisah kembali dari si dia, kali ini tanpa ingatan.

Bersatu kembali dengannya, hanya membawa kepingan kenangan.

Kalimat-kalimat di atas adalah rangkaian perjalanan Kang Ma Ru selama 20 episode di dalam drama “Innocent Man” (2012). Drama yang dibintangi oleh Song Joong Ki ini sukses menyandang gelar sebagai melodrama yang membuat baper dan menguras air mata.

Bagaimana tidak, perjuangan Ma Ru untuk menjadi bahagia jauh dari kata mudah. Tanpa diduga dikhianati dan dicampakkan. Hal ini membuat hatinya mendingin dan hendak membalas dendam. Tatapan matanya berubah menjadi pahit dan penuh perhitungan. Di dalam hatinya tersimpan kepiluan yang tak terkatakan.

Saat dia benar-benar jatuh cinta pada Seo Eun Gi, saya pun meragukan ketulusannya. Pada dasarnya Ma Ru adalah seorang yang cerdas. Sebelum menjalani tahanan dia sedang belajar untuk menjadi seorang dokter. Selepas penjara dia pun tak segan menggunakan paras tampannya untuk mendapatkan uang. Pada dasarnya dia orang yang panjang akal. Jadi apakah perasaannya tulus?

Ketika Ma Ru memutuskan untuk membantu Eun Gi merebut kembali perusahaan ayahnya, dirinya menghadapi sebuah dilema: antara membiarkan Eun Gi tetap mengalami amnesia supaya tidak mengingat kenangan buruk mereka sebelum kecelakaan, atau mengakui dosanya karena pernah mengelabui dan memanfaatkan Eun Gi.

Malang tak dapat ditolak; ingatan Eun Gi kembali sebelum Ma Ru mendapat kesempatan untuk menjelaskan semua. Isi hatinya, perasaan cintanya, penyesalannya, harapannya akan masa depan, semua tidak tersampaikan. Eun Gi keburu menutup diri dan benci.

Di tengah anti klimaks drama ini karena Ma Ru dan Eun Gi mulai saling menjauh, lagu ini terdengar. “Jeongmal”, atau “Really” di dalam bahasa Inggris, adalah salah satu Original Sound Track (OST) dari drama “Innocent Man”, namun ia OST pertama yang saya hafal liriknya bahkan bertahun-tahun kemudian.

Lagu ini dibawakan oleh Song Joong Ki sendiri sebagai male lead dari drama ini. Waktu itu saya baru pertama kali tahu bahwa aktor Korea bisa juga merangkap sebagai penyanyi OST. Kualitas suaranya okelah, sedang-sedang saja. Yang menarik adalah penghayatannya. Rasanya seperti mendengar Ma Ru menyanyikannya langsung di depan Eun Gi.

Berikut ini liriknya di dalam bahasa Korea.

Saranghaesseotjanha jeongmal
Johahaesseotjanha jeongmal
Michil geot gataseo teojil geot gataseo jeongmal

Ijeneun tteonaja dasi
Niga tto geuriwo oneuldo
Gaseume namaseo jiul su eobseoseo jeongmal
Ireokedo apeunde nan

Saranghaeseo nunmuri nanda.
Gaseumi apa waseo tto nunmuri na
Dasi neol irheobeorilkka dasi irheobeorilkka nae du nuni
Neoman bonda.

Neol saranghaneun nal jom barabwa
Ireoke nunmuri naseo jakku nunmuri naseo
Dasi sarado tto dasi sarado neoya

Ibyeorui sijageun geureoke
Sirtago haenneunde ireoke
Dasi saranghamyeon neol geuriwohamyeon jeongmal
Doraol su itgenni nan

Neoman bonda.
Neol gidarigo gidarijanha
Hoksina doraolkkabwa dasi doraolkkabwa
Bireul majado nun sogeul georeodo dasi tto sarado ojik neoya

Dan terjemahan bebasnya di dalam bahasa Inggris.

We were in love, really
We liked each other, really
Felt like going crazy, felt like I’d burst, really

So let’s leave now again
I miss you again today
Because you remain in my heart and I can’t erase you, really,
I’m hurting like this

Because I love you, tears fall
Because my heart hurts, tears fall again
In case I lose you again, in case I lose you again
My two eyes only look at you

Look at me, who loves you
Because tears fall like this, because tears keep falling
Even if I’m born again, even if I’m born again, it’s you

I said that I hate the start of goodbyes
But if I love again, if I miss you, really,
Can you come back?

Because I love you, tears fall
Because my heart hurts, tears fall again
In case I lose you again, in case I lose you again
My two eyes only look at you

Look at me, who loves you
Because tears fall like this, because tears keep falling
Even if I’m born again, even if I’m born again, it’s you
I only see you

I’m waiting and waiting for you
In case you come back, in case you come back again
Even if I’m rained on, even if I walk in the snow
Even if I’m born again, it’s only you

Ketimbang kata really, menurut saya kata “beneran” lebih cocok untuk menyampaikan urgensi yang terkandung pada lagu “Jeongmal”.

Kita pernah beneran saling jatuh cinta. 

Kita pernah beneran saling menyukai.

Dan seterusnya.

Sambil mendengarkan lagu ini berkali-kali (sampai suami saya bosan, 미안), saya membayangkan raut wajah Ma Ru yang setengah serius dan setengah panik. Saya membayangkan Ma Ru mengguncang pundak Eun Gi, sama seperti ketika mereka bertemu lagi satu tahun setelah kecelakaan itu, sambil berkata ngotot:

“Perasaanku padamu ini beneran, lho. Tolong percayalah padaku. Tolong berilah aku kesempatan sekali lagi.”

Dan Eun Gi akan menatap Ma Ru dengan segenap kebencian dari seorang wanita yang telah dikhianati. Seperti kata pepatah “hell hath no fury like a woman scorned”, tidak ada kemarahan yang lebih besar dari kemarahan seorang wanita yang telah kecewa akibat cinta. Ingatan Eun Gi telah kembali dan diiringi sebuah tekad: membalas dendam pada Ma Ru dan Jae Hee atas kematian ayahnya.

Dendam dan kekecewaan mengambil porsi paling besar di dalam drama ini. Jadi, ketika ada adegan-adegan dengan latar belakang lagu pengakuan cinta seperti “Jeongmal” yang dilantunkan oleh Song Joong Ki, emosi penonton pun ikut terseret. Rasanya ingin ikut memohon pada Eun Gi: “Percayalah, aku beneran mencintaimu. Tidak akan ada lagi kebohongan”.

Saya tidak menemukan video klip resmi untuk lagu “Jeongmal” ini. Yang ada hanya video klip berisi cuplikan adegan-adegan penting penentu hubungan antara Ma Ru dan Eun Gi dengan latar belakang lagu yang sungguh menyayat hati. Silakan disimak jika tertarik.

Kalimat penutup dari lagu ini sungguh epik: “Bahkan jika aku terlahir kembali, hanya ada kamu.”

Mengingat Ma Ru yang tetap menunggu Eun Gi bahkan setelah kecelakaan naas memisahkan mereka selama satu tahun, kalimat itu tidak main-main, bukan? Apa pun peristiwa yang mengelilingi mereka, bagaimana pun mereka akan terpaut dan terpisah di sepanjang perjalanan yang diarungi berdua, Ma Ru sudah menetapkan hati. Hanya ada Eun Gi dan Eun Gi saja untuknya.

Aduh, hatiku ….

* * *

Setelah drama “Innocent Man” dan lagu “Jeongmal”, tidak ada satu pun OST dari sekian banyak drakor yang saya tonton yang berhasil menyangkut di memori saya. Sampai suatu kali saya menonton drakor “Doctor John” (2019) yang sukses mengantarkan saya menjadi fans Ji Sung dan salah satu OST di dalam dramanya.

Drakor ini mengisahkan perjuangan seorang dokter anestesi yang pernah dipenjara karena melakukan euthanasia pada pasiennya. Kisah lengkapnya bisa kamu baca di sini. Masalah di dalam drakor ini tidak hanya bergulir di seputar isu legal/tidak legalnya, etis/tidak etisnya sebuah euthanasia; fokus utamanya adalah kehidupan dokter Cha Yo Han.

Keseluruhan cerita mengupas pergumulan Cha Yo Han, seorang penderita Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis (CIPA) yaitu sebuah ketidakmampuan tubuh untuk merasakan sakit dan perubahan temperatur, untuk tetap bisa menyembuhkan rasa sakit pasiennya. Bagaimana bisa padahal tubuhnya sendiri tidak bisa mengalami dan mengerti apa itu rasa sakit? Cha Yo Han mengandalkan data dan rekam medis untuk mencoba memahami pasiennya.

Di tempat kerjanya yang baru selepas dari penjara, Cha Yo Han memiliki empat orang dokter yang harus dibimbing. Salah satunya adalah Kang Shi Young, salah satu anak direktur rumah sakit tempat dokter Cha bekerja. Sejak awal pertemuan mereka Shi Young sangat meributkan apakah euthanasia boleh atau tidak boleh. Ia ingin ayahnya yang sudah koma selama satu tahun namun belum brain dead mendapatkan sebuah closure seperti yang diberikan oleh euthanasia, tapi ia sendiri takut akan konsekuensinya.

Respon dokter Cha sederhana saja. Ia mengatakan bahwa pain management adalah tentang melepaskan pasien dari rasa sakit, walaupun itu berarti kematian. Rasa kagum Shi Young akan kebijaksanaan dokter Cha berubah menjadi rasa suka, dan kemudian rasa cinta. Dokter Cha yang selama ini menutup diri pelan-pelan mulai membagikan siapa dia sebenarnya, termasuk tentang CIPA yang dideritanya.

Kesalahan Shi Young hanya satu: ia terlalu terburu-buru dan terlalu optimis. Ia terlalu terburu-buru ingin tahu segalanya sedetail mungkin tentang diri dokter Cha. Ia terlalu optimis bahwa CIPA itu bisa diatasi dan ia siap membantu dokter Cha memahami keadaan pasien. Ia pun bersedia mendampingi dokter Cha jika (dan sudah kejadian) kesehatannya memburuk akibat CIPA. Cha Yo Han antara terkejut dan bahagia dengan kehadiran Shi Young yang terlalu tiba-tiba.

Optimisme Shi Young yang menggebu-gebu menjadi bumerang ketika salah seorang pasien dokter Cha meninggal di meja operasi. Pasien itu juga menderita CIPA dan dokter Cha melihat cerminan dirinya pada pasien itu. Ia menganggap kesembuhan si pasien sebagai harapan baginya untuk terus bertahan hidup. Dan ketika operasi si pasien gagal, ia jadi balik membenci Shi Young dan semua pikiran positifnya.

Scene yang paling berkesan buat saya di dalam drama ini adalah ketika dokter Cha duduk terkulai di ruang operasi yang kosong. Tangan kirinya masih diperban karena ia sempat jatuh dan terluka sebelum operasi dilangsungkan. Air mata menggenang di sudut matanya. Shi Young mendatanginya karena khawatir, namun dokter Cha meledak.

“Semua karena kamu! Karena kamu saya jadi berharap ada hari esok.”

Yang terjadi berikutnya adalah adegan penyangkalan perasaan yang paling berkesan selama saya menonton drakor empat tahun terakhir ini. Dokter Cha tahu bahwa kondisi CIPA bisa membuatnya meninggal seketika karena ia tidak bisa meminta tolong walaupun tubuhnya sakit. Ia tidak ingin Shi Young menyia-nyiakan masa depannya jadi ia memarahi Shi Young, memaksa Shi Young untuk meninggalkannya.

Selama masa pacaran mereka yang sangat singkat Shi Young membuat dokter Cha berharap umurnya bisa panjang. Sebuah harapan yang hancur seketika begitu pasiennya meninggal. Sebelum mereka bersatu kembali di ujung drama, perpisahan dan pertengkaran mereka sungguh mencabik-cabik hati. Atuhlah Ji Sung Oppa, kenapa sih aktingmu selalu membuat banyak penonton baper sampai jungkir balik?

Oleh karena waktu sudah mendekati tengah malam dan sudah waktunya Rijolella menyetor ke grup KLIP, baiknya saya menutup tulisan ini dengan video klip lagu “Reason” (이유), sebuah OST yang diputarkan waktu dokter Cha putus dengan Shi Young setelah bahagia sejenak. Musik yang menyayat dan suara penyanyinya yang melankolis sangat cukup untuk membuat saya ingin mengambil mic dan ikut menyanyi:

“널 사랑한다고 네가 보고 싶다고” 🎤🎼🎹

Selamat menikmati.

 

3 thoughts on “Alunan Nada, Cerminan Cinta

  1. Aku jadi pengen nonton lagi The Innocent Man.
    Paraah banget si ni drama.
    Joong Ki berkali-kali mengubah kepribadiannya.
    Tapi syukurlaaah…
    Endingnya klise.

    Kalau endingnya teges, malah jadi bikin fans gregetaaan.

    Liked by 1 person

    1. Bagus ya bagus ya, biar kata orang melodrama bikin sedih parah, dll, innocent man tetep drama yg ketinggalan di hati ❤️

      Habis ini meluncur ke blog len-chin. Kabarnya ada sjk juga di situ buat topik 17. Ahahaha

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s