Cerita yang ‘Kan Selalu Membawaku Kembali

Cerita seperti apa yang membuat kamu sangat terkesan dan jadi terkenang-kenang?

Cerita yang membuat saya seperti itu adalah cerita cinta. Cerita tentang cinta yang mengubah hidup seseorang, membuatnya menjadi individu yang lebih baik. Cerita tentang cinta yang tidak menyerah, yang sabar dalam penantian. Cerita tentang cinta yang mau berkorban untuk kebahagiaan orang lain.

Walaupun saya sering bilang bahwa “manusia tidak berubah, ia hanya beradaptasi”, sesekali saya ingin membayangkan manusia memang bisa berubah karena mencintai dan dicintai. Dan semuanya itu hanya terjadi di dalam fiksi.

Drama Korea menawarkan rangkaian fiksi yang bisa membuat saya dan kamu melupakan kenyataan hidup di luar sana. Akan tetapi, fiksi di dalam drakor bukanlah fiksi murni, ia lebih condong ke fiksi yang terinspirasi oleh kejadian sehari-hari. Fiksi dan realita itu seperti cermin yang berhadap-hadapan: refleksi dari cermin yang satu menjadi nyata di cermin yang lain, begitu pula sebaliknya.

Drakor “Innocent Man” (Song Joong Ki, 2013) adalah cerita tentang cinta yang lengkap dengan semua bumbunya. Mulai dari pengorbanan, pengkhianatan, kekecewaan, balas dendam, penyesalan, dan penebusan. Buat kamu yang belum pernah menonton drama ini, berikut ini sinopsisnya.

Kira-kira tahun 2007. 

Kang Ma Ru (Song Joong Ki) adalah seorang mahasiswa kedokteran yang belajar sungguh-sungguh demi masa depannya. Ia seorang yatim piatu dari keluarga miskin dan memiliki seorang adik perempuan yang harus diurus. Cinta pertamanya adalah Han Jae Hee, tetangganya yang juga miskin dan bekerja sebagai seorang reporter.

Satu malam dan satu peristiwa naas mengubah jalan hidup Ma Ru dan Jae Hee. Jae Hee tidak sengaja membunuh seorang CEO di sebuah kamar hotel. Kepanikannya membuat ia menelepon Ma Ru. Cintanya pada Jae Hee membuat Ma Ru rela mengaku bersalah atas pembunuhan itu dan akhirnya dipenjara selama lima tahun.

Memangnya polisi sedemikian bodoh, tidak mengecek rekaman CCTV di hotel, keterangan saksi mata, dan sebagainya, sampai-sampai mereka menerima mentah-mentah pengakuan bersalah Ma Ru?

Jalan ceritanya tidak masuk di akal saya. Saya sudah hampir meninggalkan drama ini, walaupun saya lagi nge-fans sekali sama Song Joong Ki. Kenapa tidak jadi dan saya malah menontonnya sampai akhir? Karena setting-nya berganti cepat ke masa setelah Ma Ru keluar dari penjara.

Ma Ru lima tahun kemudian adalah seseorang yang sangat berbeda. Sikapnya dingin, matanya menunjukkan luka dan penolakan. Sebuah insiden di pesawat yang membawa Ma Ru kembali dari Aomori, Jepang ke Seoul, mempertemukannya kembali dengan Jae Hee dan anak tirinya yang bernama Seo Eun Gi (Moon Chae Won).

Mungkin selama di penjara Ma Ru baru sadar bahwa ia menyia-nyiakan hidupnya untuk seseorang yang tidak setia. Alih-alih menunggu Ma Ru dibebaskan, Jae Hee menjadi trophy wife dan memiliki seorang anak laki-laki dari seorang CEO tua yang sakit-sakitan. Eun Gi (anak si CEO dari pernikahan sebelumnya) sangat membenci Jae Hee dan akan melakukan apa saja supaya Jae Hee dan adik tirinya tidak merebut perusahaan ayahnya.

Ma Ru yang sekarang berprofesi sebagai bartender dan gigolo kemudian mendekati Eun Gi untuk menjatuhkan Jae Hee. Dendamnya tidak murni; dari gesture-nya terlihat bahwa Ma Ru bersikap kejam demi kebaikan Jae Hee. Ia masih cinta dan ingin Jae Hee kembali menjadi sosok yang polos dan berintegritas, bukan seseorang yang licik dan mau melakukan apa saja demi uang.

Eun Gi yang tidak pernah dekat dengan pria mana pun akhirnya terperdaya. Dengan tanpa malu ia menyatakan cinta dan mengikuti Ma Ru. Ia memberontak terhadap ayahnya yang tidak menyetujui hubungan mereka. Ia sampai meninggalkan rumah untuk menunjukkan cintanya yang sungguh-sungguh. Di bawah siraman hujan Eun Gi memeluk Ma Ru yang terluka parah karena dipukuli anak buah ayahnya.

Sepandai-pandainya tupai melompat, ia akan jatuh juga. Selihai-lihainya Ma Ru merencanakan balas dendam, motifnya terungkap juga.

Suatu hari Eun Gi mengikuti Ma Ru ke sebuah villa di luar kota. Di sana ia mendapati Ma Ru bertengkar dengan Jae Hee. Dia baru tersadar bahwa ia hanya dimanfaatkan. Dalam keadaan patah hati ia menyetir pulang dan di tengah perjalanan ia mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal dunia.

Hatinya remuk karena kehilangan ayah, dan juga malu karena ia memilih seorang pria jahat dibandingkan keluarganya sendiri. Rasa gusar dan duka yang berkecamuk membuat Eun Gi memutar balik mobil untuk mengkonfrontasi Ma Ru. Tak disangka mobil mereka akan berpapasan menjelang sebuah terowongan.

Eun Gi yang kecewa menginjak gas dalam-dalam, memacu mobilnya untuk menabrak Ma Ru. Lenyap sudah semua rasa cinta, yang ada hanya keinginan untuk membalas luka hati. Ma Ru yang mahfum membiarkan Eun Gi menghantamnya dan sebuah kecelakaan besar pun terjadi.

Setelah kecelakaan itu Eun Gi menghilang dan Ma Ru berubah profesi menjadi seorang penipu ulung. Dia tidak pindah rumah dengan harapan suatu saat Eun Gi akan mencarinya lagi. Ketika Eun Gi benar-benar kembali, Ma Ru gelagapan. Rasa bersalah dan malu membuat ia menolak Eun Gi yang hilang ingatan dan hilang keterampilan dasar seperti menulis dan membaca.

Di bagian ini saya mendengus. Amnesia? Yeah, right, kayak ga ada plot twist lain aja yang lebih kreatif. Tapi kenapa saya tetap menonton? Karena akting Song Joong Ki dan Moon Chae Won yang tambah mempesona.

Jae Hee yang sudah mengambil alih perusahaan ayah Eun Gi merasa terancam oleh kembalinya anak tirinya itu. Ma Ru yang sudah jatuh cinta pada Eun Gi sebelum mereka terlibat kecelakaan, memutuskan untuk membantu Eun Gi merebut perusahaan yang memang merupakan haknya. Ia membantu Eun Gi mempelajari seluk-beluk perusahaan dan orang-orang yang ada di dalamnya; sebuah fakta yang menguap dari ingatan Eun Gi yang mengalami gangguan otak.

Di sini saya mulai merasa bosan dengan jalan ceritanya. Yang membuat saya bertahan hanya kemampuan akting kedua pemeran utamanya. Ma Ru berubah dari orang yang hangat, dingin, dan terakhir menjadi orang yang sangat berhati-hati. Eun Gi berubah dari orang yang judes, bucin, dan terakhir seorang pendendam yang menghadapi dilema: menghancurkan atau mempertahankan pria yang dicintainya.

Pada akhirnya, apa yang dicari oleh mereka berdua? Apakah cinta sejati? Apakah bersama-sama sampai ajal memisahkan? Acara pernikahan Ma Ru dan Eun Gi batal karena Ma Ru yang tidak muncul. Memang pernikahan itu hanya rencana licik Eun Gi untuk menggiring Ma Ru mengakui bahwa dialah yang telah menabrak Eun Gi beberapa waktu silam.

Dari pernikahan yang batal itu kemudian terjadi tarik-ulur perasaan di antara mereka berdua. Ma Ru menuduh Eun Gi menyakiti dirinya sendiri hanya karena ingin membalas dendam. Ia pun tidak bisa memungkiri bahwa ia masih memperhatikan Jae Hee; ia masih berharap Jae Hee akan kembali menjadi orang yang baik. Eun Gi ingin sekali menghancurkan Ma Ru sekaligus ibu tirinya karena telah menyengsarakan mendiang ayahnya dan dirinya, tapi hatinya selalu berkata lain.

Satu-satunya momen kebersamaan Ma Ru dan Eun Gi yang tenang, tanpa intervensi bayangan masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan, adalah ketika mereka pergi berjalan-jalan berdua (foto di awal tulisan ini). Untuk pertama dan terakhir kalinya Ma Ru bernarasi di dalam drama ini. Ia bercerita pada mendiang ayahnya tentang cermin luka dirinya pada diri Eun Gi. Ia juga menyesali mengapa mereka harus bertemu dan saling mengenal dengan cara yang salah.

Pengorbanan Ma Ru yang terbesar untuk Eun Gi adalah waktu ia rela ditusuk oleh anak buah mendiang ayah Eun Gi, yang berselingkuh dengan Jae Hee. Pengorbanan Eun Gi yang terbesar untuk Ma Ru adalah waktu ia mau memaafkan dan melepaskan dendamnya pada Ma Ru. Butuh waktu lama, dan berliter-liter air mata saya, untuk melihat kedua insan ini bersatu dengan ikhlas dan tanpa beban.

Waktu saya menonton drama ini, saya memang belum terpapar banyak drama di drakor wonderland. Akibatnya saya mengulang menonton drama ini sampai empat atau lima kali. Saya ingat betul setiap adegan romantis yang menyayat hati. Saya merangkul setiap klise dan menjadikannya patokan untuk drama/melodrama lain. Sampai sekarang belum ada drama bertempo lambat yang membuat saya menangis seperti drama ini.

Walaupun demikian, ingatan manusia (termasuk saya) sangat pendek. Tiga tahun kemudian Hyun Bin dan Son Ye Jin crash landed di drakor wonderland yang saya kenal dan membuat saya mengulang berkali-kali setengah dari total episode drama ini. Mengapa hanya setengah? Karena setting di Korea Utara (walaupun katanya kurang akurat) jauh lebih menarik dibandingkan di Seoul dengan segala ciri metropolis dan kemewahan kotanya.

Ditambah cara pendekatan dan sekuens jatuh cinta yang sangat sederhana di antara kedua pemeran utama. Cuma dengan lirikan mata lho, atau bersepeda bersama seperti gambar di bawah ini, penonton (termasuk saya tentu saja) dibuat baper-sebapernya seakan-akan mereka ada di sepatu Yoon Se Ri yang mulai saling taksir dengan Kapten Ri Jeong Hyeok. Halah.

CC0AF914-3132-4A35-9232-F2842BEBDC33

Cerita cinta di dalam sebuah drama akan selalu membawa saya kembali pada drama itu, namun ada satu drakor yang saya tonton berulang-ulang bukan karena cerita cintanya. Cerita cinta di dalam drama ini mungkin akan terjalin nanti sebagai cinta segi empat di antara Pangeran Lee Chang, dokter Seo Bi, pegawai kerajaan Cho Beom Pal, dan bekas tentara Yeong Shin. Mungkin nanti di Season 3, setelah ada teaser-nya sedikit demi sedikit di dua season sebelumnya.

Drama apakah itu? Ya benar, ia adalah drakor bergenre horor yang dipenuhi oleh darah dan zombi yaitu “Kingdom” Season 1 dan 2.

11532777-A6CA-45C8-97C2-953EBB7FA4B6

Alasan saya menonton drama ini tak lain dan tak bukan adalah karena Ju Ji Hoon (Pangeran Lee Chang). Saya mengajak suami menontonnya juga karena ini adalah genre kesukaannya. Eh ternyata dia kepincut dan mengulang-ulang drama ini sebanyak empat atau lima kali. Saya yang semakin terbiasa melihat zombi berdarah ungu (iya, warna darah palsunya semakin lama bukanlah merah) menemani suami dengan senang hati karena saya suka sekali pada cast-nya.

Cerita cinta dalam “Kingdom” bukan cinta romansa antara pria dan wanita (setidaknya tidak demikian sampai akhir Season 2). Namun ia menceritakan cinta yang lebih luas dan universal: cinta di antara seorang pemimpin dan rakyatnya. Cinta yang membuat seorang pangeran seperti Lee Chang melepaskan kehidupan nyaman di istana untuk mencari penyebab wabah zombi yang menyengsarakan negaranya. Cinta yang membuat ia merelakan tahta untuk adiknya, supaya rakyat yang sudah sempat tahu akan rencana kudetanya kembali menghormati keluarga kerajaan.

Cerita seperti apa yang membawamu terus kembali pada sebuah drama? Cintakah, misterikah, komedikah? Share, yuk. ❤️

8 thoughts on “Cerita yang ‘Kan Selalu Membawaku Kembali

  1. baca tulisan ini tiba2 teringat lirik lagu: “cintakan membawamu kembali di sini…” – Dewa 19.

    Like

  2. Aku lupa-lupa ingat sama Innocent Man.
    Tapi sangat membekas sekali kalau Joong Ki bisa jadi badboys, sebelum jadi bigboss.
    Wkwkwk~

    Dalem yaah…
    Aku KZL sama endingnya.
    memang open ending ini lebih aman ketimbang beneran membuat sebuah kepastian yang mungkin mengundang protes banyak penonton.
    Uhhuukk~

    Liked by 1 person

    1. Masak endingnya gantian amnesia ya. Rasanya pengen ngelempar hp waktu itu 🤣🤣 aku lebih suka eun gi yg judes daripada yang lemes2 gitu setelah kecelakaan. Kalau sjk oppa mah tetap memukau dari awal sampai akhir ❤️

      Like

      1. Iyaaa…
        Eun-gi pas lemes asa kerupuk kena air.

        Hilang keegoisannya, kecerdasannya, tempramennya.
        Emang gitu yaa..?? Kalo ilang ingatan, sikapnya juga jadi ilang?

        Ato ini ada kaitannya sama “Orang kalo gak punya keahlian apa-apa, jadi rendah diri…??”

        Like

      2. Bahahaha teori yg cerdas. Jadi meureun aslinya Eun Gi itu ga pedean, dan biar keliatan pede dia galak luar biasa. Begitu amnesia, keluar deh karakter asli yg seperti ga berdaya. Kali ya, ga tau juga, da ga pernah amnesia🤣🤣🤣

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s