Bucin, Buzzer, dan Bashing

Tahu siapa para aktor di atas kan? Mereka adalah para pemeran di dalam drama “The King Eternal Monarch” yang baru tamat pekan lalu. Drama yang diprediksi akan populer dan memiliki rating tinggi ini ternyata tidak memenuhi ekspektasi banyak orang sampai episode terakhirnya, termasuk saya.

Alasannya bersliweran di internet, silakan baca sendiri. Yang saya ingin bahas dalam tulisan ini adalah dua faktor yang memiliki sumbangsih untuk menyukseskan sebuah drama dan satu perilaku yang merusak semua usaha kedua faktor tersebut.

Bucin, buzzer, dan bashing.

Ada satu lagi sih: bias, tapi ini obyek “penderita” semua kelakuan bucin dan buzzer, dan yang dibahas di dalam bashing.

Apakah kamu termasuk bucin? Atau buzzer? Perbedaan utama kedua pelaku ini adalah motivasi ekonomi yang melatarbelakangi tindak-tanduk mereka.

Seorang bucin akan mendukung, menyanjung, dan mempromosikan biasnya tanpa imbalan apa pun, apalagi uang. Semangat 45-nya selalu konstan mengiringi proyek terbaru biasnya, entah drama atau film atau yang lainnya. Biasanya komentar dan sapaan hangat dari sesama bucin sudah cukup menyenangkan hati seorang bucin tulen.

Saya dulu bucin Lee Min Ho. Iya, dengan malu saya akui fakta itu. Namun setelah menonton “TKEM” saya putuskan berhenti jadi bucinnya. Benci dan cinta itu betilafea alias beda tipis, kata Kak Dwi. Saya yang dulunya cinta pada drama dan aktingnya LMH bisa tiba-tiba blah gara-gara drama terbarunya ini.

40971FE4-DB41-4393-B2D1-765A4453DD67

Aktor Lee Min Ho yang ganteng akurat (dan dipertanyakan keasliannya).
Sumber gambar: Pinterest.

Bayangkan, masak seorang bucin bisa jatuh tertidur 3 kali selama menonton 3 episode pertama drama pertama LMH setelah wamil? Ini drama pertama lho, Saudara-saudara. Comeback. Fenomenal. Most anticipated.

Sebagai bucin, harusnya saya tetap setia menyimak ya kan (bagaimanapun membosankan alur ceritanya)? Lah saya bisa ketiduran 3 kali pada 3 kesempatan yang berbeda (di awal, di tengah, di akhir drama), padahal waktu itu saya tidak sedang kelelahan. Antusiasme saya menunggu Lee Gon pada hari Jumat dan Sabtu malam waktu itu sudah sama dengan antusiasme saya waktu mengikuti drama “Crash Landing on You”.

Episode ke-4 dan seterusnya tidak saya tonton dengan seksama; cukuplah mendapatkan spoiler berkala dari IG. Setelah episode final saya bertanya kepada chingudeul di WAG Drakor dan Literasi: worth it, tidak? Sebanding tidak hiburan yang didapat dengan waktu yang dihabiskan? Yang tidak menonton tidak berkomentar, yang menonton bilang supaya menonton episode 15 dan 16 saja karena episode-episode sebelumnya hanya filler.

What? Segitu parahnya? Jadi Lee Gon ngapain saja selama 12 episode yang saya tinggalkan? Wkwkwk.

Saya pun manut dan menonton episode 16 dengan diiringi banyak distraksi: anak-anak yang minta ditemani membuat prakarya dan datangnya pengantar paket lalu kemudian pengantar aqua galon. Paket dan aqua galon harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibawa masuk ke dalam rumah dan itu makan waktu yang tidak sebentar. Namun saya ternyata tidak begitu kehilangan adegan-adegan yang saya lewatkan karena kesibukan-kesibukan tadi. Segitu tidak berkesannya drama ini buat saya.

Lain bucin, lain buzzer.

Buzzer mendukung, menyanjung, dan mempromosikan sebuah drama tentu dengan imbalan, entah uang, barang, atau yang lainnya. Yang saya heran dan pertanyakan, waktu rating “TKEM” terus turun buzzer seperti pada keluar semua. Posting mereka di IG maupun Twitter serba membenarkan “TKEM” dan menyalahkan rating. Sebagai netizen tua, bisa terasalah ya mana yang tulus dan mana yang tidak, mana yang bucin dan mana yang buzzer.

Satu kesamaan di antara bucin dan buzzer adalah mereka tiada ampun menghantam siapapun yang berbeda pendapat dengan mereka. Yang satu karena cinta mati, yang lain karena cinta imbalan, dan saya sempat menjadi korban mereka.

Sebagai mantan bucin LMH, mata saya sudah terbuka. Akting mantan bias saya ini ternyata biasa, tidak menggetarkan, dan tidak berkesan. Mengapa saya dulu bisa menyukainya, ini masih menjadi misteri buat saya. Sepertinya sih sebagaimana orang membunuh tanpa alasan, orang jatuh cinta juga tanpa alasan (ini perbandingan yang horor sekali, mian …).

Begitu mata saya terbuka, saya rasa wajar jika saya mengungkapkan pendapat saya. Di sebuah akun IG yang didedikasikan untuk drama “TKEM” ada posting yang dengan semangat mengajak netizen membuat petisi supaya “TKEM” berlanjut ke Season 2. Di akhir posting ada pertanyaan: what do you think?

Saya menjawab jujur: no way, it’s not even worth my expectation.

Dan saya pun dirundung, Saudara-saudara. “Kalau ga suka Lee Min Ho Oppa, ngapain di sini?” Ya saya tadinya mau unfollow kok, cuma iseng lihat posting terakhir dan iseng memberi komentar jujur. Eh, saya diamuk massa. Yang mengamuk bukan yang empunya akun, jadi ini pasti para bucin LMH yang belum tercelikkan matanya.

Setelah unfollow akun yang itu, saya cari lagi akun lain (untuk unfollow, tentu saja, kan dramanya sudah selesai) yang terlalu menyanjung-nyanjung drama dan para aktor di dalam “TKEM” seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat. Pada posting terakhir si pemilik akun bertanya: dari skala 1 sampai 10, drama ini mendapat nilai berapa?

Saya jawab: 3.

Tidak sampai satu menit kemudian emoticon penuh emosi bermunculan membalas komentar saya. Ada satu komentar yang menurut saya epik sekali. Dia cuma menulis: “michinnn???”

Saya mau ketawa. Kalau yang bersangkutan mau bilang “Kamu gila ya?” seharusnya dia menulis 미쳤어 (michyeosseo) bukan 미친 (michin, alias gila) saja. Tidak sulit mengecek internet dulu kok sebelum mengomeli orang (asing). Rella chingu berkomentar, “Gapapa michin, kan bikin nagih.” Halah. Hahahaha.

Gara-gara bucin dan buzzer, mantan bucin satu ini (saya) jadi ingin bashing. Bashing berarti mengkritik secara kejam, tingkat kekasaran dan ketidakterimaannya sudah sama dengan para bucin dan buzzer. Saya ingin bashing drama ini untuk menandingi mereka yang terus berkoar-koar begini: “Pokoknya bias gua paling bener, writer-nim gua paling jago, PD-nim gua paling terhormat di bidangnya. Apa itu rating? Salah semua, dramanya keren abis gini kok.”

Baiklah, karepmu, wahai bucin dan buzzer, bashing saya akan tetap berlanjut. Eh tapi, bashing sepenuh hati tidak akan afdhal kalau saya belum menonton tanpa terinterupsi dari awal sampai akhir drama. Jangan sampai saya salah mengkritik karena saya salah memahami cuplikan sebuah adegan/jalan cerita. Eh tapi (lagi) berarti saya harus menonton episode 4 sampai 15 dong, alias menghabiskan 12 jam untuk drama ini?

Ogah.

Biarlah sepupu saya, Kak Risna, melakukan bashing ini. Kekesalannya karena “TKEM” ternyata cuma segitu dan sudah membuang waktu untuk menanti dan menonton drama ini sepertinya sudah di ubun-ubun. Waktu dan tempat saya persilakan ya, Kakak sayang, wahahahaha.

Kesimpulannya, mau jadi bucin atau buzzer tolonglah pakai akal sehat. Tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada bias yang terus baik-baik saja. Kalau bias bercacat cela, ya itu tandanya harus cari bias yang baru.

Don’t worry, be happy. Masih banyak oppa di drakor wonderland.

Kalau mau bashing pun, lakukanlah dengan akal sehat dan langkah-langkah berurutan.

1. Tonton habis dramanya dulu, jangan pakai skip mode.

2. Tonton ulang bagian yang kamu tidak sreg dan merasa perlu untuk membahas.

3. Diskusikan dengan chingudeul kamu untuk memastikan sudut pandangmu benar.

4. Yang terakhir, tulis sesuai fakta baru kemudian kamu bumbui dengan opinimu.

Walhasil kamu akan menghasilkan tulisan bashing yang berkelas dan tidak terkesan semata-mata nyinyir atau benci (setengah) mati.

Selamat mencoba dan selamat malam.

Dari mantan bucin LMH yang seumur-umur tidak pernah menjadi buzzer, dan mau mencoba bashing drama selain “TKEM” demi keselamatan identitas dan kelanggengan kehidupannya di dunia maya.

2 thoughts on “Bucin, Buzzer, dan Bashing

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s