Review Film Korea: Mr. Zoo, The Missing VIP

Sumber gambar: hancinema.net

Dua minggu lalu salah satu WA group yang saya ikuti, “drakor dan literasi”, mengadakan review challenge untuk mengulas film Korea yang baru dirilis tahun ini. Ini adalah review challenge kedua setelah film “Exit” (Jo Jung Suk, 2020) yang saya lewatkan karena film ini tidak tayang di Netflix.

Film kedua yang akan diulas berjudul “Mr. Zoo: The Missing VIP” yang dibintangi oleh Lee Sung Min. Kalau kamu pernah menonton drakor “Misaeng” pasti kamu familiar dengan aktor pemeran Sales Team 3 Leader kesayangan kita semua yaitu Oh Sang Sik.

Kata teman-teman yang sudah menonton, film ini aman ditonton bersama anak-anak, jadi saya pikir okelah ajak mereka nonton bareng mumpung masih libur Lebaran.

Ceritanya sederhana saja. Mr. Zoo (atau Mr. Joo dalam pelafalan bahasa Korea karena mereka mengganti semua bunyi huruf “z” dengan “j”, termasuk kata “pizza”) adalah seorang agen rahasia di NIS yang ditugaskan untuk menjaga panda yang menjadi lambang diplomasi damai antara Cina dan Korea Selatan.

Panda yang bernama Ming-ming tersebut dikirim duluan ke Seoul sebelum pertemuan diplomasi itu dilangsungkan. Mr. Joo yang ingin naik pangkat mengabaikan rasa tidak sukanya pada binatang dan menawarkan diri untuk menjaga Ming-ming. Apa daya, Ming-ming diculik waktu sedang dipamerkan kepada publik dan Mr. Joo tidak dapat menghentikannya.

Di tempat kejadian perkara ada seekor anjing militer dengan kode 1478 yang mengenali penculik Ming-ming. Waktu sedang berusaha menghentikan para penculik, Mr. Joo terjatuh ke belakang dan kepalanya terantuk. Begitu bangun dia ternyata bisa mengerti dan bicara bahasa binatang.

Orang yang benci binatang tiba-tiba bisa berkomunikasi dengan binatang, kebayang kan stresnya? Anak semata wayang Mr. Joo sendiri adalah pecinta binatang dan dia selalu ribut kenapa ayahnya benci binatang padahal mendiang ibunya dulu adalah seorang dokter hewan.

Usaha pencarian Mr. Joo akan Ming-ming didahului oleh pencarian akan 1478 yang ternyata bernama Ali. Mr. Joo membawa Ali ke rumahnya, frustrasi karena harus mengurus seekor anjing, dan memanfaatkan informasi dari Ali untuk menangkap penculik Ming-ming.

Ternyata si penculik disewa oleh sebuah perusahaan farmasi yang mau mengambil gen Ming-ming untuk dijadikan panda piaraan yang bisa diproduksi massal. Yang menjadi penculik/penjahat adalah orang yang sama yang menjadi lawan Song Joong Ki di drama “Descendants of the Sun”. Kasihan, perannya itu-itu saja. Dan lucunya di sepanjang film dia keukeuh berbahasa Inggris sementara lawan mainnya semua berbahasa Korea.

Mr. Joo sempat kehilangan kepercayaan akan Ali, tapi kemudian mereka bekerja sama untuk menemukan Ming-ming dan membawanya tepat waktu ke acara diplomasi antara Cina dan Korea Selatan. Di acara itu si penjahat sudah menyiapkan anjing-anjing militer yang sudah ditanami bom di dalam tubuh mereka supaya meledak dan mengacaukan acara. Mr. Joo menghentikan ini dengan sebuah pena yang bisa mengganggu frekuensi radio dan listrik.

Ending-nya happy. Ali tidak jadi mati. Mr. Joo yang sempat dipecat karena dianggap tidak becus menjaga Ming-ming akhirnya mendapat pekerjannya kembali dan mulai menyukai binatang. Sebuah hal yang dinanti-nantikan oleh anak perempuannya.

Kalau dibilang film ini ramah anak, ya tidak juga. Kata-kata sumpah serapah masih bertebaran di sana-sini. Dan karena kami menonton dengan teks bahasa Indonesia anak-anak saya jadi bertanya-tanya apa arti kata “brengsek” dan “bajingan” yang seringkali muncul di layar.

Huhuhu.

Adegan perkelahian antara penjahat dan bosnya atau antara Mr. Joo dan si penjahat juga terlihat cukup sadis. Untung kami menontonnya di HP jadi saya bisa langsung menangkupkan layar kalau saya rasa adegannya tidak cocok ditonton anak-anak.

Oleh karena pada intinya anak-anak saya menyukai film dimana manusia bisa berkomunikasi dengan binatang seperti “Dr. Dolittle”, film “Mr. Zoo” ini cukup berkesan buat mereka. Adegan yang terus dibicarakan oleh anak-anak saya adalah waktu Ali mengacak-acak rumah Mr. Joo.

Komentar mereka epik banget deh, “Pantesan Mama ga mau kita punya puppy.”

Iya, hahaha.

Komentar mereka berikutnya adalah, “Pantesan Mama suka film Korea. Rame juga ya.”

Tentu saja, hahaha.

Kemarin malam kami coba menonton “Exit” tapi anak-anak histeris di menit ke-27 waktu ada adegan orang-orang kejang-kejang karena gas beracun. Ya sudahlah, stop nontonnya.

Kasih saran ya kalau kamu ketemu film Korea yang benar-benar ramah anak. Gomawo!

Btw, teman-teman saya yang ikut review challenge ini ada banyak lho. Tulisan mereka bisa disimak di sini. Gaja!

Fatimah Azzahra

Alienda Sophia

Imawati A. Wardhani

Dian Kusumawardani

Lithaetr

Gita

Risna

3 thoughts on “Review Film Korea: Mr. Zoo, The Missing VIP

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s