Hari Perempuan Internasional: Jangan Abaikan “Baby Blues”

sumber gambar: maternityandinfant.ie

Katanya perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Bukan dari tulang kepala, sehingga ia lebih superior. Atau dari tulang kaki, sehingga ia lebih inferior. Ia diciptakan setara dengan laki-laki dalam hal harkat dan martabat. Ia diciptakan dari tulang yang melindungi organ dalam untuk menunjukkan betapa penting keberadaannya.

Seperti halnya laki-laki, pada pundak perempuan disematkan berbagai peran dan tanggung jawab. Namun sebelum ia menjalani peran sebagai istri, ibu, nenek, atau peran lainnya, ia adalah seorang individu. Sebagai individu ia berhak dicintai, didengarkan, didampingi, dan ditolong. Sebagai individu ia berhak mengambil dan menjalankan pilihan-pilihannya sendiri.

Sebelum tahun 1967 Hari Perempuan Internasional dirayakan oleh gerakan-gerakan sosialis di negara-negara komunis. Hari ini kemudian mendapat dukungan dari gerakan feminis dan pada tahun 1977 ditetapkan oleh PBB sebagai hari khusus yang dirayakan secara global setiap tanggal 8 Maret.

Awalnya di Rusia mereka mengenang Hari Perempuan Internasional sebagai hari ketika mereka mendapat hak untuk memilih secara politik. Setelah itu pada hari ini lazim diadakan parade atau protes di berbagai negara untuk menuntut berbagai hal, mulai dari kesetaraan gaji di tempat kerja sampai menentang campur tangan pemerintah atas keputusan untuk melakukan/tidak melakukan aborsi.

Akhir-akhir ini Hari Perempuan Internasional juga menjadi momen yang pas untuk merayakan kodrat khas perempuan (womanhood). Menjadi seorang istri, seorang partner laki-laki dalam sebuah pernikahan, bisa jadi merupakan suatu pilihan. Namun kemampuan untuk mengandung dan melahirkan adalah keistimewaan yang hanya dianugerahkan pada perempuan.

Bentuk tubuh yang berubah, produksi hormon yang bergejolak, fokus hidup yang tidak lagi pada diri sendiri hanyalah sebagian kecil dari begitu banyak tantangan yang dihadapi perempuan yang mengandung dan melahirkan. Kehidupan pasca melahirkan pun tidak serta-merta lebih baik dari saat mengandung. Kelelahan, kondisi fisik yang belum kembali seperti semula, dan tuntutan dari orang sekitar bisa menjadi faktor penyebab jatuhnya mental perempuan.

Pengemukaan istilah baby blues adalah salah satu usaha perempuan untuk mengenali dirinya sendiri dan mengatasi masalahnya. Secara umum baby blues adalah kondisi khawatir berlebihan, cemas tanpa alasan, tidak bahagia, tidak percaya diri, merasa diri tidak berharga, dan lelah luar biasa yang dialami oleh ibu baru.

Baby blues biasanya berlangsung selama kurang lebih 2 minggu sejak melahirkan. Jika lebih lama dari itu dan ada faktor tekanan psikososial, maka baby blues bisa berkembang menjadi depresi pasca melahirkan yang memerlukan penanganan klinis (terapi dan/atau obat) dari tenaga medis.

Sebelum istilah baby blues dikenal, suami atau keluarga dari seorang ibu baru biasanya tidak mengerti mengapa ibu tiba-tiba terlihat tidak bahagia. Anak yang dinanti-nantikan sudah lahir (lebih baik lagi jika tidak ada komplikasi), ada anggota baru yang melengkapi kebahagiaan keluarga, lalu mengapa ibu murung terus dan seperti enggan mengurus bayinya?

Dalam ketidakmengertian suami atau keluarga biasanya muncul kemarahan dan ketidaksabaran, yang mengakibatkan mood ibu baru justru memburuk. Mood seorang perempuan sangat dipengaruhi oleh produksi hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuhnya, dan pasca melahirkan kadar kedua hormon ini menurun dengan sangat cepat.

Gangguan pada hormon tidak hanya mempengaruhi mood ibu, tapi juga bisa membuatnya sulit tidur/beristirahat padahal kondisi fisiknya membutuhkan hal itu. Atau bisa membuatnya makan lebih banyak/sedikit dari seharusnya karena kecemasan akan produksi ASI dan bentuk tubuh.

Baby blues jangan diabaikan dan dianggap sepele. Lebih cepat diketahui dan diatasi akan lebih baik, karena kesejahteraan ibu akan mempengaruhi kesejahteraan bayi, suami, dan anggota keluarga lainnya (jika ini bukan kelahiran pertama).

Jika Anda ibu baru, atau mengenal ibu baru, yang mengalami baby blues, ada beberapa hal yang Anda dapat lakukan:

1. Selalu makan makanan bergizi

Makanan bergizi sangat penting supaya tubuh Ibu mendapatkan nutrisi yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik pasca melahirkan dan untuk mempersiapkan stamina Ibu mengerjakan lebih banyak hal setelah kehadiran bayi.

Mempersiapkan makanan bergizi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi seorang ibu baru. Rasa lelah, malas, dan bingung mau memasak apa bisa membuat ibu baru makan seadanya. Jika Anda teman dari ibu baru tersebut, ulurkan tangan Anda. Bantu sang ibu dengan memasakkan atau membelikan makanan yang Anda tahu sehat dan bisa meningkatkan produksi ASI untuk sang bayi.

2. Istirahat yang cukup

Kata orang, waktu bayi tidur ibu sebaiknya tidur juga supaya tubuhnya cepat pulih. Banyak ibu baru yang saya tahu, termasuk saya sendiri, tidak mendengarkan nasihat ini. Saat bayi tidur kami justru memanfaatkan waktu tenang tersebut untuk mengurus rumah dan anggota keluarga lain. Kami lupa bahwa tubuh dan tenaga kami terbatas.

Ibu baru, mintalah pertolongan jika perlu. Ibu biasa membereskan rumah sendiri? Pasca melahirkan pekerjakanlah ART harian untuk membantu di rumah. Ibu biasa mengantar-jemput sendiri anak dari sekolah dan les? Pasca melahirkan mintalah teman yang rumahnya satu arah untuk membawa anak Ibu pulang.

Minta tolong itu tidak tabu. Minta tolong itu bukti kalau Ibu adalah manusia biasa. Tidak usah memaksakan diri menjadi perempuan super; semua orang juga tahu bagaimana beratnya mengandung, melahirkan, dan mengurus bayi.

Ibu baru perlu tidur/istirahat yang lebih banyak dari biasanya untuk memulihkan kondisi fisik dan menjaga stabilitas mood. Jika Anda mengetahui ibu baru yang kurang tidur/istirahat, tawarkan bantuan supaya ibu baru cepat sehat dan berfungsi normal seperti sedia kala.

3. Minta dukungan dari orang-orang terdekat

Daripada marah-marah dan bad mood tanpa alasan jelas, ibu baru sebaiknya segera memeriksa apakah dirinya mengalami baby blues. Jika ya, komunikasikan hal ini pada orang-orang terdekat, bisa suami, anak, orang tua, atau dokter pribadi.

Mintalah mereka mengerti bahwa Ibu sedang melewati masa-masa penyesuaian yang mungkin lebih sulit dari orang lain. Mintalah mereka mengingatkan Ibu jika mengalami mood swing (marah-marah, sedih, takut, khawatir, dan emosi negatif lainnya) secara berlebihan. Mintalah mereka membantu jika Ibu kewalahan dengan tugas rutin sehari-hari.

Yang paling penting Ibu jangan pernah merasa sendirian, diabaikan, dan tidak berharga. Keluarga mencintaimu dan mereka pasti akan mendukungmu melalui masa-masa sulit ini. Jika Ibu merasa perlu, carilah komunitas selain keluarga supaya Ibu dapat berbagi dengan ibu-ibu lain dan mendapatkan tips mengurus bayi dan keluarga.

Efek baby blues bisa jadi lebih kompleks untuk ibu baru yang bekerja di luar rumah. Belum tuntas menyesuaikan diri dengan bayi di rumah, ibu harus kembali ke tempat kerja dan dituntut berkinerja normal seperti sebelum mengandung dan melahirkan. Ibu tentu memerlukan dukungan lebih banyak dari keluarga dan rekan-rekan di tempat kerja.

Hari Perempuan Internasional bukan hanya soal tuntutan sepihak dari perempuan akan hak-haknya, tetapi juga soal masyarakat yang lebih mempedulikan dan memperhatikan perempuan-perempuan yang menjadi ibu dengan segala keadaan fisik dan psikisnya.

Semoga pemaparan tentang baby blues di atas bisa menjadi informasi yang bermanfaat bagi ibu baru dan lingkungan di sekitar ibu. Selamat Hari Perempuan Internasional 2020.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s