Sonic The Hedgehog dan Kejatuhan Cyclops

sumber gambar: thewashingtonpost.com

Saya mau menonton film ini cuma karena ditraktir. Asli, dari awal saya tidak berminat menontonnya. Waktu kecil saya sering memainkan game ‘Sonic the Hedgehog’, tapi saya lebih sering kalah jadi saya mendendam, hehehe.

Buat yang belum paham apa hubungan antara Cyclops dan Sonic, saya ajak kamu bernostalgia ke franchise film X-Men yang dimulai dari tahun 2000. Cyclops adalah salah satu mutan yang ada di bawah komando Professor X dalam komik dan film X-Men. Nama aslinya adalah Scott Summers dan dia selalu memakai kacamata khusus, supaya sinar yang keluar dari matanya setiap kali dia membuka mata tidak menghancurkan orang/benda di sekitarnya.

Pemeran Scott Summers/Cyclops di empat film X-Men (X-Men (2000), X2 (2003), X-Men: The Last Stand (2006), dan X-Men: Days of Future Past (2014)) adalah James Marsden.

Dialah juga yang memerankan Tom Wachowski di dalam film ‘Sonic The Hedgehog’, seorang polisi lokal yang membantu Sonic kabur dari kejaran Dr. Robotnik untuk mengumpulkan kembali cincin-cincin Sonic yang tak sengaja jatuh di San Fransisco.

Karir James Marsden di Hollywood memang tidak secemerlang James McAvoy, pemeran Professor X di dalam prequel ‘X-Men: First Class’ (2011). Di Indonesia sendiri ia hanya dikenal sebagai Scott Summers/Cyclops. Saat screentime-nya dikurangi setelah kematian Jean Grey di ‘X-Men: The Last Stand’ dan saat dia hanya muncul sebagai cameo di ‘X-Men: Days of Future Past’, tidak ada fans yang kehilangan.

Jadi saya miris melihat James Marsden, yang sangat keren sebagai Cyclops di film X-Men, muncul di film ‘Sonic’ sebagai salah satu pemeran utama dengan karakter yang datar, tidak mengesankan, dan mudah sekali dilupakan. Hal pertama yang terlintas di pikiran saya saat melihat aktingnya yang buruk adalah: serius, film ini adalah bukti kejatuhan James Marsden, alias Cyclops yang diketahui banyak orang.

Chemistry James dengan aktris yang memerankan istri Tom, Tika Sumpter, nol besar. Tika Sumpter sendiri adalah seorang aktris berkemampuan akting so-so yang biasanya membintangi film atau drama di televisi. Scenes saat James beradu akting dengan Sonic masih lumayanlah, walau banyak transisi yang tidak halus antar adegan.

Film ini mengisahkan Sonic yang hidup dan tinggal sendirian di sebuah kota kecil di Montana. Salah satu kegiatannya adalah mengamati kehidupan Pak Polisi Tom dan istrinya. Sonic bahkan menjuluki mereka ‘Doughnut Lord’ dan ‘Pretzel Lady’. Suatu hari Tom hendak pindah ke San Fransisco untuk bekerja sebagai polisi di sana. Sonic yang merasa terpukul dengan berita kepindahan Tom pergi bermain baseball sendirian dengan kecepatan tinggi, dan tanpa sengaja mengakibatkan pemadaman listrik di Pacific Northwest.

Departemen Pertahanan di Amerika Serikat sana kemudian menggandeng Dr. Robotnik, seorang ilmuwan nyentrik/aneh/gila untuk mencari penyebab listrik mati tersebut. Dr. Robotnik sendiri percaya ada intervensi makhluk asing, dan dia sangat bersemangat mengejar Sonic untuk mendapatkan sumber energinya.

Dr. Robotnik diperankan oleh Jim Carrey, dan kalau kamu pernah menonton film ‘The Mask’ dan ‘Dumb and Dumber’ (keduanya di tahun 1994), kamu tidak akan terkejut dengan kualitas dan tipe akting yang disuguhkan olehnya. Jenis komedi yang ia bawakan adalah komedi slapstick yang cenderung kasar, membuat saya heran kenapa film ini bisa mendapat rating SU (Semua Umur).

Tidak ada yang istimewa dari kemunculan Jim Carrey di dalam film ini. Anak-anak saya tidak melihatnya sebagai karakter yang lucu. Mereka mengernyitkan dahi dan merasa sebal saat sebagai Dr. Robotnik ia memasukkan tangan ke dalam mulut anak buahnya dan menarik dagu si anak buah sebagai tanda mengomel. Berulang kali saya harus menutup mata anak-anak saat Dr. Robotnik marah-marah sambil melotot dan ludahnya muncrat ke mana-mana. Sepanjang film saya jadi stres karena harus memberlakukan sensor tambahan.

Bagian yang menghibur di film ini hanyalah saat Tom dan Sonic mulai bonding sepanjang perjalanan menuju San Fransisco dan dalam usaha mereka melawan Dr. Robotnik. Diceritakan mereka singgah ke sebuah bar dan Tom membantu Sonic memenuhi satu persatu hal yang dia inginkan di bucket list-nya.

Sonic ini seharusnya berusia anak-anak pra-remaja atau remaja ya. Melihat dia berada di dalam bar, menyaksikan orang-orang dewasa yang berpakaian “begitu deh”, dan akhirnya malah terlibat di dalam perkelahian bersama Tom, membuat saya semakin yakin kalau film ini bukan film untuk semua umur.

Penutup film ini adalah Sonic yang melempar salah satu cincinnya untuk mengirim Dr. Robotnik ke Planet Jamur, warga kota yang menerima Sonic dengan lapang dada dan senang hati, dan Tom dan istrinya yang tidak jadi pindah ke San Fransisco. Semuanya bahagia, semuanya beres. Tapi, oh ow, kenapa tiba-tiba Tails (sahabat Sonic) muncul di after credit? Apakah ini pertanda film ‘Sonic The Hedgehog’ akan memiliki sequel?

Tidakkkkkk ……..!

PS: Skor 5 dari 10 karena sungguh film ini jelek sekali.

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s