Berita Mengejutkan dari Sussex Royal

Pada tanggal 10 Desember 1936 Raja Edward VIII dari Kerajaan Inggris turun tahta karena perdana menteri, parlemen, dan mayoritas rakyat Inggris keberatan jika raja mereka menikahi seorang janda. Sebagai kepala gereja Anglikan, Edward dituntut untuk mengamalkan ajaran-ajaran gereja, termasuk di antaranya tidak menikahi wanita yang pernah bercerai.

Edward VIII adalah paman dari Ratu Elizabeth II, ratu Inggris saat ini. Dia digantikan oleh Pangeran Albert, bertitel Raja George VI, ayah dari Ratu Elizabeth II, dan menghabiskan sisa hidupnya di berbagai negara di Eropa sebelum akhirnya meninggal di Paris dan dikebumikan di London pada tahun 1972.

Edward VIII adalah bangsawan Inggris yang mengundurkan diri secara sadar sebagai anggota keluarga kerajaan dan dari tugas-tugas anggota keluarga kerajaan karena dia memilih Wallis Simpson sebagai istrinya. Selama dalam pengasingan rumah tangganya tetap mendapat dukungan finansial dari Raja George VI dan dari pekerjaannya sendiri (mengisi acara bincang-bincang TV/radio, menulis buku, dan lain sebagainya).

Tak disangka 84 tahun kemudian langkahnya diikuti oleh cicit dari adiknya, yaitu Pangeran Harry dan Meghan Markle yang sejak tahun 2018 lebih dikenal sebagai Sussex Royal.

Sussex Royal mengumumkan pengunduran diri mereka sebagai bangsawan senior di akun resmi Instagram mereka, tanpa berkonsultasi dulu dengan anggota keluarga kerajaan yang lain.

Mereka berencana membagi waktu mereka antara Inggris dan Amerika bagian utara (diasumsikan sebagai Kanada, negara tempat Meghan Markle menetap saat dia pertama kali bertemu dengan Pangeran Harry). Mereka juga akan berusaha untuk independen secara finansial (selama ini anggota keluarga kerajaan mendapat tunjangan yang diambil dari pajak rakyat) dan meluncurkan kegiatan amal baru, terlepas dari keluarga kerajaan Inggris.

Keputusan Sussex Royal ini membentuk dua kubu.

Kubu yang satu menentang, karena sebelum menikah Meghan Markle seharusnya sudah bisa membayangkan bagaimana kehidupan sebagai anggota keluarga kerajaan dengan segudang tugas untuk mewakili Ratu Inggris. Privasi? Lupakan. Mulai dari pilihan anting sampai foto pertama bayinya akan dibahas oleh media. Kehidupan mereka adalah milik publik karena kegiatan-kegiatan mereka dibiayai oleh publik.

Meghan Markle sudah berulang kali dikabarkan tertekan dengan sorotan media terhadap dirinya; dia tidak pernah bisa menikmati waktunya sebagai pengantin baru, ibu hamil, dan ibu baru. Tidak ada yang pernah bertanya kepadanya apakah dia baik-baik saja, dan dia tidak segan menuntut media yang menyebarkan berita tidak benar. Berbeda sekali dengan iparnya, Duke dan Duchess of Cambridge, yang cenderung mendiamkan gosip.

Pangeran Harry pun sangat membela istrinya. Dia berkali-kali mengkritik perlakuan kejam media terhadap Meghan, dan berharap tekanan dari media tidak membuat sejarah buruk berulang. Yang dia maksud adalah kecelakaan lalu-lintas yang menimpa ibunya, Putri Diana, yang meninggal di Paris karena berusaha menghindari kejaran paparazzi.

Istana Kerajaan Inggris bersikap dingin terhadap keputusan tersebut. Mereka bersikeras bahwa pengunduran diri Sussex Royal masih dalam tahap diskusi awal karena ini masalah yang complicated dan perlu waktu untuk diselesaikan.

Ratu Elizabeth II tidak bertambah muda. Pada tahun 2017 Pangeran Philip di usia 96 tahun sudah secara resmi mengundurkan diri dari tugas-tugas kerajaan. Sejak tahun lalu sudah terlihat bagaimana anak-anak Ratu dan keluarga mereka, mulai dari Putri Anne yang paling tua, Pangeran Charles, Pangeran Andrew, sampai Pangeran Edward yang paling muda, dilibatkan untuk mewakili Ratu dalam berbagai kunjungan ke luar negeri dan dalam berbagai acara/fungsi di dalam negeri.

Pengunduran diri Sussex Royal juga akan menjadi pukulan telak bagi William dan Kate, Cambridge Royal. Sebelum Harry menikah dengan Meghan, mereka berempat sudah dikenal sebagai Royal Fab Four, yang kerap tampil bersama dalam acara kerajaan maupun amal. Namun tahun lalu Sussex Royal memisahkan diri dari Cambridge Royal dan rumor retaknya hubungan William dan Harry semakin menguat. Tanpa Sussex Royal, Cambridge Royal tentunya akan mengemban tugas yang lebih berat.

Kubu yang lain mendukung, karena menurut mereka Sussex Royal berhak atas kehidupan pribadi. Mereka berhak membesarkan anak mereka di luar keluarga kerajaan Inggris dan mereka berhak bekerja dan memperoleh penghasilan selayaknya orang biasa. Tindakan-tindakan “pemberontakan kecil” untuk menekankan hak-hak tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak kelahiran putra mereka, Archie Mountbatten-Windsor, pada pertengahan tahun 2019.

Sussex Royal menolak gelar pangeran untuk anak mereka dan memilih nama depan dan nama keluarga seperti orang kebanyakan, memilih membaptis anak mereka dalam sebuah kebaktian privat, dan memilih berlibur pertama kali sebagai keluarga kecil ke Kanada di saat semua anggota keluarga kerajaan berkumpul di Sandringham untuk liburan Natal.

Jadi keputusan pengunduran diri mereka sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena Sussex Royal sudah dari jauh-jauh hari menanam bibit-bibit independensi mereka dari keluarga kerajaan Inggris.

Yang patut ditunggu adalah tanggapan resmi dari Ratu Elizabeth II terhadap keputusan Sussex Royal tersebut. Apakah Ratu akan mendukung atau menentang? Rasanya mustahil Ratu menerima begitu saja pengunduran diri Sussex Royal jika mereka masih mau menikmati fasilitas seperti kediaman Frogmore Cottage di London (masih atas nama Ratu) dan berbagai manfaat akibat gelar kebangsawanan mereka.

*Informasi dalam artikel ini disadur dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s