Masih Tentang Lee Jong Suk dan While You Were Sleeping

Setiap cerita fiksi pasti punya tujuan akhir yang harus dicapai atau pertanyaan besar yang harus dijawab di akhir cerita.

Setelah menonton 16 episode pertama dari total 32 episode drama Korea ‘While You Were Sleeping’ (review-nya bisa dilihat di sini), saya kira tujuan akhir/pertanyaan besar dari drama ini adalah Jae Chan dan Hong Joo yang bertemu kembali setelah satu hari yang tragis 13 tahun lalu yang merenggut nyawa kedua ayah mereka.

Saya kira saya salah.

Menurut saya tujuan akhir/pertanyaan besarnya terletak pada diri karakter Lee Yoo Beom, mantan jaksa yang menjadi pengacara dan banyak bersinggungan jalan dengan karakter Jae Chan yang diperankan Lee Jong Suk. Tapi … sebelum kita masuk ke bagian yang serius, kita bahas Lee Jong Suk dulu yuk.

Seperti yang saya tulis sebelumnya WYWS adalah drama pertama Lee Jong Suk yang saya tonton. Nah, karena saya cukup suka dengan aktingnya, akhirnya saya memutuskan untuk menonton drama lain yang dia bintangi. Pilihannya ada banyak, mulai dari ‘W: Two Worlds’ (2016), ‘Pinocchio’ (2014), ‘Doctor Stranger’ (2014), dan drama-drama lain sebelum 2014. Setelah membaca beberapa review di internet, saya akhirnya memilih menonton ‘W: Two Worlds’ dulu yang dibintangi Lee Jong Suk dan Han Hyo Joo.

Ide cerita drama ini menurut saya keren banget. Alkisah Kang Cheul (Lee Jong Suk) adalah tokoh dalam cerita webtoon yang berjudul ‘W’ yang digemari seantero Korea selama 10 tahun. Kang Cheul di dalam manghwa (komik) adalah seorang atlet tembak yang memenangkan medali emas di Olimpiade di usia 17 tahun. Nasibnya berubah setelah ayah, ibu, dan kedua adiknya dibunuh bersamaan di rumah mereka oleh seorang penembak misterius. Kang Cheul yang saat itu tidak berada di rumah pun ditangkap dan dituduh sebagai pelaku pembunuhan. Kang Cheul bersikeras kalau dia bukan pelakunya, namun jaksa penuntut yang ambisius dan suka perhatian publik pun bersikeras kalau Kang Cheul adalah dalang di balik semua tragedi itu. Kang Cheul dijebloskan ke penjara selama 1 tahun, dan setelah mengajukan banding dia akhirnya dinyatakan tidak bersalah. Hukum mengampuni dia, tapi tidak dengan masyarakat di sekitarnya. Kang Cheul kembali ke masyarakat dengan menyandang cap pembunuh, dan menghabiskan hari-harinya sendirian dan berusaha untuk menghindari orang lain. Pada satu malam, Kang Cheul memutuskan untuk bunuh diri dengan cara melompat dari Hangang Bridge, namun akhirnya dia berubah pikiran. Dia bertekad untuk hidup, menemukan pembunuh keluarganya, dan memastikan pembunuh yang sebenarnya mendapatkan hukuman yang setimpal.

Alur yang saya tulis di atas adalah setup yang diatur oleh penulis komik ‘W’ yang bernama Oh Sung Moo. Suatu hari, Oh Sung Moo menghilang padahal deadline untuk episode terbaru ‘W’ sudah di depan mata. Akhirnya asisten si komikus menghubungi Oh Yeon Joo, anak perempuan Oh Sung Moo yang berprofesi sebagai dokter, supaya dia bisa membantu menemukan ayahnya dan menyelesaikan komiknya. Oh Yeon Joo (Han Hyo Joo) datang ke rumah ayahnya, dan waktu dia sedang sendirian di ruang kerja ayahnya dia ditarik oleh tangan Kang Cheul yang secara ajaib keluar dari tablet yang dipakai oleh Oh Sung Moo untuk menggambar komik. Oh Yeon Joo pun “masuk” ke dalam manghwa dan mendapati Kang Cheul yang sedang sekarat karena ditusuk di atap sebuah hotel. Saat Kang Cheul mengalami pneumotoraks Oh Yeon Joo menyelamatkannya dengan cara menusuk dada Kang Cheul dengan pulpen. Kang Cheul sempat bertukar pandang dengan Oh Yeon Joo sebelum akhirnya dia pingsan dan diselamatkan oleh staf hotel dan paramediks. Saat hendak dimintai keterangan oleh polisi, tiba-tiba ada tulisan “Bersambung” muncul di dekat Oh Yeon Joo, seperti lazimnya episode sebuah komik yang ceritanya habis dan akan dilanjutkan di episode berikutnya. Sesudah itu Oh Yeon Joo secara misterius kembali ke dunianya di kota Seoul.

Akankah Kang Cheul bertemu kembali dengan Oh Yeon Joo? Bagaimana Oh Yeon Joo mengatasi dirinya yang bolak-balik terseret masuk ke dalam dunia komik yang didiami Kang Cheul? Kalau mau tahu lengkapnya, bisa tonton ‘W: Two Worlds’ di kissasian.ch dengan total 16 episode. Dijamin kamu akan suka dan sering bilang ‘daebak’ (bahasa Inggris: awesome – red) di tengah-tengah episode. Hehe.

Kembali ke WWYS (tapi belum membahas Lee Yoo Beom). Ada dua hal yang bikin ga sreg dari drama ini, yaitu:

  1. Lee Jong Suk dan Suzy tidak ada chemistry-nya.

Blas. Nada. Nihil. Asli ga keliatan rasa tertarik, deg-degan, dan jatuh cinta antara kedua karakter utama ini. Ga ada sama sekali. Mereka kan banyak mengalami peristiwa yang melibatkan pekerjaan Jae Chan sebagai jaksa, Hong Joo sebagai reporter, dan kadang-kadang juga Woo Tak sebagai polisi. Di situ mereka saling memperhatikan, saling mengkhawatirkan, dll, tapi tetep aja ga ada rasa ser-ser-nya. Hubungan mereka berdua itu lebih seperti sahabat yang jadi pacar, tapi tidak punya romansa. Padahal adegan kecup-kecupnya bisa dibilang banyak ya dibandingkan drama lain, cuma ekspresi wajah LJS dan Suzy tuh sama-sama ga meyakinkan. Dan setelah episode ke-16 Suzy tambah sering pasang tampang polos, gemesin, yang ujung-ujungnya jadi nyebelin. Ah, karakter wanita di drama yang paling oke menurut saya masih Kang Mo Yeon (diperankan oleh Song Hye Kyo di ‘Descendants of The Sun’). Kecup-kecup Jae Chan dan Hong Joo di bawah hujan setelah Hong Joo mengakui kalau dia ingat Jae Chan dari 13 tahun lalu pun tidak menggetarkan hati. Kayaknya salah banget LJS dipasangkan dengan Suzy. Saya bandingkan dengan chemistry LJS dengan HHJ di ‘W’, wah jauh banget. Sepanjang 16 episode saya tuh diseret dengan senang hati untuk merasakan perkembangan hubungan mereka dari sesama orang asing, penyelamat hidup, sempat saling membenci karena ada masalah dengan Oh Sung Moo (penulis komik ‘W’), sampai jatuh cinta, dan pura-pura menikah. Perasaan-perasaan mereka dipaparkan secara ekplisit dan implisit, dan konflik antara dunia nyata Oh Yeon Joo dan dunia komik Kang Cheul membuat perasaan-perasaan antara kedua tokoh utama ini jadi lebih gamblang dan lebih romantis. Karena LJS ga ada chemistry sama Suzy, untuk masalah pemeran wanita saya jadi lebih menyukai ‘W’ dibanding ‘WYWS’. Malahan yang lebih terasa deg-degannya adalah Woo Tak yang suka sebelah tangan pada Hong Joo. Adegan di mana Woo Tak memfoto bayangan dia dan Hong Joo cukup membuat hati saya sedih dan kasihan pada Woo Tak, karena saya lebih setuju Hong Joo sama Woo Tak daripada sama Jae Chan.

  1. Mr. Choi yang diselamatkan oleh Jae Chan dan Hong Joo 13 tahun lalu telat munculnya.

Telat banget-banget. Masak di enam episode terakhir baru ada petunjuk kalau Mr. Choi, investigator yang bekerja untuk Jae Chan, adalah kakak dari tentara yang membuat ayah Jae Chan dan Hong Joo terbunuh? Momen pengungkapan identitas Mr.Choi yang sebenarnya adalah saat dia datang menyelamatkan Jae Chan dan Hong Joo yang terperangkap api di rumah seorang tersangka yang mereka datangi. Saya jadi teringat teori Woo Tak tentang Jae Chan yang sering memimpikan Hong Joo dan dirinya sendiri yang sering memimpikan Jae Chan; orang yang hidupnya pernah diselamatkan oleh orang lain akan memimpikan penyelamat hidupnya itu. Karena Mr. Choi tidak bisa menjelaskan kenapa dia bisa tahu Jae Chan dan Hong Joo ada di rumah yang terbakar itu, saya langsung ngeh kalau Mr. Choi ada hubungannya dengan peristiwa 13 tahun lalu. Saya sangat suka dengan kemunculan Mr. Choi di semua kasus yang ditangani Jae Chan, jadi sayang banget kalau peran krusialnya cuma sedikit menjelang drama berakhir. Salah satu adegan yang sukses bikin saya menangis dan melibatkan Mr. Choi adalah saat Mr. Choi ditabrak oleh mobil Lee Yoo Beom. Di situ Jae Chan berlari dengan sekuat tenaga ke tempat kecelakaan dan menangis sesenggukan dengan sepenuh hati supaya Mr. Choi jangan mati. Akting Lee Jong Suk di situ bagus banget deh; saya pun jadi ikut menangis bersama dia, hehehe.

Sekarang tentang Lee Yoo Beom yang diperankan oleh Lee Sang Yeob. Di drama ini Lee Yoo Beom diceritakan sebagai seorang mantan jaksa yang beralih profesi menjadi seorang pengacara terkenal dengan bayaran mahal. Kepribadian Lee Yoo Beom yang licik dan tidak punya integritas sudah diceritakan sedikit demi sedikit, mulai dari kecelakan mobil yang membuat dia menjebak Hong Joo, masa lalunya yang pernah menipu Jae Chan dan keluarganya, dan tipikal klien yang dia tangani (semua kliennya di drama ini adalah orang-orang jahat dengan pelanggaran berat). Ada beberapa adegan di mana hati nurani Lee Yoo Beom terusik, misalnya: dia mencuci tangan sampai tangannya berdarah setelah dia bersalaman dengan seorang pembunuh saudara kandung untuk mendapatkan klaim asuransi. Jadi di sepanjang drama ada kelebatan petunjuk bahwa Lee Yoo Beom sebenarnya masih punya hati nurani. Namun hati nurani itu tidak bekerja lagi ketika kasus lama yang dia tangani kembali dibuka. Dalam kasus itu Lee Yoo Beom memalsukan barang bukti untuk menangkap seorang dokter yang bukan pembunuh sebenarnya. Kasus itu membuat dia diberi penghargaan sebagai jaksa berprestasi dan dokter itu divonis bersalah (di kemudian hari dokter itu memilih untuk bunuh diri di penjara). Anak si dokter adalah teman sekolah dari adik Jae Chan (kalau lihat drama Korea, kota Seoul yang gede itu kesannya cuma satu RT deh, semua muter di situ-situ aja, haha). Jae Chan pun berjanji untuk mengungkap kebenaran kasus itu walaupun ada kemungkinan Mr. Choi yang dia sangat sukai akan tersangkut masalah hukum. Lee Yoo Beom yang terdesak mulai kehilangan akal sehat dan melakukan serangkaian tindakan jahat. Dia membunuh pembunuh berantai sebenarnya dan terakhir dia menabrak Mr. Choi sampai meninggal. Waktu diinterogasi, Lee Yoo Beom bersikeras bahwa dia hanya sial makanya tertangkap, tapi Jae Chan bilang kalau pada dasarnya Lee Yoo Beom sudah berubah menjadi jahat dan menghalalkan segala cara untuk melindungi dirinya sendiri.

Saya kira itulah tujuan akhir/pertanyaan besar drama ini yaitu untuk menggambarkan jiwa Lee Yoo Beom yang terkorupsi oleh pamor, oleh jabatan, dan oleh uang. Entah kenapa melihat Lee Yoo Beom seperti melihat si om yang baru-baru ini menabrak tiang listrik. Apa si om pernah punya hati nurani dan rasa bersalah atas semua kejahatannya? Atau si om sudah mengabaikan hati nuraninya dan memakai semua cara supaya dirinya tetap aman? Semoga pengadilan bisa memberikan jawaban dalam waktu dekat.

Eh kok jadi curhat politik sih? Maaf, maaf, hehe.

PS: Kenapa saya pasang foto di atas? Karena menurut saya Lee Jong Suk sangat keren berperan sebagai jaksa dibandingkan sebagai profesi lain, haha.

12 thoughts on “Masih Tentang Lee Jong Suk dan While You Were Sleeping

  1. Sebagai cowok saya merasa kaget kalau saya mulai suka dengan Lee Jong Suk, suka aja dengan bagaimana dia memilih drama-drama yg dimainkannya. Dan sejauh ini, W dan Pinochio masih jad drama korea terfavorit saya

    Untuk chemistry, kurang setuju sih, untuk jenis film yang romancenya bukan plot utama, ini udah adil sih. Lagian sempat ada dialog kalau kemampuan melihat mimpi masa depan itu membuatnya tidak lagi merasa berdebar-debar, jd sebagai gantinya yg dipake buat chemistry ya rasa nyaman, kuncinya ada pada bagaimana Jae Chang memahami Hang joo, baik soal mimpi maupun kepaitan masa lalu yg jd kunci, smntara bagi Hang joo, bagaimana terkesimanya dia saat Jae Chang melakukan tugasnya jd jaksa bagi saya sudah cukup

    Soal Mr Choi setuju. yg krg sreg di drama ini adalah twistnya, ga tau twistnya terlalu dibikin gmn caranya biar mengejutkan, engga ada petunjuk apa2 eh tiba2 Mr Choi punya kunci penting, eh tiba2 Hang joo ternyata reporter, eh tiba2 2 tokoh utama punya koneksi masa lalu

    Like

    1. haii… lee jong suk lagi wamil nih dan jd penasaran gmn tar drama come back-nya. semua drama ljs bagus KECUALI romance is a bonus book. ga nyambung aja sm female lead-nya, atau krn sy bias ya ga suka sama doi. yg menurut sy ngenes yg jd 2nd female lead kan ce yg suka kang chul di W. kasian, di 2 drama knp dia ceritanya suka dan ditolak sm org yang sama (ljs). writer-nim kejammm

      Like

  2. wow keren banget review nya lho ini sangat reresentative aku juga udah nonton movie nya termasuk setu karena memang prosrcutor live nya di bikin interesting disini. aku juga mulai suka dengan peran LJS nya karena memang dia dingin tapi lumayan depth meranin nya. perempuannya terlalu santai sih memang and tomance nya nga ada chemestry nya memang aku juga rasa begitu padahal mesra dikit boleh lah ya…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s