Sebelas Tahun dan Sepanjang Hayat

Saya dan suami menikah tanggal 8 November 2008 (8-11-8) yang kalau dijumlah sama dengan kelipatan 9 (ketahuan banget cinta mati sama HMS, haha). Tanggal 8 November kemarin adalah ulang tahun pernikahan kami yang ke-9 yang tidak dirayakan sama sekali. Tanggalnya jatuh di tengah minggu jadi hari itu berlalu seperti biasa dengan segala kesibukan pekerjaan di kantor, di rumah, dan membantu PR anak-anak.

Akhir pekan ini suami mengajak untuk liburan, alias leyeh-leyeh, di sebuah hotel di Jakarta. Kami senang sekali karena pemandangan di luar jendela kami adalah gedung-gedung tinggi yang memadati pusat kota Jakarta dan gedung apartemen tempat pengiring pengantin saya tinggal. Anak pertama saya yang sangat dekat dengan tantenya langsung mengenali gedung itu dan menanti-nantikan untuk bertemu hari ini.

Hari ini Sandra datang dengan kejutan. Dia tidak hanya membawa bakpau hadiah untuk anak saya yang pertama karena sudah berhasil mengerjakan tes Matematika soal perkalian dan bakpau berbentuk Totoro untuk anak saya yang kedua, tapi juga membawa hadiah untuk ulang tahun pernikahan kami (foto di awal post ini). Hadiahnya berupa foto selfie kami yang diambil dari FB, dipercantik dengan berbagai macam hiasan dan bunga yang dibentuk dari kertas daur ulang (intip IG: learteid ya untuk inspirasi aksesoris pemanis rumah), dan dibingkai dengan rapi. Tidak hanya itu, pengiring pengantin saya ini juga membuat beberapa bakpau yang dihias dengan tulisan nama kami dan selamat merayakan ulang tahun pernikahan.

Saya dan suami terharu banget sampai mata berkaca-kaca.

Persahabatan saya dengan Sandra dimulai tahun 2005, sekitar satu tahun sebelum saya berkenalan dengan suami. Kami dulu satu kos, satu kantor, dan setelah melalui pindah banyak kota dan banyak perjalanan hidup, kami tetap ada dalam hidup masing-masing. Dia yang membawa kedua cincin pernikahan kami ke altar. Namanya juga kami berikan sebagai nama tengah anak kami yang pertama. Satu hal yang membuat saya sangat mensyukuri pernikahan kami adalah adanya sahabat-sahabat, teman-teman yang ada dalam cerita kami sejak awal. Saya dan suami mulai pacaran tahun 2006 dan menikah tepat 2 tahun kemudian di tanggal kami jadian, artinya kami sudah saling mengenal satu sama lain selama 11 tahun dan menikah selama 9 tahun.

Benar kata pepatah, hari-hari terasa panjang namun tahun-tahun terasa pendek. Sebelas tahun lewat begitu saja padahal sudah banyak sekali yang terjadi. Jatuh cinta, mulai saling mengerti, bertengkar hebat, patah hati, saling mendukung, berjanji sehidup semati, sampai ada anak-anak yang dikaruniakan pada keluarga kami, semuanya telah dilalui selama sebelas tahun dan kami menantikan perjalanan panjang berikutnya di tahun-tahun mendatang.

Semuanya bukan karena kuat gagah kami; semua karena kasih karunia Tuhan. Terima kasih untuk mereka yang sudah dan masih mendoakan kami.

Untuk suami, terima kasih untuk sebelas tahun dan aku menantikan sepanjang hayat bersamamu.

SIQC 9

Waktu kami jadi MC di SIQC ke-9. Semua berawal dari sini.

 

20171111

Saya dan mereka sebelas tahun kemudian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s