Trekking di Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor (KRB) terletak bersebelahan dengan Istana Bogor yang menjadi tempat kediaman Presiden Jokowi. Tahun ini Kebun Raya Bogor memperingati 200 tahun usianya sebagai pusat konservasi tumbuhan di bawah naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pada kunjungan kami yang pertama kali ke KRB pada bulan Januari tahun 2014, suami saya langsung suka dengan kota Bogor dan anak-anak juga betah berjalan-jalan berjam-jam di sini. Saya sendiri sudah berkali-kali datang ke kota ini karena ada saudara yang tinggal di sini.

Pada kunjungan kami yang pertama kali, anak saya yang bungsu masih berumur 4 bulan, dan di usianya yang 4 tahun sekarang kesukaan dia pada alam dan trekking semakin terasah. KRB adalah kebun/taman yang mempunyai banyak tempat atraksi dan bisa dijelajah berjam-jam. Berkali-kali datang ke sini seringkali kami menghabiskan waktu di hamparan rumput hijau di depan satu-satunya cafe di KRB, namun hari ini kami cukup surprised karena kami menemukan jalur trekking di dalam KRB.

Peta KRB kurang lebih adalah sebagai berikut:

peta-kebun-raya-bogor

Terus terang kami belum pernah berkunjung ke laboratorium/museum/perpustakaan/herbarium yang ada di dalam kompleks KRB karena anak-anak belum menunjukkan minat ke arah sana. Tempat-tempat yang kami rutin datangi adalah tempat-tempat yang asyik dijelajahi dengan berjalan kaki, yaitu: lapangan di depan cafe, kolam bunga teratai yang berseberangan dengan Istana Presiden, hutan bambu, kuburan Belanda, dan jembatan gantung di bagian utara KRB. Hari ini kami masuk lewat Pintu 4 di bagian timur KRB. Kami berkendara ke bagian tengah KRB, parkir sejenak untuk makan siang, dan tiga kali harus memindahkan mobil ke jalan lain karena ditegur oleh anggota Paspampres (Bapak Presiden ada acara apa ya hari ini?). Setelah itu kami parkir di bagian utara KBR dekat dengan Jembatan Gantung. Setelah menyeberangi Jembatan Gantung yang berkapasitas maksimal 10 orang dengan deg-degan (ada 7 orang egois yang sibuk selfie dan tidak mau bergeser dari jembatan. Orang-orang yang mau menyeberang dari kedua arah jembatan harus hitung-hitungan untuk mengira-ngira apakah kapasitas jembatan masih memadai. Menyebalkan sekali), kami menemui area terbuka di mana banyak pohon tinggi besar dengan diameter lebih dari 1 meter. Pohon favorit kami berasal dari Papua dengan batang tinggi menjulang, akar yang berlipat-lipat seperti lipatan pakaian, dan pucuk pohon yang ditumbuhi daun-daun lebar. Sayang sekali, seperti kebanyakan pohon besar seperti ini, ada banyak sekali goresan dengan pisau di kulit batang pohon dan sampah botol plastik segala rupa yang diselipkan di antara lipatan akar. Sedih dan sebal melihatnya, kenapa sih orang-orang tidak bisa membuang sampah mereka di tempat sampah?

IMG-1469

Setelah area ini kami mengikuti jalan menanjak dengan elevasi sekitar 100 meter dan kemiringan sekitar 45 derajat. Suami dan anak-anak dengan gagah dan cepat sampai di puncak, sementara saya terengah-engah di paling belakang. Jalan yang kami lalui adalah jalan batu yang tertimbun daun rontok dan ranting patah; harus ekstra hati-hati di sini supaya kaki tidak terluka. Tongkat hiking yang kami bawa ternyata sangat berguna untuk mencek kemulusan jalan yang kami lewati dan untuk menyelidiki benda asing seperti jamur/benalu yang menempel di pohon dan kumpulan telur kodok yang menempel di pinggir kolam. Kami menyusuri jalan yang ternyata persis bersebelahan dengan area di Istana Bogor di mana rusa-rusa cantik sedang merumput. Kami juga sempat melewati kandang kambing yang dipelihara oleh Bapak Presiden. Kata anak saya yang sulung, kandangnya bauuuu sekali. Ya iyalah, haha.

Jalanan mulai menurun dan kami tiba di kolam bunga teratai yang berseberangan dengan Istana Bogor. Di pinggir kolam ini suami dan anak-anak menghabiskan cukup banyak waktu. Anak yang kecil pura-pura memancing dengan tongkat hikingnya, padahal dia menakut-nakuti ikan mas yang ada di kolam itu, hehe. Saking semangatnya, sandalnya sampai tercebur ke dalam kolam dan untungnya bisa diambil karena permukaan kolam yang dangkal di sebelah pinggir. Lama tidak ke KBR, hari ini kami melihat penambahan viewing deck ke arah kolam dan track dari kayu/konkrit untuk para pejalan kaki. Saya dan suami berkesempatan selfie dengan latar belakang Istana Bogor (terakhir selfie yang bagus kayaknya 5 tahun lalu deh, hehe).

Dari pinggir kolam teratai kami menuju area Taman Teysmann yang lebih sepi dari kerumunan orang. Di taman ini kami merebahkan diri di atas rumput sambil menunggui anak yang besar belajar bahasa Mandarin di Google Translate (random banget ya). Setelah kedua anak kami selesai memanjati obelisk di tengah taman, kami pun berjalan pulang melewati daerah yang menyerupai hutan dengan suara kicauan burung yang keras sekali. Dari Gerbang Utama KRB di bagian selatan kami berlari-lari di bawah gerimis ke bagian tengah KRB di mana mobil kami diparkir.

Setiap kali kami ke KRB pasti kami pulang pada waktunya KRB tutup (sekitar pukul 5 sore). Ga mau rugi banget ya, haha. Waktu berjalan pulang menuju parkiran kami sempat melihat Taman Meksiko yang terletak dekat dengan Gerbang Utama, di mana banyak pohon palem dan tanaman yang khas padang gurun/tidak memerlukan banyak air. Wah bertambah lagi nih area yang hendak kami jelajahi kalau datang lagi ke sini. Setelah menikmati trekking ke bukit yang bersebelahan dengan Istana Bogor, kita juga bisa menjajal track pejalan kaki yang cukup menarik di sepanjang sungai yang membelah KRB dari utara ke selatan. Saran saya, berjalanlah sambil menatap lurus ke depan, tidak usah melihat ke bawah sungai kalau tidak mau melihat tumpukan sampah plastik, makanan, dan popok bekas pakai (!) di antara bebatuan besar yang sebenarnya cakep banget buat difoto.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s