Masih Tentang Nam Joo Hyuk dan Bride of The Water God

Mengapa saya menaruh foto dari manhwa Bride of The Water God karya Yoon Mi Kyung di awal post ini? Karena menurut saya cerita manhwa BOTWG jauh lebih bagus dari versi dramanya yang baru tamat di tvN tanggal 22 Agustus lalu.

Saya sudah pernah mereview drama ini setelah selesai menonton 7 episode pertama . Dalam review tersebut saya optimis versi drama akan memiliki jalan cerita yang tidak kalah menarik dari versi manhwa. Perbedaan mendasar antara drama dan manhwa sudah terlihat sejak episode pertama, di mana So Ah aslinya adalah gadis yang dikorbankan untuk membuat Dewa Air, Habaek, menurunkan hujan di suatu desa yang sedang kekeringan. Di dalam drama, So Ah adalah seorang psikiater keturunan dari keluarga yang sudah berjanji akan melayani para dewa seumur hidup mereka. Episode ke-8 dibuka dengan Habaek yang baru sadar kalau koordinat yang dia cari ternyata terpatri di peta Vanuatu yang selalu dibawa So Ah di sakunya. Setelah itu Habaek bertemu dengan Dewa Bumi yang sempat kehilangan ingatan (kota Seoul begitu luas, tapi bisa ya mereka bertemu di satu titik di taman itu). Setelah ingatannya kembali, Dewa Bumi memberikan batu dewa miliknya kepada Habaek sehingga tidak ada lagi alasan buat Habaek untuk tetap tinggal di dunia manusia. Adegan yang meluluhkan hati di episode ini adalah saat So Ah memeluk Habaek dari belakang sambil menangis karena dia tidak ingin Habaek kembali ke Negeri Air.

Jalan ceritanya masih bagus ya?

Yuk, kita lanjut. Setelah itu mulailah tarik-ulur perasaan antara So Ah dan Habaek. So Ah ga berani mengakui perasaannya pada Habaek, dia tahu Habaek akan segera meninggalkannya, dia tidak ingin bergantung pada Habaek dan kemudian dikecewakan (seperti ayahnya dulu mengecewakan dia), dia berulang-ulang bilang ingin ada perpisahan yang indah antara mereka berdua, tapi … semua tindak-tanduknya tidak menunjukkan kerelaan hati yang sebenarnya. Lain di mulut, lain di sikap gitu lho. Gemes kan? Habaek juga sama aja. Ga berani menyatakan perasaan secara langsung, cuma nanya: bolehkah aku memulainya? Habis itu dia mabuk-mabukan ditemani Bi Ryeom dan meracau sampai meluk So Ah segala. Drama Korea ya, mau tokoh utama ceritanya adalah dewa atau manusia pasti ada satu adegan frustasi-mabuk-mengakui perasaan. Betapa membosankan. Setelah itu banyak adegan di mana mereka seperti pacaran: membersihkan rumah sama-sama, ketemuan di cafe, punya mug couple (#eaaaa), bikin gimbap sama-sama untuk rencana piknik di tepi pantai. Apa daya sebelum mereka pergi ke pantai Moo Ra datang dan menculik So Ah. Di atas sebuah gedung sangat tinggi yang sering jadi lokasi syuting drama ini (saya penasaran dengan nama gedungnya), Moo Ra memberitahu So Ah tentang Nak Bin.

Siapakah Nak Bin?

Nak Bin di manhwa adalah istri pertama Habaek. Latar belakangnya sama dengan di drama: seorang gadis yang dikorbankan untuk Habaek dan ternyata Habaek malah jatuh cinta padanya. Di drama dijelaskan kalau Nak Bin mengkhianati Habaek dengan cara bersekongkol dengan Raja dari Negeri Langit. Raja itu menjanjikan hidup abadi pada Nak Bin asalkan dia membantunya untuk merebut kekuasaan dari Habaek yang sudah ditakdirkan untuk menjadi kaisar negeri para dewa. Di manhwa Nak Bin tidak mati; dia hidup sebagai zombie dan tidak bisa meninggalkan Negeri Langit karena jiwanya ditahan oleh Raja Negeri Langit. Di drama, Habaek tidak memaafkan Nak Bin walaupun Nak Bin beralasan dia ingin hidup abadi supaya dia bisa terus bersama Habaek, dan Nak Bin pun dibunuh dengan cara ditenggelamkan di laut. Tidak hanya itu, Sri Ratu negeri para dewa (ga jelas apakah ini ibunya Habaek) memaksa kakak laki-laki dari Nak Bin dan semua keturunannya untuk bersumpah menjadi pelayan para dewa. Nah, So Ah adalah keturunan dari kakak laki-laki Nak Bin itu. Apakah So Ah cemburu dengan kisah cinta pertama Habaek? Sepertinya iya. Yang jelas dia menyuruh Habaek untuk segera kembali ke Negeri Air dan dia berpura-pura kalau dia baik-baik saja. Yeah, right. Di sini akting So Ah bagus deh; dia benar-benar keliatan sekuat tenaga menyembunyikan kesedihannya. Entah karena make-up atau akting yang kuat, yang jelas wajahnya memang keliatan jadi lebih kusam dan kurus selama masa dia ditinggal Habaek.

Oya, Habaek kembali lagi ke dunia manusia, lho.

Wait, what? Bukankah dia ke dunia manusia untuk mengambil tiga batu dewa terus harus kembali ke Negeri Air untuk pengukuhan tahtanya?

Ternyata oh ternyata Habaek dikasih tugas lagi sama pendeta tertinggi untuk mencari jawaban kenapa ketiga batu dewa sengaja diletakkan di dunia manusia. Apakah Habaek berhasil menemukan jawabannya? ENGGAK TUH. Sejak Habaek kembali ke rumah So Ah, kerjaannya pacaraaannnn melulu. Dan konyolnya saat dia datang untuk kedua kali dia tetap menjadi seorang dewa tanpa kekuatan supranatural. Kekuatan dia yang menciptakan perisai air untuk melindungi So Ah waktu So Ah terancam bahaya hanya ditunjukkan dua kali di episode-episode awal. Sesudah itu Habaek cuma duduk di belakang setir, ga jelas sehari-harinya ngapain. So Ah juga begitu, ga jelas kerja atau enggak di kliniknya. Tiba-tiba udah malam aja dan mereka bertemu di gang yang menuju rumah So Ah (adegan Habaek menunggu So Ah di bawah lampu jalan memang sangat romantis sih. Hati saya aja bergetarrrr).

Udah mulai bosan?

Sama. Karena perpindahan antar adegannya ga halus dan tarik-ulur antara Habaek dan So Ah terlalu lama. Saya udah pengen teriak ke HP saya: putuskan dong, mereka bisa bersama atau enggak. Fakta #1: Habaek itu dewa, dia hidup abadi dan tidak akan pernah menua dan mati, dia harus kembali ke Negeri Air karena tanpa Negeri Air dia akan mati (begitu pula sebaliknya). Fakta #2: So Ah itu manusia, dia menua dan suatu saat dia akan mati, dia tidak bisa ikut Habaek ke Negeri Air. Kalau begitu jelas kan kesimpulannya, pisahkan saja mereka berdua. Eh tapi eng-ing-eng di episode 15 dan 16 mulai keliatan titik terang solusi jalan tengah yang dipikirkan oleh So Ah.

Apakah itu?

Begini, Habaek hanya bisa mengabulkan satu keinginan So Ah yang paling-paling dia inginkan. Dan So Ah tahu kalaupun dia hidup lama dia hanya akan hidup 40 – 50 tahun lagi (usianya sekarang 30 tahun). Jadi …, dia mengusulkan supaya pengokohan Habaek sebagai kaisar negeri para dewa ditunda sampai dia meninggal. Selama 40 – 50 tahun ke depan dia minta Habaek tinggal bersama dia di dunia manusia, karena apalah artinya sekian tahun itu dibandingkan umur Habaek yang sudah 3.000 tahun?

I was like … WHAT???

Solusinya segitu simple? Benarkah? Apa ga terpikir oleh PD-nim untuk memberikan jawaban terhadap hal-hal yang mungkin terjadi jika mereka berdua ini bersama?

  1. Oleh karena Habaek tidak menua, kebayang ga gimana penampilan pasangan ini waktu So Ah jadi nenek-nenek dan Habaek tetap muda dan singset?
  2. Terus, gimana dengan anak? Bukankah demigod seperti CEO Shin dilarang keberadaannya. Jadi So Ah dan Habaek ga boleh punya anak dong, kalau ya anak itu akan dinamai So Chi (disgrace) seperti nama CEO Shin waktu kecil.
  3. Udah gitu kebayang ga apa yang akan terjadi dengan Habaek setelah So Ah meninggal? Dia akan melupakan So Ah dan jatuh cinta dengan wanita baru yang kemungkinan besar masih ada hubungan keluarga dengan Nak Bin (lihat saja Habaek yang dua kali jatuh cinta dengan dua wanita dimana wanita pertama adalah nenek moyang yang hidup 1.200 tahun sebelum wanita kedua). IYUH! Menyedihkan ya hidup jadi dewa, fisiknya selama beribu-ribu tahun tidak mengalami perubahan tapi cinta yang diberikan harus berubah sesuai dengan wanita yang tersedia pada saat itu.

Aku benar-benar kecewa dengan penutup dari drama ini. Dan juga kecewa dengan Habaek yang sangat mengumbar nafsu seksualnya. Tidak seperti kebanyakan drama korea yang minim adegan ranjang dan adegan-adegan ciumannya pun bisa dibilang indah dan romantis, NJH di BOTWG mah sangat nyosor. Sebel liatnya. Yang cukup menghibur hati adalah kemajuan hubungan antara Moo Ra dan Bi Ryeom. Wow, Krystal dan Gong Myung cakep deh; aku jadi fans baru mereka (*wink*). CEO Shin sayang sekali sampai episode akhir tetap jadi karakter yang ga kuat. Saya kira dia benar-benar akan jadi saingan Habaek untuk memperebutkan So Ah, tapi ternyata tidak begitu. Walaupun dia sudah didorong-dorong supaya jadi jahat beneran oleh Bi Ryeom, CEO Shin tetap jadi orang baik. Ah, karakter dia sama sekali tidak meninggalkan kesan yang mendalam.

Drama yang idenya mungkin bagus (spin-off dari manhwa), tapi sayangnya script-nya lemah, karakterisasi tokoh-tokohnya lemah, dialognya lemah, dan akting bintang-bintangnya pun lemah. Ditambah dengan product placement yang terlalu sering, jadilah drama ini penuh gangguan dan kurang fokus. Kopi instant merk Kanu dan Maxim BERKALI-KALI di-close up di 8 episode terakhir. Terus, di dalam drama ini banyak sekali kalimat “Apa yang kamu bicarakan?”, “Apa yang kamu maksud?”, seakan-akan semua pemeran drama ini memiliki masalah pendengaran sehingga suatu pernyataan/pertanyaan harus diulang berkali-kali. Rating drama ini terbilang sangat rendah dibandingkan drama NJH sebelumnya (Weighlifting Fairy: Kim Bok Joo) dengan angka maksimal di 3.5% untuk episode ke-6 (saya harus akui, episode 6 itu memang paling bagus: ceritanya padat, pace-nya tepat, aktingnya kuat), dan minimal di angka 2.3% untuk episode ke-15 (wah, ini saya sangat setuju. Nonton episode 15 bikin saya ga sabar supaya drama ini cepat berakhir. Bukan karena saya penasaran dengan kesimpulan ceritanya, tapi karena saya harus menyelesaikan apa yang saya sudah mulai tonton).

Demikianlah review dari saya. Hal positif yang saya dapat: melihat Krystal dan Gong Myungyang seperti bintang yang mulai bersinar. Hal negatif: akting dan penampilan Nam Joo Hyuk yang seperti terjun bebas dari drama sebelumnya. Lalu bagaimana dengan Shin Se Kyung yang memerankan So Ah? Apakah saya terkesan dengannya?

Shin Se who?

PS: review final drama ini bisa dilihat di sini ya.

11 thoughts on “Masih Tentang Nam Joo Hyuk dan Bride of The Water God

  1. bukannya ha baek ketemu jo dong krn udh nemu koordinatnya? bukan krn kebetulan. masalah kissu2, hem…drama korea lain ada kok yg lebih vulgar dan lebih sering.
    tapi…masalah ceritanya saya setuju membosankan dan alurnya lambat banget utamanya bbrp awal dan akhir episode. hanya gara2 pengen liat pemainnya yang bening2 makanya dibetah2in nonton, oya, kepo juga sih akhir ceritanya.
    dan saya setuju, masalah perbedaan umur ini ntar gimana. tapi yg saya heran klo CEO shin dianggap aib, lha pas ha baek sama nakbin gimana klo mereka punya anak, dianggap aib juga donk…meski si nakbin ini katanya tumbal.

    Like

    1. haii.. salam kenal ya.. semua komen di tulisan ini baru bermunculan, maafkeun. btw, bener bgt soal ceo shin. jadinya ga konsisten kalau demigod itu aib wong habaek jadi jg sama so ah. kalau sama nakbin di komiknya jg ga punya anak. ini drama udh lumayan lama ya. yg paling sy inget scene habaek nungguin so ah pulang kerja. berdiri di bawah lampu jalan entah knp keliatan sweet bgt. cerita 2nd leadnya sayang ya ga dikembangin, pdhl krystal oke banget di the heirs.

      Like

  2. So Ah nikah sama Habaek, Habaek ga menua, dan So Ah menua. Peran So Ah persis seperti perannya di Black Knight, nikah sama mahluk abadi dan dia akhirnya jadi nenek-nenek, sementara lakinya tetap segitu2 aja haha

    Btw, ini drama pertama NJH yang aku tonton. Tampangnya baby face banget yah. Rasanya NJH erlalu muda jadi pasangan So Ah 😀

    Saya suka lihat akting So Ah yang sukses mengaduk2 perasaan. Piawai banget dia mengekspresikan wajahnya di tiap adegan. Sempurna.

    Like

    1. hai hai, maaf semua komen dari beberapa tahun lalu baru muncul jd baru liat komen kamu. so ah oke lah di habaek, tapi pas role kayak gitu diulang di black knight jadinya blah banget. aku cuma nonton sampe ep 2 terus udahan, haha

      Like

  3. tentang punya anak ma So Ah, kayanya mreka gabakal pny. soalnya sblm minta harapan, Jo Dong bilang klo So Ah adalah keturunan trakhir. jd ya So Ah ma Habaek cuma hidup bareng aja gt.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s