Rumah

Apakah definisi rumah? Bertahun-tahun lalu rumah adalah rumah orang tuaku di kota Bandung, tempat aku lahir dan dibesarkan. Sejak 9 tahun lalu rumah adalah Cikarang, tempat suami dan anak-anak berada. Rumah bukan semata-mata bangunannya, tapi perasaan nyaman saat pulang.

Pematang Siantar dan Medan tidak pernah menjadi rumahku, walaupun kedua orang tuaku berasal dari sana dan masih banyak keluarga yang berdiam di sana. Waktu kabar Namboru meninggal datang di pukul 6.30 kemarin pagi, hanya satu hal yang terlintas di pikiranku.

Aku ingin pulang.

Aku ingin pulang ke Medan di Pulau Sumatera. Walaupun aku tidak punya ikatan emosional dengan kota dan pulau itu, aku ingin pulang ke rumah Namboru. Aku ingin pulang ke rumahmu seperti 17 tahun lalu, saat kau menerimaku untuk belajar di sana. Aku ingin melihat wajahmu lagi, aku ingin melepas Bou pergi.

Air mata tak terbendung, aku menangis berjam-jam. Dalam keegoisan kemanusiaanku, aku bersikap serakah. Ini bukan kenyataan, belum saatnya, belum cukup waktu, jangan pergi dulu. Dalam kekerdilan imanku, aku tahu kedaulatan Penciptaku yang melampaui langit dan bumi. Siapakah aku ini yang berusaha mengubah ketetapan-Nya?

Dalam hidupnya, Bou adalah teladan iman yang luar biasa. Bou selalu bilang, apapun yang terjadi di dalam hidupku, aku tahu Tuhan baik. Keramahan dan kasih sayangnya melampaui banyak sekat dan menyentuh hati banyak orang. Banyak sekali orang yang mencintainya, banyak sekali orang yang kehilangannya. Bahkan dalam keadaan paling sakit, Bou selalu bisa tersenyum, selalu bisa tertawa, selalu bisa menanyakan kabar orang yang mengunjunginya, selalu lebih memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri. Dua belas tahun entah terlalu lama atau terlalu sebentar untuk menguji imannya, tapi pada akhir pertandingan kami bisa menyaksikan imannya kepada Yesus adalah iman yang murni seperti emas.

Imanlah yang memberi kita alasan kenapa kita ada di dunia, yang memberi kita kekuatan saat lintasan kehidupan terlalu berat, dan memberi kita rumah untuk kita tuju setelah nafas ini diambil. Imanlah yang membuat aku yakin Bou pulang ke tempat yang paling baik, ke sisi Allah Bapa. Ke sanalah aku dan kami semua yang percaya akan pulang. Ke rumah yang kekal, rumah yang tidak dimakan serangga dan ngengat, rumah tanpa penderitaan, rumah yang diciptakan hanya untuk memuji dan memuliakan nama Pencipta kami.

Air mataku sudah habis untuk melepas Bou pergi. Sejuta kenangan, beribu penyesalan akan waktu yang tidak cukup, akan kesempatan bertemu yang tidak akan ada lagi. Tidak akan ada lagi sentuhan di wajahku, belaian di rambutku, tepukan di punggungku  kala kita bertemu, untuk mengingatkanku untuk selalu semangat. “Rajin belajar, Nang. Jangan menyerah, buat Bapak dan Mama senang.” Nasihatnya di suatu hari di bulan Juli 17 tahun yang lalu masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Aku hari ini karena nasihat dan dukungan Bou bertahun-tahun lalu. Setengah darahku sama dengan darahmu, dan darah itu tidak pernah berhenti berjuang sampai pertandingan itu selesai.

Tangisku pecah melihatmu kemarin sore, tangisku pecah lagi melihat Bapak datang untuk memelukmu terakhir kali siang ini. Namboru hasian, tante terbaik yang aku pernah punya. Selamat jalan pulang ke rumah kekal. Malam ini juga aku akan pulang ke rumahku dan bertemu keluargaku.

“Ika pulang dulu ya, Bou,” begitu bisikku di samping tubuhmu yang terbujur kaku.

Aku masih bisa membayangkan jelas raut wajahmu, nada suaramu, renyah tawamu saat kita akan berpisah di waktu-waktu yang lalu. “Iya, Nang. Hati-hati ya. Sehat-sehat kau. Sampai ketemu lagi.”

Ich habe dich sehr lieb, Namboru hasian, und ich vermisse dich sehr. Sampai ketemu lagi.

In memoriam

Riris Tobing

29 Februari 1963 – 29 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s