Renovasi Rumah Sambil Jadi Taxi Mom

Rumah yang kami tempati sekarang kami beli tahun 2008 dan direnovasi besar selama 2 kali saja. Tahun 2009, sesaat sebelum anak pertama kami lahir, dan tahun 2015 lalu. Tahun 2009 kami menambah 1 lagi kamar tidur di konfigurasi asli rumah (2KT+1KTP+2KM) dan 1 buah Home Library. Seluruh lantai perpustakaan yang kami bangun diisi oleh panggung yang dilapisi HPL motif kayu dengan meja pendek di tengahnya dan lemari buku yang menempel ke dinding. Perpustakaan ini punya 1 buah jendela besar berukuran 1.5 x 2.3 meter persegi dengan 6 buah kaca, untuk akses masuk sinar matahari dari taman dalam yang terletak di sebelahnya. Tahun 2012 kami meninggalkan rumah kosong selama 6 bulan. Sejak kami kembali di akhir 2012 mulai muncul masalah rayap karena rumah sempat lama lembab dan tidak dihuni.

Beberapa bulan lalu, anak saya yang bungsu bersandar di jendela besar di perpustakaan dan tiba-tiba kayu jendelanya berlubang! Setelah diselidiki ternyata banyak bagian jendela yang sudah dimakan rayap. Saya coba ketuk panggungnya dan terdengar banyak bagian yang kopong, berarti rayap sudah mulai menggerogoti kayu yang membentuk panggung. Untungnya lemari buku kami dari bahan partikel dan rayap tidak suka kayu yang lembek, jadi lemari dan semua buku kami terselamatkan.

Kami memutuskan mengganti jendela kayu yang rusak dengan jendela aluminium yang sudah pasti tahan cuaca dan tahan rayap (oya, merk aluminium yang paling bagus kualitasnya adalah YKK walaupun harganya paling mahal. Membuat kusen yang berwarna putih perlu waktu 1 bulan, sedangkan yang berwarna coklat/hitam perlu waktu 1 minggu saja). Sambil jendela dibongkar, tembok di bawah jendela juga dihancurkan untuk membuka akses ke panggung. Obat anti rayap dioleskan banyak-banyak, kayu penyangga panggung yang sudah dimakan rayap diganti dengan tripleks dan besi hollow sebagai penguat. Kenapa ditambahkan besi hollow? Karena anak tambah besar, buku tambah banyak, dan beban yang ditanggung oleh panggung tentunya semakin berat. Pekerjaan di perpustakaan makan waktu kurang lebih 5 hari dari total 8 hari tukang bekerja di rumah kami, mulai dari membongkar jendela lama sampai memasang dan sealing jendela baru.

Kami tidak punya pembantu, jadi bersih-bersih setelah tukang pulang saya kerjakan sendiri, sambil tetap antar-jemput anak sekolah dan les. Tahun 2015 kami mencat seluruh bagian rumah tanpa terkecuali dan semua perabotan dipindahkan ke tempat lain, jadi bersih-bersih terasa lebih gampang. Selama kurang-lebih 2 bulan kami hidup di kamar tidur berukuran 3×4 meter persegi selama rumah diperbaiki dan merasakan hidup seperti mengungsi, haha. Nah di tahun 2017 ini ada pekerjaan besar di home library dan taman dalam. Plafon taman dalam hancur kena guyuran langsung hujan karena genteng di atasnya dicuri tukang rumah tetangga untuk mengganjal karpet penahan bocor di atas genteng rumah tetangga. Setelah kedua pekerjaan itu, masih ada pekerjaan mencat tembok luar rumah dan genteng. Entah kenapa setiap kali renovasi pasti pekerjaan tambahannya lebih banyak dari pekerjaan scope awal, haha.

Mengawasi renovasi rumah sambil tetap mengurus anak dan rumah tangga rasanya melelahkan sekali. Tahun 2015 anak yang kecil belum sekolah, jadi kegiatan antar-jemput untuk anak yang besar saja. Anak yang besar juga baru kelas 1 SD jadi PR nya belum terlalu banyak. Teman-teman saya dengan baik hati membantu menjemput anak saya pulang sekolah atau pulang-pergi les selama 2 bulan. I’m forever grateful for them. Tahun ini dua anak saya sudah sekolah dengan jadwal yang berbeda. Tukang jadi tahu kalau istirahat ngaso sambil ngopi ya pas saya jemput anak dari sekolah. Kegiatan antar-jemput ini lumayan bisa makan waktu 30 menit per hari, jadi tukang ketambahan waktu istirahat setiap harinya. Pekerjaan tukang jadi lebih lama selesai, tapi apa mau dikata, kami tidak punya supir sih, haha. Setelah 8 hari renovasi saya kena flu dan badan saya rontok. Setiap sore saya capek sekali membersihkan debu. Dari jam 8 pagi sampai jam 4.30 sore saya wara-wiri mengawasi pekerjaan tukang, membeli material bangunan, antar-jemput anak, menyiapkan makan siang, dll. Di atas jam 6 sore mulai menjemput anak pulang les, menyiapkan makan malam, dan membereskan PR dan ulangan si Kakak. Awalnya kami berencana jadwal renovasi selanjutnya di tahun 2021, 6 tahun setelah renovasi terakhir tahun 2015. Apa daya, gara-gara rayap ada renovasi yang mendadak harus dikerjakan. Untuk pekerjaan kali ini saya pakai tukang baru yang ternyata langsung cocok. Cocok dalam artian tukangnya ga sok tahu, ga ngeyel, mau diarahkan. Pekerjaannya rapi dan dia suka bersih-bersih. Kayaknya dia bakal jadi langganan kami.

Di bawah ini 3 foto before-after dari home library kami:

Our home library without its window. The termites ate up all the woods within about five years:

Homelibrary_not finished yet

Our home library after the renovation:

(We still need to put back all the books and other miscellaneous stuffs inside the cabinets, though. Huff.)

Homelibrary_finished

C’est fini! Merci, mon chéri!

Homelibrary_completed

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s