Semua Orang Pakai Samsung

Minggu lalu saya nongkrong di kedai kopi dengan seorang teman orang Korea. Setelah lama ngobrol-ngobrol dia tanya apa saya bawa charger HP. Saya bilang enggak, tapi saya bawa power bank yang ada kabel untuk charging HP android. Tiba-tiba dia komentar, untung power bank-nya punya dua kabel untuk charging Iphone dan HP android jadi dia bisa pinjam. Dia juga bilang kalau semua orang bawa charger Samsung karena semua orang pakai Samsung. Saya cuma ketawa dan bilang, iya, semua orang Korea, tapi belum tentu semua orang Indonesia.

Kemarin senior saya di Taekwondo mau kirim foto-foto souvenir untuk persiapan festival Taekwondo di bulan Juli. Dia suruh saya nyalain Bluetooth karena dia mau kirim cukup banyak foto. Setelah beberapa lama foto tidak terkirim juga. Baru saya sadar kalau Bluetooth di Iphone dan HP android tidak compatible, jadi akhirnya foto-foto dikirim lewat Kakao Talk. Setelah foto terkirim semua, dia tiba-tiba tanya saya, kamu ga mau ganti HP? Semua orang pakai Samsung. Haha, saya ketawa lagi. Saya jawab, iya, semua orang Korea, tapi belum tentu semua orang Indonesia.

Semua teman saya di kelas Taekwondo memang pakai HP merk Samsung, mulai dari yang model sederhana sampai yang canggih dari seri S dan Note. Ada juga yang pakai Galaxy Tab entah seri berapa, yang kalau nelepon masih harus pakai speaker. Waktu saya tanya apa ga kepikiran pake merk lain, mereka semua bilang enggak. Samsung udah menyediakan banyak pilihan lengkap, mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal, dari yang cuma bisa dipake buat telepon dan SMS sampai yang lengkap dengan browser internet dan lain-lain. Mereka malah tanya balik kenapa saya pakai Iphone. Jawabannya simple, HP saya selalu dipilihkan dan dibelikan suami. Saya cukup kasih tahu dia kalau saya mau pakai HP untuk apa saja. Beberapa teman sempat mengutak-ngatik HP saya dan bilang kalau lebih user-friendly HP Samsung, apalagi kalau mau mengetik dengan bahasa Korea. Saya tunjukin kalau saya juga bisa install keyboard Hangeul. User-friendly atau enggak itu hanya soal kebiasaan, hehe.

Apa merk HP pertamamu? HP pertama saya adalah Siemens tipe C35, HP legendaris di jamannya, dengan SIM card Mentari. Saya masih ingat di tahun 2001 harga HP-nya 700 ribu dan nomornya 300 ribu. Di tahun itu juga saya menemukan ada fitur telepon 2 detik-an, yang sering banget saya pake dengan teman-teman di kampus, cuma untuk bilang “lu di mana?”, “gua di perpus”, “gua nyusul ya”, dan lain-lain. Hemat banget deh buat mahasiswa, haha. Dulu juga masih jamannya cuma bisa kirim SMS ke nomor dari operator yang sama. Jadi sering tuh tanya dan ditanya teman, eh nomor lu Simpati/Mentari/XL? Gua minta SMS dong buat ke nomor Simpati/Mentari/XL. Untung sekarang ga ada lagi ya sekat antar operator HP.

Setelah HP Siemens, saya pakai HP Nokia yang warnanya biru langit dan bentuknya kotak, lupa tipe apa. Setelah itu saya pernah dapet hadiah door prize dari kantor lama, HP merk Motorola warna hitam dan bentuknya persis seperti ulekan. Kedua HP ini KO di keypad dan batere setelah beberapa tahun dan digantikan oleh Sony Ericson warna merah menyala, yang dibeli waktu baru jadian dengan suami. HP Sony ini berjasa membuat langgeng komunikasi pacaran jarak jauh dengan suami selama 1.5 tahun antara Balikpapan-Surabaya-Cikarang. Setelah Sony, saya pakai Samsung seri Galaxy sampai akhirnya sekarang pakai Iphone. Saya bukan penggemar gadget, jadi kalau ditanya mau HP seperti apa jawabannya selalu sama: pokoknya HP bisa dipakai untuk telepon, SMS, dan sekarang ditambah untuk internetan. Hampir semua HP saya dipilihkan/dibelikan orang lain karena saya ga mau repot milih HP. Pilihan merk dan fitur HP ada terlalu banyak, padahal bentuknya relatif sama-sama aja. Lebar dan tipis seperti keramik kalau kata teman saya, Wisnu.

HP apa ya yang lebih bagus dari Iphone? Samsung ya gitu-gitu aja, membosankan. Setelah 5 kali pakai HP merk Samsung, saya ogah untuk pake lagi. Iphone juga ga banyak perubahan signifikan dari Iphone 5S ke 7 Plus, padahal harganya ga masuk akal. Saya sebenarnya tertarik dengan Motorola Moto Mods, yang katanya HP android tertipis dan bisa jadi: kamera (pakai lensa Carl Zeiss), boombox (dari JBL), proyektor, dan power bank! HP model palugada (apa lu mau gua ada) gini cocok banget dengan saya yang banyak maunya dan males ganti-ganti dari satu gadget ke gadget lain. Fitur kamera di HP harus OK dong, karena saya sering foto pakai HP. HP yang bisa dijadikan boombox juga menarik buat saya yang selalu streaming Spotify. Proyektor di Moto Mods bisa berguna buat presentasi saat meeting dan film layar tancep di mobil saat menghadapi kemacetan gila di Jakarta. Fitur power bank-nya sih yang paling berguna buat saya yang bisa charge HP 2-3 kali dalam sehari. Hmm, mungkin nanti saya ganti HP ke Moto Mods kalau Iphone yang sekarang sudah KO.

Ngomong-ngomong, apa merk HP-mu sekarang?

MOTO MODS:

Moto Mods

*) Foto di atas adalah foto Ti-phone yang bundling dengan IM3 di tahun 2008-2009. HP murah ini dijual di kasir Alfamart dan laris manis diborong para pekerja konstruksi/asisten rumah tangga.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s