Sepatu dan Hantu

Ada dua kali kejadian aneh dengan sepatu sekolah anak saya yang pertama. Setiap hari Selasa anak saya ini les musik di rumah gurunya. Setiap kali les dia melepas sepatu sekolahnya dan menaruhnya di teras rumah, persis di depan pintu masuk.

Kejadian pertama di bulan Februari. Terkadang saya menunggui dia selama les yang hanya 30 menit, tapi waktu itu saya tidak menunggui dia. Ketika saya jemput, kami semua kebingungan karena sepatunya hilang. Anak saya sudah mulai menangis karena merasa bersalah. Dia ngotot kalau sepatunya ditaruh di tempat biasa, di undakan di teras. Kami cari-cari ke seluruh bagian teras, carport, dan taman depan, tapi tidak ketemu juga. Iseng saya cari ke pekarangan rumah tetangga guru Mis, eh ternyata sepatu sekolahnya ada di situ, di sebelah tempat sampah besar di carport rumah tetangga. Asli kami semua kebingungan, karena rumah tetangga itu sudah bertahun-tahun kosong. Anak saya dan gurunya juga belajar di ruang depan jadi pasti sadar dan bisa melihat kalau ada orang iseng memindahkan sepatu dari teras rumah si guru ke rumah sebelah. Setelah kejadian itu saya suruh Misael menaruh sepatunya di dalam rumah saja, tepatnya di ruang tamu.

Selama sebulan setelah kejadian itu Mis menaruh sepatu sekolahnya di bawah kursi yang ada di ruang tamu. Akhir Maret kemarin saya menunggui dia les karena masih kepikiran dengan kejadian pertama. Karena ada pekerjaan, saya berdiri di depan pintu rumah sambil menelepon selama 30 menit sambil menunggui dia. Pintu rumahnya ada dua, pintu kayu dan pintu besi. Saya berdiri di luar pintu besi, sedangkan pintu kayunya dibuka. Selama saya berdiri menelepon di sana, tidak ada orang yang keluar dari/masuk ke dalam rumah. Jadi alangkah kagetnya kami karena ketika mau pulang Mis kembali sadar kalau sepatu sekolahnya hilang lagi! Benar-benar aneh. Kami mulai lagi pencarian ke seluruh pojok ruang tamu, ruang les (yang ada di sebelah ruang tamu), teras, carport, dan taman depan. Saya juga melipir ke rumah tetangga guru Mis untuk mencek apakah sepatunya ada di situ seperti kejadian terakhir. Ternyata tidak ada. Kami bingung luar biasa. Siapa atau apa sih yang suka banget sama sepatu sekolah Mis? Sepatunya biasa saja, warna hitam dengan garis biru, setinggi tumit, aromanya juga ga menusuk banget, haha. Pada hari itu, mobil saya yang biasanya diparkir di pinggir jalan saya masukkan ke dalam carport dengan posisi mundur karena tidak ada tamu lain. Saya cari juga di kolong dan sekitar mobil. Awalnya saya pikir apa itu garis biru di ban depan mobil saya. Waktu saya dekati, eh ternyata sepatu sekolah Mis ada di situ! Sepasang sepatu itu ada di sebelah ban depan mobil saya, dengan bagian depan sepatu menghadap ke jalan raya. Saya tanya Mis bagaimana posisi sepatunya waktu disimpan di dalam rumah. Kata dia, sepatu disimpan dengan bagian depan menghadap rumah, sewajarnya bila sepatu dilepas oleh pemiliknya di luar rumah. Lah ini sepatu Mis ditaruh oleh entah siapa/apa dengan posisi dibalik, seperti siap untuk dipakai keluar . Saya bingung sekaligus mangkel. Saya berdiri di depan pintu selama 30 menit dan tidak ada orang lain yang melewati pintunya. Jadi siapa atau apa gerangan yang memindahkan sepatu anak saya?

Di bulan April ini saya suruh Mis untuk menaruh sepatunya di dalam gudang rumah, bersebelahan dengan sepatu anggota keluarga gurunya. Minggu lalu waktu les pertama kali di bulan ini sih tidak ada kejadian aneh. Semoga hari ini tidak ada kejadian aneh juga.

 

Iblis itu nyata.

Setan itu ada.

Hantu itu gentayangan.

Dan saya paling ga suka diganggu di siang bolong.

 

PS: Foto di post ini adalah foto satu-satunya anak saya dengan sepatu miliknya, walau bukan dengan sepatu sekolah yang digemari makhluk lain itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s