3rd Pit Stop: Kuala Lumpur

Sejak 17 Juni keluarga kami traveling ke beberapa tempat. Dimulai dengan camping tanggal 17-18 Juni di Cikole ngikutin Misael yang Bible Camp. Maksud hati sih nemenin kakak yang mungkin susah pisah sama orang tuanya. Ternyata selama di sana Misael enjoy banget, sampe lupa main ke tenda mama (patah hati deh). Camping nya bukan ala tentara. Jadi ada alas semen, terus matras tebal 7 cm, dan terakhir sleeping bag. Dua hari di sana hujan terus. Yang ga happy cuma mama Misael karena ga demen becek-becek dan kamar mandinya harus berbagi 😂 Kalo ke sana lagi pokoknya harus nginep di pondok. 😬

19-26 Juni di Surabaya. Setelah capek ngurus buku sejak awal Juni, di minggu ini saya benar-benar santaiiii…. Tiduran sambil nonton drama, makan kebanyakan, nulis dikit-dikit, main sama anak-anak, dan tentu saja ketemuan sama teman-teman. Tiga hal yang bikin sangat happy: 1. Kakak Misael yang udah bonding sama Tante Sandra Dewi yang ngasih nama tengah buat Misael, 2. Misael yang dapat teman-teman baru anak-anak Tante Sisca Maya Yulian dan Tante Mariska Veve, 3. Misael main lagi sama Shera (diselingi drama Sky dan Saras yang dikit-dikit berantem😝). Makasih banyak buat Tante Vitaliana Djohan yang udah ngajak ice skating dan main es serut di Grand City. Moratorium ga main ke mal tetap berlaku selama Sky masih sering keluyuran sendirian. Susah banget nyariin Sky. 😞

Dihitung-hitung udah 2x nih pulang ke rumah buat berangkat lagi keesokan harinya. Minggu tgl 26 saya ga sengaja dengar lagu yang syairnya gini: you only hate the road when you’re missing home. Eh tiba-tiba suami bilang males euy berangkat lagi ke KL. Tapi gimana dong tiket dan hotel udah dibayar. Akhirnya sejak pagi tgl 27 hari kami dipenuhi disaster.
1. TRAC yang harusnya nganter ke bandara telat dateng. Jarak rumah kami ke Soetta kurleb 85 km dgn jarak tempuh hampir 3 jam. Pesawat jam 1.25 dan driver ga dateng sampe jam 10.30. Panik bin emosi, akhirnya kami nyetir ke airport dan parkir inap di sana. Biayanya? Dipikirin kemudian.
2. Habis baggage security check Andi Dinata kehilangan tiket parkir mobil. Itu udah jam 12.40, belum masukin bagasi. Akhirnya suami kasih pasport dan tiket saya dan anak2, dan dia lari ke gardu parkir terminal 2 buat ngurus tiket yang hilang. Pasrah harus bayar mahal denda 😩
3. Waktu kontrol imigrasi saya dan anak2 dilarang masuk karena ternyata paspor suami ada di saya (!), sedangkan tiket ada di dia. Suami lari kesetanan ke tempat kami, dan bapak petugas yg baik hati biarin kami masuk dan skip antrian imigrasi sebanyak 20 orang.
4. Kami telat boarding! Sampe dijemput dan dikawal ke pesawat sama petugas. Baru kali ini ngerasain naik bis bandara tanpa ada penumpang lain. Haha.

Jam 01.40 Akhirnya bisa duduk di pesawat dan bernafas. What a day deh! Landing dengan aman sejahtera di KL, dan tiba dengan selamat di hotel. All in all, it’s been quite an experience. Can’t wait to explore this city.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s