Movie Review #1: Batman v Superman

Duh mau mulai ngebahas dari mana ya? Saya suka banget film ini. Sampe di rumah masih senyum-senyum sendiri saking sukanya. Mau deh nonton film ini dua sampai tiga kali padahal saya bukan pecinta komik, tau karakter Batman dan Superman seadanya aja. Batman yang melekat di otak tuh yg tampil sama Robin dan tiap kali nonjok penjahat ada bubble yang muncul di layar TV dengan tulisan: poww, ouch, dll. Superman yang melekat di otak itu versi TV yang ada Terri Hatcher sebagai Lois Lane (udah lupa sama tampang Superman-nya sendiri, tapi pasti kece berat). Di film ini ada juga Lex Luthor, yang selalu saya bandingin sama Lex versi Kevin Spacey.

 

Resensi jalan ceritanya ga usah lah ya, tar dianggap spoiler. Mau ngebahas beberapa kesan mendalam dari film ini. Yang pertama tentang Batman. Wow. Wow. Saya ngikutin Batman dari jamannya Michael Keaton, Val Kilmer, George Clooney, Christian Bale, dan menurut saya Batman si Ben Affleck yang paling songong. Dari semua Batman yang pernah ada, jarang yang mengupas karakter Bruce Wayne. Bruce Wayne ga pernah ditampilkan arogan, sok bener, tahu banget kalo dia kaya tanpa batas. Not until Ben Affleck. Di Batman yang dulu-dulu kayak ada pemisahan: BW at day, Batman at night. Baru kali ini deh ngelihat BW yang banyak berkutat di ruang kerja si Batman. Jadi kelihatan kalo dia sebenernya kesepian dan ga ada kerjaan. Coba kalau dia punya keluarga, atau someone lah, pasti ga ada waktu dikit-dikit kabur ke Batcave. Ben Affleck udah paling cucok menghadirkan seorang pria yang bitter, sulky, dan vengeful. Dialog dia ga banyak, tapi tampilan emosi di wajahnya kerasa raw and deep. Apa ada hubungannya dengan perceraiannya sesaat sebelum press con pertama film ini tahun lalu? Mungkin. Batman versi Affleck juga jadi kejam ya, pake ngecap penjahat dengan besi panas. Saya jadi inget satu episode di Law & Order dimana seorang cewek ngebrand semua orang yang pernah abuse dia waktu remaja. Tindakan nge-brand penjahat gini bikin orang mikir kalau Batman ga selalu dan selamanya baik. Dia juga bisa bersikap dan bertindak berlebihan, menganggap Superman potensi masalah buat dunia dan jadi masalah yang harus DIA selesaikan. Kok kayak perilaku USA terhadap negara-negara lain di muka bumi ini, mengangkat diri sendiri jadi polisi? Hehehe. Hal yang ga saya sukai dari Batman? Kostumnya! Omigot, kenapa Batman jadi gendut?? Di salah satu scene panjang, yang sebenernya ga nyambung dengan scene lain, waktu dia pake topi berdaun telinga lancip, masker, dan bawa-bawa senjata dan pasukan, saya malah ngeliat dia kayak Garfield. Mask-nya lebih kayak kucing, bukan kelelawar. Dan kostumnya, terutama kostum yang bikin matanya bersinar kayak lampu neon, itu bulky banget. Pantesan adegan adu jotosnya banyak yang keliatan lambat. Pasti berat kostumnya mempengaruhi kecepatan bergeraknya. Mask-nya juga keliatan jelek seperti dari kulit biasa, mask-nya balik lagi ke jaman Batman di RCTI, huhu. Last but not least, saya masih inget pertama kali liat Affleck di film Pearl Harbour. Di situ Affleck banyak disorot dari belakang buat nampilin bahunya yang lebar. Ben Affleck is totally a hunk, then and now as Batman, and he gets better with age.

Next, Superman. Wah yang ini mah triple wow. Pertama kali nonton akting Henry Cavill di Man from U.N.C.L.E. Awalnya nonton film ini iseng karena saya suka genre spionase, eh ternyata jadi ngefans sama cowok super ganteng si Henry Cavill. Pas baca wikipedia katanya dia pernah dipertimbangkan jadi James Bond, tapi ga dipilih karena masih terlalu muda. Kalau dia jadi pengganti Daniel Craig jadi 007 nanti, saya setuju banget deh! Pembawaannya cool, calm, confident, typical British man. Duh kenapa aktor yang oke punya banyak dari Inggris sana sih, bukan dari Hollywood (Cavill, Craig, Brosnan, dst. Semuanya cowok kece ya, huahahahaha)? Saya nonton Man of Steel aja baru bulan lalu, dan langsung sold. Ya ampun, Superman biasanya tebar pesona ya, berasa ganteng dan karismatik. Yang ini mah loner, ga punya banyak orang dalam hidupnya kecuali mama Martha dan pacar Lois. Keliatan baik hati, gentle, dan thoughtful pula. I’m totally sold! Saya paling suka scene waktu Lois didorong jatuh dari gedung tinggi sama Lex, dan tiba-tiba aja nih Superman muncul di depan dia, siap menangkap Lois! Wah hati romantis ini langsung klepek-klepek. Adegan itu kalo dibikin lagu cinta pasti mellow mampus: whenever you fall down, I’ll be there to catch you (eh kok jadi nyanyi). Terus pas dia pamit sama Lois mau duel sama monster jelmaan si Zod sambil terseok-seok terbang bawa tombak krypton, saya menitikkan air mata. Saya paling lemah hati deh sama adegan perpisahan, apalagi ujungnya kematian Superman. Saya jadi sedih, huhuhu. Henry Cavill, I am now officially a fan!

Mesti ngebahas pemeran wanitanya juga ga? Amy Adams: flawless, punya chemistry yang kuat dengan Cavill di situ. Aktingnya natural, dan kesedihannya sangat terasa waktu dia berbaring di atas tempat tidur Clark sebelum peti dibawa ke makam, dan waktu dia menaburkan tanah di atas peti Clark sambil mengenakan cincin berlian yang Clark kasih lewat mamanya. Hati saya ikut diiris-iris. Gimana mungkin tetap berkomitmen sama orang yang telah meninggal, yang telah pergi untuk selamanya, ga bisa ditemui lagi, ga bisa diajak ngomong lagi? Lois pake cincin dari Clark sama artinya dengan menjangkarkan diri ke masa lalu. Jadi keinget fiksi bikinan sendiri: Bid You Farewell dan Never Bid Me Farewell (silakan dibaca kalo ada waktu. eh kok jadi promosi, hahaha).

Gimana dengan Gal Gadot alias Wonder Woman? Saya kira dia orang Indonesia/blasteran indo, soalnya tampangnya kayak bintang iklan Pond’s. Eh ternyata orang Israel. Cakep ya, cuma ga jelas perannya di situ. Kayak buat ngerame-ramein geng superhero di filmnya. Apalagi Superman nanya ke Batman: she’s with you? Batman bingung, malah nanya balik: I thought she’s with you. Wonder Woman is so forgettable and replaceable in this movie.

Oya, yang ga kalah menarik di film ini karakter Alfred yang dimainin Jeremy Irons. Oalah tak kira dia RDJ sebagai Tony Stark lho! Asli mirip banget, mulai dari potongan rambut, model kacamata, sampe seringnya ngeluarin witty comments. Bener-bener beda sama sosok Alfred yang selama ini digambarin sebagai buttler sejati. Alfred yang ini ngelas dan ngendaliin drone, bok. Keren banget.

Saya juga mau komentar sedikit tentang Jesse Eisenberg sebagai Lex Luthor. Jesse, kamu menyebalkan sekali. Lex yang saya lihat dari Spacey dan di serial Smallville itu Lex yang dingin dan penuh perhitungan. Lex yang ini? Neurotik, narsistik, psikopat, intinya mah orang gila. Jadi penasaran, kalau ada sekuel BvS, sampai segimana Jesse akan menampilkan kegilaan Lex?

Dua hal terakhir yang saya kagumi dari film ini: komposisi musik oleh Hans Zimmer (setiap irama, nada, dan tempo sangat tepat mementonya), dan body keren Batman dan Superman. Mereka berdua ga six-pack. Waktu Batman ditunjukin lagi exercise di Batcave keliatan kok perutnya agak buncit. Tapi tetep aja ya, he is such an eye candy. Makin tua makin keliatan manly aja. Gimana dengan Superman? Wahh saya bisa diabetes saking manisnya candy yang satu ini. Ada satu scene singkat Clark lagi sarapan sambil nonton TV dengan bare chest, keliatan lah itu kostum Superman kebentuk bagus bukan karena rangka silikon (kayak yang dipake aktor-aktor serial Supernaturals), tapi karena emang body-nya Cavill sangat jadi dan sangat berbentuk! Salut sama aktor-aktor yang latihan fisik jor-joran demi sebuah peran (kayak Hugh Jackman buat Wolverine).

Demikian review film kali ini. Besok mau cari mijon yang ada gambar Batman dan Superman ah. Aku padamu Affleck dan Cavill!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s