Komen yang paling susah ditanggapi di FB

Ok, selain komen seperti:
1. Kapan lulus (dari sekolah)?
2. Kapan dapat kerja?
3. Kapan kawin?
4. Kapan punya anak?
5. Kapan nambah anak?
6. Dst, dsb, dan lain-lain

Kayaknya komen yang paling sulit ditanggapi adalah (eng ing eng):
“Enak ya jalan-jalan terus.”

Kenapa susah buat ditanggapi? Gini ya, FB itu udah jadi sarana umum buat sharing buah pikir, keadaan emosi, sampe foto-foto pribadi, termasuk foto-foto liburan/jalan-jalan. Saya amati ada 2 jenis tanggapan untuk komen di atas:

1. Kalau yang komen juga sering jalan-jalan, jawab dengan: ah kamu juga kan *pake emoticon winking.
2. Kalau yang komen jarang jalan-jalan (data berdasarkan statistik postingan di fb), jawab dengan: hehehe *pake emoticon nyengir lebar.

Berhubung bahasa di FB semuanya bahasa tulisan yang kebantu dikit sama kehadiran emoticon, kata HEHEHE bisa dimaknai macam-macam:

1. Saat kondisi emosi lagi stabil: HEHEHE berhenti sebatas HEHEHE.
2. Saat kondisi emosi lagi galau, down, dan kawan-kawannya: HEHEHE bisa dimaknai: huh, dasar sombong, mentang-mentang lebih sering jalan-jalan dibanding gue (pengalaman pribadi seorang teman yang didamprat di status dia sendiri dan dicap arogan!).

Serba salah deh.

Komen “enak ya jalan-jalan terus” juga sering gandengan sama komen: “enak ya bisa liat salju”, “enak ya ada musim gugur”, dan sejuta “enak ya …” yang lain, untuk merespon hal-hal yang beda dari keseharian kita di indo. Hal ini menimpa beberapa teman yang tinggal di luar indonesia buat kerja/sekolah/ikut spouse.

Contoh kasus nyata:
Seorang teman saya tinggal di washington dc dan sering business trip ke new york. Ga ngerti deh apa teman-teman si teman aware kalo dc dan ny tuh ga terlalu jauh, soalnya tiap kali dia check-in di 4-square sering dicengcengin komen model begini nih:

“Taelah, pagi katanya lagi lari di deket white house, sorenya udah di manhattan lagi.”

Apa yang dianggap sebagai business traveling/commuting (karena seringnya pulang hari demi menghemat biaya hotel) oleh teman saya, dianggap wah oleh yang baca fb di jakarta.

Hal serupa juga terjadi sama seorang teman lain di eropa. Eropa itu kecil ya bok jadi kalo weekend terbang dari paris ke berlin/barcelona/whatever city itu ga luar biasa. Penerbangan paling makan waktu 1-2 jam. Malah menurut saya lebih jauh jarak tempuh jakarta-manokwari. Posisi si teman yang hidup di negara di tengah-tengah eropa barat dan punya bandara internasional dengan hub ke mana-mana bikin seakan-akan hidupnya wah pisan, full dengan plesiran. Padahal sebenernya enggak. Again, it’s a location advantage, nothing more :p

Kira-kira tanggapan seperti apa ya yang paling cocok untuk komen: “enak ya jalan-jalan terus”?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s